Strong Woman

Strong Woman
bab 27



Angeline dan Dylan baru saja tiba di depan perusahaan QW group. Dylan dengan segera membantu istrinya keluar dari mobil.


Hidup bersama selama satu Minggu dengan wanita kaku ini, membuat Dylan terbiasa. Ia bahkan merangkak menjadi asisten pribadi. Di mana ia akan selalu menemani istrinya.


Seperti hari ini, di mana ia akan menghabiskan waktu bersama dengan salah satu wanitanya, tapi semua gagal karena perintah dari Angeline yang ingin ditemani ke perusahaan.


Selama menjadi suami sementara Angeline, Dylan kesulitan untuk menghabiskan waktu bersenang-senang.


Ia habiskan waktunya dengan menemani istrinya, di mana membuatnya bosan juga frustasi.


Bagaimana tidak, sudah satu Minggu ia tidak mendapat sentuhan dari seorang wanita.


Membuat emosinya tidak stabil, apalagi ia harus menyaksikan tubuh indah istrinya setiap hari.


Meskipun ia sungguh bergelora dengan tubuh seksi sang istri, namun ia hanya bisa memandang dalam diam.


"Percuma saja aku menikah, kalau tidak bisa menikmati makna lain dari pernikahan." Dylan berkata dalam hati, setiap kali menyaksikan penampilan seksi sang istri yang hanya di dalam kamar.


Ingin nekat memaksa istrinya, ia juga masih menyayangi nyawanya, hingga nyali dan pikiran buruknya itu selalu gagal.


Apalagi setiap Angeline hanya mengenakan gaun malam transparan, di situlah, jiwa liarnya memberontak. Sebagai seorang Casanova handal, Dylan tidak mungkin tahan melihat pemandangan menggairahkan di depannya.


Lamunan liar pria itu terhenti, saat mendengar pintu lift terbuka. Tatapan matanya terus mengarah pada bagian tubuh belakang istrinya yang begitu indah.


"Selamat pagi, nona," sapa seorang staf menyapa mereka.


"Apa dia berada di sini?" Tanya Angeline tanpa menghentikan langkah. Wanita itu terus berjalan dengan tatapan tegasnya, diikuti oleh sekretaris juga Dylan menuju ruangan rapat.


Seorang pria dengan sigap membuka pintu untuk pimpinan perusahaan, yang tampak raut wajah begitu dingin.


Angeline sudah berada di ruangan rapat, tatapannya begitu tajam tertuju pada orang-orang yang ada di dalam sana. Terutama pada wanita yang kini terlihat tersenyum sinis padanya, juga pria di sampingnya yang terlihat menatap ke arahnya dengan penuh dendam.


Angeline melangkah memasuki ruangan yang suasana terlihat begitu menegangkan.


Wanita itu melangkah dengan wajah begitu yakin, duduk di kursi paling depan tanpa memperdulikan orang-orang yang kini padangan mereka begitu menantang.


"Well, apa yang kalian inginkan?" Tanya Angeline yang menyadarkan punggung dengan kedua kakinya saling bertumpu.


Para petinggi perusahaan dan para pemegang saham di perusahaan itu, saling berbisik.


Sedangkan ketiga orang yang kini terlihat tersenyum puas, terus menatap Angeline.


"Kami ingin kursi pimpinan perusahaan digantikan, seorang wanita sepertinya tidak pantas untuk memimpin perusahaan. Membuat perusahaan kita ini semakin hari semakin kacau. Kami selaku pemilik saham di sini merasa dirugikan, oleh kepimpinan anda, nona muda Will." Seorang pria paruh baya yang merupakan sahabat baik kakek Angeline juga merupakan pemegang saham terbesar keempat di perusahaan itu. Menyuarakan protes dengan melakukan pemilihan kepemimpinan perusahaan baru.


Mendengar itu, Angeline masih terlihat diam, tidak ada rasa khawatir di raut wajahnya. Ia bahkan memejamkan mata sambil mengetukkan jari-jarinya di atas meja.


"Kami setuju, sebagai pemegang saham di sini, kami ingin pimpinan perusahaan diganti," seorang wanita berusia 50 tahun keatas, ikut menyuarakan pendapatnya.


"Aku rasa anda sudah tidak begitu profesional dalam memimpin perusahaan ini. Kami akan menarik semua saham kami, kalau anda menolak jabatan nona diganti." Lanjut wanita tersebut yang menganggap remeh kepimpinan Angeline.


"Kami ingin tuan, Barack yang kembali memimpin perusahaan ini!" Seru yang lain sambil bangkit dan menatap Angeline dengan tegas.


Mendengar perkataan pria setengah baya di sampingnya, Angeline hanya tersenyum sinis, sambil menatap mantan suaminya yang ternyata bisa keluar dari penjara, ia yakin semua ini adalah konspirasi dengan pria bertopeng sebelah di samping, Barack.


"Jadi kalian ingin dia kembali memimpin perusahaan ini? Kalian tahu? Kalau dia hanya seorang pria beruntung bisa menjadi dari bagian keluarga Will dan memimpin perusahaan ini menjadi lebih memburuk, tapi … kalian malah menunjukkannya. Yang jelas-jelas tidak memiliki hak dengan semua ini." Angeline menjelaskan dengan wajah tenang, tersenyum miring dengan mencibir ke arah ketiga orang yang duduk di samping kirinya.


"Mantan, maksud anda. Anda harus tau, aku menikahi pria pecundang seperti dia dari sampah untuk dijadikan pelayan rendahan, menggantikan semua tugasku, namun dia malah menyalahgunakan semuanya," pungkas Angeline, menatap Barack sambil memberikan senyum sinis.


"Kalian ingin menjadikan sebagai pemimpin perusahaan? Yang tidak memiliki hak sedikitpun dengan perusahaan ini," lanjut Angeline, yang kini menegakkan punggungnya.


"Kau harus ingat, keponakan. Aku berhak dengan semua ini, aku salah satu putra dari tuan besar Will," sela tuan James yang terlihat tersenyum puas.


"Putra haram kakek maksud anda? Yang tidak memiliki nama dalam kartu keluarga besar Will. Terus anda ingin meminta hak setengahnya? Aku rasa separuh wajah cacat anda adalah jawabannya, kenapa tuan James tanpa identitas Will ini, memiliki wajah rusak sebagian, karena kakek ingin pria sepertimu tidak berada di bagian keluarga kami." Angeline terus mengucapkan kata-kata yang hanya bisa membuat semua orang terdiam. Perkataan Angeline terdengar keterlaluan, namun beginilah karakter asli dari jiwa Berliza, mengatakan sesuatu tanpa mempedulikan latar belakang seseorang.


Sementara tuan James sangat geram, wajahnya yang sebagian cacat dijadikan lelucon oleh, Angeline.


Suasana di dalam sana terlihat semakin memanas, Dylan yang sedari tadi hanya terdiam sambil mengamati satu persatu orang-orang yang ada di dalam sana, juga mendengar ucapan sarkas sang istri.


"Kau harus ingat, Barack masih berhak berada di sini, sesuai dengan kontrak yang sudah disepakati olehmu dan kakek Will, kalau dia akan memimpin perusahaan sampai putra kalian berusia 18 tahun," Cintya yang sejak tadi begitu geram dengan sikap arogan Angeline, menimpali dengan mengatakan sesuatu mengenai hak.


Barack dan tuan James terlihat merubah raut wajah mereka dengan bangga. Ini lah yang menjadikan mereka sangat yakin ingin mendatangi perusahaan GW group.


"Cih, bukan sangat mudah untukku merobek kertas perjanjian itu? Aku yang menginginkannya, jadi aku juga yang akan mengakhiri. So … kalian seorang pecundang tidak tahu malu menginginkan sesuatu yang tidak ada sangkut pautnya dengan kalian," sahut Angeline, yang berhak membuka semuanya diam.


Para petinggi perusahaan dan lainnya mengira kalau wanita di depan mereka masih idiot dan mudah ditindas. Ternyata kini mereka semua tidak bisa berkata apapun lagi.


Tuan James dan kedua antek-anteknya tidak bisa mengatakan apapun lagi. Barack bahkan kini masih ingin menaklukkan kepribadian kuat mantan istrinya.


Mungkin setelah ini ia akan menjadikan putra mereka sebagai alat untuk memeras Angeline. Pria itu dan kekasihnya, yakin, kalau Angeline akan menyerahkan semuanya pada mereka.


"Jadi, silahkan kalian menarik semua saham yang tuan-tuan miliki di perusahaan ini. Aku tidak merasa rugi sedikitpun, karena tidak ada keuntungan yang bisa kami terima dengan bekerjasama dengan kalian. Bahkan, kalian bermain curang dengan pembagian hasil yang hanya menguntungkan kalian.


"Ingat, kalian semua yang datang ke perusahaan ini untuk mendapat kontrak kerjasama dengan kami, bahkan mengemis di bawah kakiku. Setelah kalian berhasil mendapatkan nilai hasil yang sangat banyak, kalian ingin melupakan semuanya? Darimana asal perusahaan kalian berasal, yang hanya sebuah perusahaan kecil dan kumuh." Sungguh perkataan blak-blakan Angeline mampu membuat semua petinggi perusahaan menjadi terdiam dan berkeringat dingin.


Apalagi menatap tatapan mata Angeline yang sangat berbeda. Juga sikap yang jauh dari sebelumnya.


"Oh iya, tuan!" Seru Angeline pada seorang pria paruh baya.


"Bukankah, awal mulanya perusahaan anda, berasal dari bantuan kakekku? Aku berharap anda tidak seperti dengan ungkapan pepatah, kacang lupa kulitnya," seloroh Angeline, membuat pria tua itu terdiam dengan wajah pias.


"Sekarang kalian silahkan tinggalkan perusahaan ini. Aku rasa tanpa kalian pun perusahaan ini akan tetap maju, ingat, kalau kami memiliki kekuasaan sebagian dari wilayah negara ini," pungkas Angeline panjang lebar.


Para pemegang saham terlihat panik, selama ini mereka mendapatkan penghasilan menguntungkan dengan bekerjasama dengan perusahaan QW group.


Tanpa perusahaan tersebut, mereka tidak akan pernah merasakan keberhasilan.


Ternyata mereka salah besar mengikuti keinginan tuan James untuk menggiling jabatan Angeline sebagai pemimpin di gantikan, tentu saja agar mereka lebih leluasa bermain curang.


Mereka semua ingin memohon kembali di kakinya untuk tidak mengusir mereka dari perusahaan.


Namun Angeline sangat kejam, tidak akan memberikan kesempatan pada seorang yang mengkhianatinya.


Melihat para petinggi perusahaan keluar dari ruangan itu, meninggalkan ketiga orang tidak malu id dalam sana, yang mana Barack ingin mengambil alih bayinya.


Tentu saja Cintya tidak akan terima, kalau Angeline terus berada di lingkungan ternyaman.


"Keluarlah, jangan biarkan kesabaranku terkuras habis, perhatian sekeliling di ruangan ini. Yang sangat mudah untuk melempar kalian satu persatu." Perintah Angeline, tanpa memperdulikan tatapan tajam ketiganya.