
Terkadang, apa yang ditetapkan takdir tak berjalan sesuai harapan kita.
Terkadang, apa yang kita pikir baik belum tentu yang terbaik dan juga sebaliknya.
Jalan terburuk yang ada dihadapan kita, mungkin tak seburuk yang dibayangkan.
...🥀🥀🥀...
Oktober 2021
Aku menyusuri jalan di pinggiran danau yang sepi. Entah bagaimana caranya Aku sampai disana.
Kugigit bibirku demi menahan emosi ku.
Ku tarik nafas ku dengan panjang.
Lalu, berteriak.
"DASAR COWOK BR#NGS*K! PERGI KAU KE NERAKA YANG TERDALAM!"
Kulemparkan cincin pemberiannya dengan kencang ke danau itu.
Cincin pemberian dari Lelaki yang telah berjanji untuk menali ikatan pernikahan denganku setelah 6 tahun kami bersama.
Namun hari ini, Dia pula yang mengingkari janjinya dan menikahi wanita lain.
Aku berteriak dan bertanya dalam keputus-asaan. Letak kesalahan yang mungkin ku lakukan. Aku tertawa menutupi rasa kecewaku.
Tanpa jawaban yang dapat kutemukan untuk mengurungkan niatku, kaki ku mencoba mengambil langkah untuk mengakhiri semuanya.
"Meoooow~~~"
Suara kucing mengejutkanku. Aku menoleh ke arah suara itu. Kucing berwarna gelap dan bermata hijau yang mengingatkan ku pada warna dedaunan yang terkena embun pagi. Kucing itu mendekatiku.
Dengan panik, aku berbalik dan menangkap kucing itu.
Melihatku yang terlihat khawatir, kucing itu menjilati lenganku. Aku melihat luka yang lumayan dalam dibagian kaki nya. Pantas saja dia berjalan pincang pertama kulihat.
Aku menghela nafas dan membawa kucing itu pergi bersama ku.
Kembali ke rumah ku yang minimalis.
---meooow---
Aku melihat kucing yang telah ku balut perban sebisaku.
Suara mengeong nya mengisi kamarku yang hening.
Baru kusadari kalau ternyata keheningan membuat ku kesepian.
"Hey.. lu ga punya makanan apa? Gue lapar banget nih?"
Terhentak.
Aku mencari asal suara itu. Kulihat kucing yang baru kupungut tadi di hadapan ku berdiri memperhatikanku.
"Woi denger ga? Anjir dak. Hellow? Gue beneran laper lho?"
Ku beranikan tanganku memegang bagian kepala dari si kucing. Lalu, menarik bagian ekor nya.
"Sakiiiiit weei!!" Kucing itu melompat disertai teriakkan.
'heh? Teriak? Ko ga mengeong??'
Aku berdiri terperanjat dalam kebingungan.
Dengan berjalan layak nya seorang bangsawan, sang kucing memperkenalkan diri.
"Khusus untuk orang yang telah merawat luka gue. Perkenalkan, Gue dari keturunan Vampire Lord John Ruthven Polidori yang Agung, Johnny Taera Ruthven Polidori. Saat ini berusia 1500 tahun."
Sang kucing berbicara dengan penuh pecaya diri.
"....."
Diam tanpa kata. Aku tak bisa mencerna apa yang terjadi dihadapanku sekarang. Aku mungkin sedang bermimpi.
Mungkin kalau aku coba tidur lagi, Aku akan terbangun. Aku membaringkan tubuh ku dikasur berharap untuk bangun dari mimpi ini.
Sang kucing terus menggoyang-goyangkan tubuhku. Yang membuatku kembali berpikir bahwa ini kenyataan.
Aku menepuk keningku dan mendumel.
Di hidup ku yang penuh kebosanan ini, Aku tak suka menghadapi masalah yang merepotkan.
Aku membuka jendela rumahku dan mengeluarkan sang kucing tanpa berpikir lagi.
--meeeooong meoooong---
Nah. Suara nya terdengar seperti kucing lagi kan?
Kucing itu mengetuk-ngetuk jendela yang kini telah ku kunci. Aku melanjutkan rebahan ku. Beberapa saat setelahnya, suaranya menghilang.
Aku melirik ke arah jendela untuk memastikan. Aku terkejut dan menghampiri kucing yang berbaring lemas itu. Luka nya kembali terbuka. Ia tampak kesakitan.
Kubuka kembali kunci jendela dan kubawa kucing itu masuk.
Setidaknya sampai aku selesai merawat lukanya, dia akan ku ijinkan tinggal.
...🥀🥀🥀...
_C.A.S.T_
Lord Johnny Taera Ruthven Polidori
Mayang