
"Seperti yang kita lihat di tubuh wanita ini, tidak terdapat tanda-tanda jejak kelahiran seorang bayi yang baru berusia 10 hari." Dokter itu menerangkan di hadapan semua orang yang membuat Patricia tidak bisa menyembunyikan rasa malunya.
Setelah di telanjangi di depan banyak orang ia juga harus menerima rasa malu atas pengakuannya yang kini ia disebut seorang wanita pembohong.
Patricia kembali digiring oleh kepolisian dengan wajah di sembunyikan. Ia hanya bisa menyimpan rasa dendamnya kepada Angeline atas apa yang ia dapat hari ini.
Ketiganya kini berada di mobil kepolisian, Barack dan mommynya menatap lekat bangunan megah di depan mereka.
Barack bahkan tidak akan membiarkan dirinya menghabiskan waktu di penjara. Ia harus secepatnya melakukan rencana untuk bisa bebas dan melakukan balas dendam pada Angeline.
🌹🌹🌹
Sementara Angeline menaiki tangga untuk menemui bayinya dengan diikuti oleh pelayan yang akan mengikutinya ke manapun.
"Brak." Angeline menendang pintu di depannya dengan kuat, membuat beberapa perawat yang bertugas untuk menjaga bayinya tampak terkejut, kedua perawat itu sedang asyik menikmati minuman alkohol di dalam sana.
Tanpa memperdulikan tangisan bayi mungil di dalam box bayi. mereka bahkan mengunci pintu agar tidak terganggu.
Melihat itu, Angeline menjadi meradang, ia berjalan dengan langkah panjangnya ke arah kedua perawat yang wajah keduanya tampak sinis.
Kedua perawat itu tampak keberatan dan wajah mereka terlihat marah, melihat Angeline masuk begitu saja dan mengganggu kesenangan keduanya.
"Hey, kau! Beraninya mengganggu kesenangan kami. Bukankah seharusnya kau sudah dikerumuni cacing tanah? Lihat, kau ternyata masih hidup dan sudah berani kepada kami, hah!" Salah satu perawat wanita yang menjadi tersangka yang mengeluarkan bayi Angeline tanpa obat bius.
Mengetahui itu, Angeline semakin suram. Tatapan wanita itu sukses membuat kedua perawat yang setengah mabuk terlihat aneh.
"Cih, beraninya wanita idiot ini menatap kita seperti ini. Apa dia lupa waktu kita membelah perutnya?" Ucap salah satu dari perawat itu dengan nada racauan.
"Stt, berisik! Diam kau bayi sialan!" Bentak wanita perawat yang tubuhnya terlihat berisi.
Mendekati bayi mungil yang kini tangisan terdengar kesakitan juga lirih
"Dasar bayi sialan! Seharusnya kau mati saja bersama ibu yang bodoh itu, bukannya merepotkan kami!" Pekik perawat yang kini berdiri di samping box bayi dan wanita itu akan membungkam mulut bayi tersebut.
Angeline segera mendekati, menarik rambut bagian belakang wanita yang tangannya hampir menyentuh bayi malang tersebut.
Angeline menyeret tubuh wanita itu dan menghempaskan ke depan wajah perawat di di nakes.
"Akh! Dasar wanita sialan, bugh, bugh!" Angeline menendang wajah juga perut wanita tersebut hingga terkulai lemah di atas lantai.
Belum puas meredang amarah yang terpancing dengan sikap kedua perawat itu. Angeline kembali meraih rambut perawat yang terkulai lemah, menarik menuju jendela. Angeline tidak ingin membuang waktu, ia segera mengangkat wanita itu dengan mudah dan melemparkannya keluar jendela dan wanita itu pun jatuh dengan tubuh penuh luka dan kepalanya pun pecah.
Perawat satunya kini menyiksa kebengisan Angeline dengan wajah memucat dan tubuh gemetar takut. Ia bahkan membuang urine-nya di celana saat tatapan Angeline kini mengarah kepadanya.
Wanita yang tadinya tampak mabuk kini terlihat sadar namun seluruh tubuhnya mendadak lemas dan gemetar.
"Bawa dia!" Pinta Angeline kepada pelayan wanita yang sejak tadi setia mengikutinya.
"Sekarang kau juga akan merasakan kulitmu terbelah, nona. Dan merasakan nikmatnya itu kematian dan bagaimana rasanya tubuh dipenuhi cacing tanah," ucapan Angeline sukses membuat perawat itu tidak bisa berkata-kata, ia terus menghindar saat Angeline berjalan mendekatinya dengan raut wajah mengerikan, apalagi senyum wanita itu yang bagaikan seekor predator buas yang siap menikmati mangsanya.
Hanya ada teriakan kesakitan yang kini terdengar di kamar tersebut, pelayan yang bersama Angeline bahkan bergidik ketakutan mendengar suara raungan wanita di dalam sana juga tawa puas, nona muda mereka yang berupa begitu menakutkan dan tidak memandang seseorang.