Strong Woman

Strong Woman
bab 7



"Seperti yang kalian lihat hari ini, kalau aku belumlah menjadi seorang mayat yang pantas mendapat doa dari kalian semua. Ini hanya sebuah kesalahpahaman atau sebuah konspirasi untuk menghasilkan keuntungan, maybe. Yang jelas saya selaku pemimpin perusahaan, QW group, merasa tersinggung dengan berita ini." Angeline kini melakukan kontroversi pers atas pemberitaan tentang kematiannya. Dengan Barack yang sejak tadi diam membisu.


Raut wajah pria itu bahkan tanpa ekspresi sedikitpun, hanya kedua kepalan tangannya yang berada di bawah sana terlihat saling menggenggam erat.


Angeline tersenyum sini mengetahui itu, ia bahkan enggan saling berdekatan. Membuat darah Angeline mendidih.


Para wartawan kini menyoroti ke arah Barack, setelah mendengar penjelasan Angeline. Para tamu kini mencibir ke arah Barack dan keluarganya yang hanya menginginkan seluruh harta milik keluarga Will.


"Apa maksud anda melakukan pemberitaan tentang kematian istri tuan? Apa ini semua tentang hubungan terlarang anda dengan nona Patricia Stewart?" Tanya salah satu wartawan yang ikut geram dengan perbuatan Barack dan Patricia.


Barack melempar tatapan nyalang ke arah wartawan wanita itu. Ingin rasanya Barack menembus rongga leher wanita itu dengan senjata api.


"Mungkin ini adalah sifat alamiah seorang pria pecundang dan brengsek yang tidak tahu malu juga bodoh. Bukankah, dia sudah memiliki istri sempurna? Lalu untuk apa dia menyimpan seorang wanita buruk dan rendahan?" Perkataan Angeline berhasil membuat, Barack dan Patricia tercengang.


Sejak kapan wanita yang terkenal dengan tutur katanya yang lemah lembut menjadi sosok wanita bermulut kasar?


Bukan hanya keduanya yang begitu terkejut, para tamu yang mengenal pribadi Angeline yang penuh keanggunan dan bersahaja, begitu terkejut.


Bahkan Angeline terlihat tegas dan penuh kharisma pemberani, mereka juga memindai cara duduk Angeline yang terlihat lebih berwibawa, tatapan yang dahulu terlihat begitu lemah lembut, segara terlihat lebih tegas dan dingin.


"Angeline! Jaga ucapanmu! Apa kau tidak memikirkan images sebagai putri bangsawan!" Nyonya Maria yang merasa lebih bijak, mencoba mencari muka didepan semua orang yang mencibir.


"Nyonya siapa? Berani menggertak, huh! Apa, anda belum sadar dengan kedudukan anda hanya seorang asing di keluarga aku? Untuk apa aku harus menjaga temperamental ku kepada kalian? Bukankah, kalian bisa merasa hidup mewah dari hasil uangku? Kalian bekerja dengan baik, maka aku akan memberikan upah dengan kinerja kalian. So … kenapa aku mesti menjatuhkan harga diriku kepada kalian? Katakan!" Sifat kejam juga bengis sosok jiwa ratu Berliza kini di perlihatkan kepada semua orang yang sejak dulu selalu menentang Angeline.


Jiwa Berliza tidak akan tinggal diam, saat harga dirinya dipermainkan dari orang-orang bawahan.


Semua orang yang ada di sana terdiam dengan kepala menunduk, tidak berani menatap wajah Angeline yang kini melotot tajam ke arah mereka semua.


Nyonya Maria dan para pelayan setianya, semakin terkejut melihat sikap berani Angeline. Padahal wanita itu sering mereka perlakuan semena-mena. Bahkan nyonya Maria pernah mengurung Angeline di gudang tanpa makanan juga minuman.


Menjadikan Angeline sebagai pelayan pribadi mereka yang menyiapkan keperluannya.


Patricia Stewart bahkan pernah memukul Angeline dan mendorongnya di tangga.


Angeline hanya bisa terdiam menerima semua perbuatan mereka kepadanya. Sosok wanita berhati lembut itu hanya memikirkan perasaannya kepada Barack.


"Dia mommyku, kalau kau lupa maka aku mengingatkanmu," sela Barack yang akhirnya mengeluarkan suara.


"Berarti dia bukan orang tuaku yang harus aku hormati saat perlakuannya padaku tidak baik. Dia bahkan hanya seorang wanita tua licik," sahut Angeline yang duduk dengan sebelah kakinya berada di atas kaki satunya.


Kedua tangannya dilipat di dada dan wajah remeh ia berikan kepada Barack.


Angeline bahkan tidak menghiraukan wajah penuh amarah, Barack.


"Jangan menghinanya, kau tahu apa akibatnya, bukan? Berhentilah, bersikap paling berani, Karena kali ini kau akan benar-benar mati." Barack mendekatkan wajahnya ke telinga Angeline lalu berbisik penuh ancaman.


"Aku akan menghargai seorang yang juga menghargaiku. Bahkan sikapku akan lebih baik daripada sikapnya kepadaku. Lantas apa kau katakan? Aku harus menghormati wanita yang sudah memperlakukan seperti binatang? Apa kau serius dan sudah tidak memiliki akal sehat? Jangan-jangan kau memang sudah tidak memilikinya. Pantas saja perbuatanmu lebih pantas disandingkan dengan binatang." Angeline sungguh sukses membuat emosi Barack tidak bisa tertahankan.


Angeline hanya tersenyum saat wajahnya menoleh ke samping, sudut bibirnya pun terluka, namun wanita itu merasa puas. Ia ingin Barack sendiri yang membongkar perbuatannya di depan semua orang dan media.


Benar saja, Barack langsung menarik rambutnya, membuat wajah Angeline mendongkak sambil menatap Barack dengan ekspresi biasa.


"Cukup, sudah cukup kau berbuat bodoh dan mencari mati. Kau yang sendiri mengundang kematianmu, wanita lemah.


"Kau, ingin bersikap sok pemberani kepada kami? Iya? Ck, kau sungguh wanita idiot dan menjijikan. Kalau perbuatan kami belum berhasil, maka kali ini aku bersumpah akan melenyapkanmu." Barack yang sudah terselut emosi tidak menyadari dirinya sedang berada di mana. Hingga semua ucapannya kini membuat semua orang yang mendengarnya terkejut dan tidak percaya.


Nyonya Maria yang sebelumnya merasa puas saat putranya menampar Angeline, namun saat ini ia cukup panik saat menyadari situasi.


Wanita itu semakin memucat, saat melihat sikap putranya yang semakin brutal.


Barack kini mencekik Angeline dan menyudutkan wanita itu, kedua mata pria itu begitu merah menakutkan, ia sungguh sudah di bakar api emosi.


"Kau berani menantangku, hah! Apa selama ini yang kau dapat dari siksaanku belum cukup! Sekarang kau berani menantang dan menghinaku, kau memang mencari mati wanita ******!" Barack terus berkata kasar di depan wajah Angeline sambil lebih menekan leher istrinya itu.


Orang-orang yang ada di sana begitu terkejut, hingga tidak mampu mengatakan apapun dan mencoba menolong.


"Kau yang idiot dan pencundang. Kau lupa di mana kau sekarang. Apa, kau sengaja membongkar masalah buruk?" Ucap Angeline dengan suara lirih.


Wanita itu sekuat tenaga menahan tekanan tangan Barack yang berasal di tangannya.


Wajahnya bahkan sudah merah, namun Angeline masih memasang wajah biasa saja.


Membuat emosi Barack semakin membumbung tinggi, ia juga semakin menekan telapak tangan besarnya di leher panjang, Angeline.


Tiba-tiba kilatan dari kamera membuat Barack tertegun. Pria itu mengangkat kepalanya dan ia melihat orang-orang yang melihatnya sebagai seorang penjahat.


Tubuh Barack seketika melemah dengan wajah pias. Ia membongkar sendiri kekejamannya kepada sang istri.


Barack menatap wajah Angeline saat refleks telapak tangannya terlepas di leher wanita di depannya.


Wajah pucat Barack kini bercampur kecemasan. Ia baru saja sadar dari jebakan istrinya sendiri.


Angeline terkekeh lirih, menertawakan kebodohan suaminya.


"Ternyata kau benar-benar pria bodoh," bisik Angeline di depan suaminnya itu.


Tidak lama beberapa petugas kepolisian muncul, ternyata Angeline sudah menyiapkan semuanya untuk menjebloskan semua para pengkhianat yang terlibat ke jeruji besi.


Barack hanya bisa terdiam dengan tatapan begitu tajam mengunci kedepan istrinya.


Patricia, nyonya Maria dan para pelayan yang terlibat dalam kasus kekerasan yang di alami seorang pewaris kerjaan bisnis itu, menjadi ketakutan juga tegang.


Mereka mencoba menolak untuk di bawa ke kantor polisi, apalagi nyonya Maria dan Patricia yang terua bersikap arogan pasa para kepolisian.