
"Berhentilah, berkata omong kosong tuan. Silahkan, anda keluar dari sini. Karena aku sangat membenci orang asing seperti anda." Angeline mulai memperlihatkan wajah jengah, kepada tuan James.
Memandang sengit pria yang seusia daddynya, yang tersenyum penuh misterius.
Sementara nyonya Selena dan putrinya sudah terkapar di lantai. Angeline memerintahkan beberapa pengawal untuk melempar kedua wanita di hadapannya, keluar dari Mansion-nya.
"Aku bukan orang asing, nona. Dan aku juga bisa merasakan energi negatif yang ada di tubuh keponakan ini. Yang jelas, kau bukanlah jiwa keponakan, melainkan jiwa yang entah berasal dari mana." Tuan James bergerak mendekati Angeline.
Wanita itu sendiri berusaha menahan bobot tubuhnya yang kian melemah siap pria di hadapannya melangkah.
"Berhenti! Dan keluarlah!" Sentak Angeline yang nada suaranya terdengar terbata seakan menahan sesuatu.
Tuan James semakin yakin, kalau jiwa asing yang sekarang menempati tubuh keponakannya, pria itu mengabaikan ucapan Angeline dan terus mendekat.
Angeline menggenggam kuat pinggiran kursi, tatapannya kini tertuju pada pisau kecil yang ada di atas meja makan. Ia meriahnya dan melemparkan ke arah tuan James.
Akan tetapi, pria di depannya bisa mengelakkan dan bahkan menangkis serangannya. Tuan James kini memegang pisau itu dan memperlihatkan kepada Angeline dengan tersenyum remeh.
"Apa kau seorang petarung? Karena setahuku, putri William tidak memiliki keahlian dalam bertarung. Dia hanya seorang wanita lemah dan selalu bersikap lembut kepada orang lain. Bukankah, yang aku lihat sekarang sangat berbeda? Seakan kau memang bukan keponakanku." Tandas tuan James dengan terkekeh lirih.
"Tutup mulutmu! Aku tidak memiliki seorang paman sepertimu. Asal kau tahu, dalam daftar hitam keluarga Will terdapat namamu dan tertulis pada urutan atas, jadi aku sangat jelas mengenalmu. Kau seorang pria psikopat yang sudah menghabiskan nyawa ratusan wanita," ungkap Angeline dengan tatapan begitu sengit melawan tuan James.
Tuan James sendiri hanya bisa tersenyum miring, menatap lekat wajah Angeline yang sangat mirip dengan ibunya, yang merupakan wanita yang menjadi obsesi James hingga sekarang.
"Sekarang kau bisa keluar dari sini. Karena kau tidak memiliki hak atas semua yang ada di sini. Kau hanya seorang pria malang yang penuh dengan skandal terburuk dan membuat nama baik keluarga bangsawan Will tercemar. Ingat juga, kalau kau hanya seorang anak haram dari keluarga Will." Pungkas Angeline dengan perkataannya yang begitu gamblang menghina tuan James, tanpa memikirkan usia pria di hadapannya.
"Keluarlah, karena aku tidak yakin, bisa menahan tanganku untuk menghancurkan sisi wajahmu yang masih utuh," ucap Angeline dengan wajah penuh kengerian juga perkataan yang penuh ancaman.
"Baiklah, mungkin kali ini aku akan mengalah. Memberikan waktu untukmu untuk menyempurnakan roh mu di dalam tubuh keponakanku, aku tidak yakin bisa menahan diri untuk memisahkan roh wanita bengis sepertimu di dalam tubuh keponakanku." Tuan James memberikan ancaman balik kepada Angeline, setelah itu melangkah keluar, meninggalkan Angeline yang terdiam.
Tubuh Angeline tiba-tiba terduduk di atas kursi makan dengan tubuh lemas dan keringat dingin membasahi sebagian tubuhnya.
Nafasnya memburu dengan begitu cepat, seorang pelayan dengan cepat memberikan wanita itu segelas air putih.
Angeline membasahi tenggorokannya yang terasa kering dengan tergesa-gesa. Sungguh ini sangat menyiksa. Seakan ia baru saja melakukan pertarungan oleh beberapa lawan.
Nafas Angeline masih terlihat terengah-engah, ia mencoba untuk menekan rasa gugupnya dengan jantung yang berdebar kuat.
Mengingat perkataan jiwa Angeline untuk tetap waspada kepada tuan James.
"Apa pria itu memiliki kekuatan lain untuk sejenis arwah? Atau dia seorang cenayang?" Angeline menyandarkan punggung ke sandaran kursi. Memikirkan sesuatu untuk bisa menghindari pria itu.
Ternyata jiwanya belum begitu menyatukan dengan tubuh Angeline dengan sempurna. Entah apa yang menjadikan jiwa belum bisa menyatu dengan tubuh yang ia tempati sekarang.
Angeline terus berpikir, kesalahan apa yang sudah ia lakukan hingga mendapat kutukan seperti ini.
"Apa aku harus menjadi wanita lemah? Sesuai karakter jiwa terdahulu tubuh ini? Agar aku bisa menyatu dengan sempurna dengan tubuh ini.