
Makin hari keadaanku makin aneh, mulai dari pola makanku yang meningkat, kian hari aku makin malas sampai rasanya berat badanku bertambah dari hari ke hari, tidak sampai disitu bahkan pernah tiba-tiba saat tengah malam aku terbangun dan sangat ingin makan gado-gado makanan khas yang dulu sering ibu buat untukku waktu kecil, aku sampai harus keluar tengah malam untuk membeli sayuran karena sayur di kulkasku habis, untung saja tuhan baik padaku sehingga aku beruntung toko di dekat rumah masih buka dan apa yang kubutuhkan tersedia disana. Tidak hanya sampai disitu, aku akhir-akhir ini sangat menggilai menyeduh teh, padahal dahulu aku lebih menikmati rasa manis vanilla ketimbang teh, tapi saat ini aku sangat menggilainya, aku bahkan memesan banyak jenis aneka teh secara online, mulai dari yang murah sampai yang harganya fantastis, semata-mata hanya untuk memuaskan hasratku pada teh .
Selain dari kelainan pada kebiasaan dan pola hidupku yang mulai berubah, sepertinya hal itu berdampak pada ke sehatanku, bagaimana tidak sejak melepas statusku sebagai siswa dan menikmati kehidupan bermalas-malasan dirumah jika di hitung dalam sebulan ini aku sudah 5 kali pingsan, awalnya aku menyepelekannya tapi mendapati kondisi tubuhku yang kian memburuk ku putuskan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan untuk berjaga-jaga.
Pagi harinya aku mendatangi sebuah klinik yang letaknya tak seberapa jauh dari tempat tinggalku, cukup menempuh 5 menit aku mengayuh sepedan dan akhirnya tiba di klinik aku dapat melihat kondisi klinik tampak sangat ramai, aku sedikit gugup karena ini pertama kalinya aku berkunjung ke klinik, berbekal modal nekat akhirnya aku masuk dan melakukan registrasi sesuai dengan prosedur yang ada. Klinik sangat ramai, orang-orang tampak sibuk dengan urusan masing-masing dan dibutuhkan inisiatif diri sendiri untuk melakukan hal-hal yang di perlukan, untung saja semalam aku sempat mempelajari semua hal-hal apa saja yang perlu di lakukan saat mengunjungi sebuah klinik, jika tidak mungkin aku akan tampak bodoh dan memalukan saat kunjungan pertamaku ke klinik.
Tak menunggu lama nomor antrianku di panggil aku sangat beruntung meskipun kondisi klinik ramai, namun tidak banyak yang mengantri di bagian tempatku mengantri. Aku memasuki sebuah ruangan di atas pintu ruangan tertera tulisan "umum", didalam terdapat seorang wanita yang duduk rapi dengan setelan putih yang kuyakini dia adalah dokternya.
Awalnya dokter menanyakan beberapa pertanya dasar seperti apa keluhan dan gejala apa saja yang aku alami, kemudia tak lama ia melakukan beberapa pemeriksaan padaku seperti mengecek suhu, tekanan darah, dan semacamnya, dan terakhir dia bertanya jadwal bulananku, hal itu membuatku merasa aneh karena tak merasa ada sangkut pautnya, namun setelah ku pikir lagi benar saja bulan ini sepertinya aku belum mendapatkan menstruasi padahal seharusnya sudah waktunya dan ini sudah lewat dari 2 minggu, melihatku berpikir mungkin dokter bisa menebak melalui ekspresiku, dia berkata bahwa gejala-gejala yang kurasakan merupakan pertanda wanita hamil, melihat keraguan yang tergambar di wajahku dokter menjelaskan bahwa tak semua wanita hamil mengalami gejala muntah-muntah, ada banyak kasus berbeda sepertiku, dan untuk meyakinkanku dia merujukku ke bagian bidan yang kebetulan saat itu antrian disana kosong, aku langsung melakukan pemeriksaan yang lebih menyeluru, dan benar saja aku Hamil!.
Dokter menjelaskan usia kandunganku saat ini sudah 3 minggu, dokter menjelaskan apa saja yang harus ku lakukan dan tidak boleh kulakukan, terlebih karena usiaku yang masih terbilang sangat muda yang dapat di katakan sangat rentan, dokter memberiku banyak nasihat agar aku menjaga dan menyehatkan tubuhku terlebih karena saat ini aku tak sendiri lagi, dokter sama sekali tak menyinggung atau mempertanyakan hal yang tak perlu mengenai kehidupan pribadiku. Hal itu membuatku cukup nyaman, mungkin itu untuk menjaga suasana hatiku :v, mungkin saja. Dokter juga memberi ku beberapa resep yang akan ku tebus di apotik, kebanyakan adalah suplemen dan vitamin sebagai penyehat janin.
Jika boleh jujur. Aku sangat SYOKK
Aku tak tahu harus tertawa atau menangis, aku adalah anak yatim piatu, dengan hadirnya dia di hidupku, itu memberikan cahaya baru dan harapan baru bagiku, aku tidak menyesal. Justru aku senang dan sangat bahagia bahkan ingin rasanya menangis haru, tetapi yang membuatku meradang adalah aku sama sekali tak mengenali siapa ayah dari janinku.
♡♡♡♡♡
# note
Mereka sudah lulus sekolah menengah jadi sudah bukan anak di bawah umur jadi bisa di katakan legal untuk club dan alkohol.
Dikota S dan di beberapa kota maju jarang gadis atau pemuda yang perawan rata-rata mereka melepas keperawanan sejak remaja atau masa kedewasaan.
Isi catatannya
Terima kasih itu malam yang indah
Setelah mengenangnya aku sedikit tersenyum bukannya menyesal aku justru bersyukur dan sekali lagi dihati mengucap terima kasih kepada sosok yang tidak kukenal itu :v, kemudian kuputuskan untuk pulang dan menata ulang rencana hidupku.
♡♡♡♡♡
Ditemani dengan seduhan teh aku duduk bersandar di kursi depan komputerku, aku mulai merenung dan merencanakan langkah yang akan kulakukan kedepannya bersama dengan janinku, aku yakin anak ini akan tumbuh dan menjadi kuat sepertiku, walau tanpa ayah tapi dengan aku pasti semua akan mungkin. Langkah pertama yang kulakukan adalah membeli sebuah unit apartemen yang dekat dengan wilayah rumah sakit harus di lantai 2 dan ruangan yang luas, kemudian rumah peninggalan ibu akan sedikit ku renovasi agar lebih kokoh dan aman untuk anak-anak sementara itu aku akan tinggal di apartemen hingga melahirkan untuk antisipasi. Kemudian aku mulai berinvestasi di beberapa perusahaan yang menurutku mampu memberiku keuntungan jangka panjang, sedangkan hobiku tentu saja tidak akan kutinggal, hanya akan ku kurangi agar tidak memiliki dampak buruk bagi janinku nanti.
Setelah semalaman menjelajahi forum jual beli apartemen akhirnya aku mendapatkan apa yang menurutku cocok, jadi saat aku bangun di pagi hari, aku langsung bersiap-siap untuk mengecek apartemen yang minati semalam. Walaupun harganya kelipatan harga pada umumnya namun aku cukup puas karna dapat di katakan fasilitas dan layanan yang ada sangat nyaman dan dapat di katakan tergolong elit, yang terpenting kondisi yang ku perluka semua terpenuhi mulai dari ruangan yang luas, terletak di lantai 2, letaknya hanya butuh waktu 5 menit untuk sampai di rumah sakit, bahkan tersedia parkiran khusus, dan toko serba ada yang terletak di lantai dasar.
Setelah merasa puas dengan cepat aku melakukan transaksi jualbeli.
Setelah mendapatkan kunci dan surat kepemilikan atas namaku, dengan bantuan tenaga ahli aku melakukan sedikit penataan ruangan agar lebih sesuai dengan keinginanku, hanya butuh waktu seminggu penyelesaiaan aku pun pindah, dan rumah lamaku langsung di renovasi.
Tidak banyak yang berubah dari keseharianku sejak aku hamil, hanya lebih menyesuaikan karena saat ini aku hidup bukan hanya untuk diri sendiri tapi juga anakku nanti.
#note
walau Inem punya banyak rumah yang tersebar dimana-mana tetapi tidak ada diantara rumah itu yang jaraknya dekat dengan rumah sakit, sedangkan yang di butuhkan adalah tempat yang jaraknya harus dekat dengan rumah sakit sehingga mempermudah Inem yang merupakan perempuan sebatangkara yang tengah hamil muda. jadilah apartemen adalah solusi Inem.