Strong Woman

Strong Woman
bab 19



"Apa kau bisa melakukannya? Aku merasakan aura kejam di dalam tubuh keponakanku. Auranya sangat kuat." Tuan James kini sengaja menemui kenalannya yang memiliki kekuatan spiritual.


Ingin membicarakan tentang masalah Angeline, yang James rasakan memiliki aura lain.


"Aku perlu melihatnya," ucap seorang pria di depan James dengan penampilan anehnya. Sosok pria bermata sipit yang berasal dari negara Asia.


Pria yang memiliki ilmu sihir yang kuat yang diwariskan dari keluarganya.


Tuan James melirik bawahannya, meminta informasi tentang keberadaan Angeline.


"Nona muda Will, berada di galeri lukisan tuan," ujar bawahan tuan James.


Pria itu sengaja meminta anak buahnya untuk terus mengikuti Angeline. Untuk menyakinkan tebakan tentang jiwa asing yang berada di tubuh keponakannya itu.


"Baiklah, mari kita melihatnya!" Seru sosok pria yang berpakaian serba hitam, mengajak James untuk menemui Angeline.


Mereka pun mulai bergerak menuju parkiran untuk menyusul Angeline yang sedang berada di salah satu galery terkenal.


Sementara di depan bangunan unik yang dilengkapi full kaca pada dinding, terlihat sebuah mobil mewah berhenti tepat di depan pintu masuk bangunan tersebut.


Seorang petugas segera membuka pintu pada bagian penumpang, terlihat sepasang kaki jenjang bergantian keluar dari mobil.


Rambut panjangnya terlihat terurai indah yang tertiup angin, pakaian mewah dan anggun melekat di tubuh rampingnya.


Wanita itu berjalan dengan diikuti oleh beberapa pengawal juga pelayan pribadi.


Ia menunjuk sebuah undangan eksklusif dengan warna emas. Semua orang yang ada di sana terpengarah melihat kehadirannya yang sukses menjadi pusat perhatian.


Bukan saja wajah yang rupawan yang menjadi kekaguman para orang di sana. Namun semua yang melekat di tubuh ramping itu menjadi pusat yang sangat membuat para wanita di sana melongo tidak percaya.


Bagaimana tidak, mungkin barang mewah yang digunakan oleh Angeline berharga ratusan dollar dan itu menandakan status Angeline tidak dapat diragukan.


"Selamat datang di galery kami yang sederhana, nona." Seorang wanita datang mendekati Angeline dengan wajah ramah sambil menundukkan setengah tubuhnya.


Angeline hanya menanggapi sambutan wanita yang merupakan manajer gallery tersebut yang sengaja bersikap baik dengan niat terselubung. Oleh karena itu, Angeline tidak memberikan kesempatan.


Wajah wanita yang menyambut Angeline, diam-diam berubah geram, melihat ekspresi wajah tamu spesial mereka begitu datar.


"Kami akan menunjukkan, lukisan eksklusif kami nona," ucap wanita berpenampilan menarik itu, mencoba mencuri perhatian, Angeline.


Sang tamu spesial, hanya diam dengan kedua mata merotasi setiap lukisan yang terpajang di dinding.


Tiba-tiba ingatan saat itu kembali hadir di memorinya, membuat wajah Angeline seketika memucat dan keringat dingin.


Para pengawalnya saling menatap dengan reaksi nona muda mereka. Manajer galery berusaha memanggil Angeline, namun wanita itu seakan membeku di tempatnya dengan ingat yang berputar-putar bagaikan sebuah kaset rusak.


"Nona, anda tidak apa-apa?" Sebuah seruan dan sentuhan halus, berhasil menarik kembali kesadaran Angeline.


Tubuh wanita tangguh itu hampir saja meluruh, beruntung, sosok pria tinggi di sampingnya, sigap menahan bobot tubuhnya.


Angeline berusaha mengatur nafasnya yang memburu. Ia terlihat kacau dengan pikiran yang membingungkan.


"Hei, apa kau baik-baik saja?" Pertanyaan seseorang di hadapannya berhasil menyadarkan sepenuhnya pikiran Angeline.


Kedua mata wanita itu seketika membola, saat melihat wajah pria yang tega membunuhnya di kehidupan terdahulunya.


Kini wajah Angeline berubah merah dengan tatapan kedua mata yang sangat menakutkan. Ia menyingkir tangan pria itu dari pundaknya, mendorong tubuh tinggi tegap itu ke belakang.


"Jangan, coba-coba menyentuhku, karena aku begitu jijik dengan pria brengsek sepertimu!" Teriak Angeline nyaring, namun sebelumnya ia meninggalkan tamparan keras di wajah pria di hadapannya.


Angeline meninggal galery dengan pikiran kacau. Entah apa yang terjadi pada dirinya hingga harus menyaksikan kembali momen menegangkan itu.


Sedangkan pria yang kedua kalinya mendapatkan perlakuan kasar dari wanita yang sama terlihat tersenyum penuh penasaran pada sosok wanita yang begitu membencinya.


"Padahal, aku baru dua kali bertemu dengannya, tapi dia sangat membenciku? Apa dia termaksud wanita yang ku permainkan? Yang mengubah penampilan juga wajahnya?" Pria itu berkata pelan sambil mengusap pipinya yang tampak bekas lima jari di sana.


"Dia sungguh berbeda," lanjutnya sambil tersenyum tampan.


Di sisi lain, tuan James dan rekannya, sangat puas melihat reaksi Angeline, saat keduanya mencoba mencari tahu dan rekan James pun mengakui bahwa jiwa yang berada di dalam tubuh Angeline adalah seorang wanita penguasa pada abad XVI.


"Energinya sungguh kuat," guamam pria berambut gimbal yang bersama tuan James.


Keduanya saling menatap dan memikirkan sesuatu hal yang sama.


"Dia sepertinya wanita berkuasa dan licik," lanjut pria itu dengan tatapan sangat lekat pada lukisan kuno.


"Apa kau bisa melakukannya?" Tanya tuan James, yang menginginkan jiwa lain di dalam tubuh keponakannya keluar, agar Angeline benar-benar pergi dari dunia ini dan ia akan menguasai seluruh harta keluarga Will.


"Aku akan mencobanya, kita hanya perlu waktu untuk menjebaknya dan itu akan memudahkan untuk melakukan sebuah ritual khusus untuknya," tandas pria tersebut dengan wajah tanpa ekspresi. Bahkan wajahnya dipenuhi beberapa simbol kekuatan sihir.


Tuan James pun terlihat begitu puas, bisa menaklukan seluruh kekuasaan keluarga Will. Hanya menunggu satu langkah saja, maka semua akan menjadi miliknya.