
Pagi ini sedikit berbeda karena sekarang aku tidak sendiri lagi.
Yups, ada Lala.
Dengan semangat aku bangun pagi-pagi mandi kemuadian membuatkan sarapan untukku dan Lala.
Aku sengaja belum membangunkan Lala karena aku ingin sekalian memandikan Lala itung-itung sebagai latihan untuk calon bayiku.
Hari ini aku tidak membuat nasi goreng lagi, tapi aku membuat bubur ayam agar cocok dimakan untuk sarapan.
Setelah beberapa waktu mengobrak-abrik dapur akhirnya masakan bubur ayam jadi.
Aku berjalan ke kamar Lala membangunkannya dengan lembut, Lala anak yang pintar karena hanya butuh beberapa saat saja ia sudah bangun dan bersiap mandi.
Seperti kemarin Lala aku mandikan, karena kita akan keluar berbelanja aku mendandani Lala hingga dia terlihat seperti putri cantik, walau masih terlihat kurus, tapi setidaknya dia terlihat lebih hidup dan terawat.
Aku akan berusaha untuk mengembalikan kondisi tubuh Lala menjadi sehat dan berisi.
"Ayo La ini kakak buatin kamu Bubur ayam" ajakku memberi Lala semangkuk bubur ayam.
"Makasih kakak" katanya semangat.
"Lala suka warna apa?" Tanyaku.
"Lala suka warna itu" katanya sembari menunjuk ke arah baju daster yang aku gunakan.
"Ini namanya pink Lala sayang, nanti kita beli banyak barang pink buat kamu" kataku sambil mengelusnya.
Aku tak heran dia tidak tau mengenali warna karena selain dia masih kecil, dia juga hidup dijalan sendirian jadi wajar saja.
Tidak memerlukan waktu lama aku dan Lala menyudahi sarapan kami.
Aku kembali ke kamar untuk mengganti pakaian dan berdandan sedikit.
Aku memang sudah terbiasa memakai daster saat dirumah, ini karena aku mengikuti gaya mendiang ibu yang sangat menyukai daster.
Aku memutuskan untuk mengenakan dres putih polos dipadu padankan dengan sepatu kets putih dan sling bag putih agar selainĀ terlihat anggun aku juga membuat calon bayiku nyaman dengan apa yang aku kenakan.
Tidak kalah denganku Lala juga terlihat trendy dengan style Lala juga sangat imut.
Aku memakaikannya baju bergaya jumpsuit kuning dengan motif bunga kecil, gaya rambut double buns, dan sepatuh kets kecil warna kuning, Lala terlihat sangat imut dan trendy.
Setelah siap aku dan Lala langsung berangkat menuju pusat perbelanjaan terbesar di kota S.
Butuh waktu 15 menit untu kami sampai di Mall terbesar yang ada di kota S.
Lala terlihat sangat bersemangat dan tak henti-hentinya berseru kagum apa saja yang menarik minatnya.
Hal pertama yang kulakukan adalah membawa Lala ke lantai paling atas Mall dimana disana terdapat tempat bermain dan aneka mainan anak.
"Sebelum belanja kita senang-senang dulu sambil main oke" ajakku.
"Oke kak" katanya semangat.
Kami sampai di lantai 5 Mall dan di suguhi banyak jenis aneka mainan.
Aku langsung membawa Lala ke area anak sesusianya untuk bermain, dia sangat bersemangat dan hampir memainkan semua permainan.
Setelah melihat dia lelah bermain, aku mengajaknya untuk makan sekaligus istirahat di caffe yang ada di area permainan.
Aku memesan es krim coklat untuknya sedangkan aku memesan teh. Aku juga memesana beberapa cemilan, seperti waffel almond, Harajuku Long Fries, dan Hokkaido Milk.
Aku sengaja memilih makanan yang digemari anak-anak.
Setelah istirahat setengah jam, aku mengajaknya memulai kegiatan belanja kami.
Aku membawa Lala ke bagian mainan anak perempuan, karena pilihan Lala terlihat sangat ragu memilih apa yang dia mau.
"Kenapa La?"tanyaku.
"Gak apa-apa Lala pilih ini aja"katanya memberikan satu boneka beruang kecil padaku.
"La, kalo kamu mau ambil aja, kan kakak bawah Lala ke sini biar Lala bisa belanja sepuasnya, Lala juga bisa pilih mainan apa aja yang Lala mau, gak cuman mainan nanti juga kita bakal beli baju buat kamu, sama perlengkapan kamu, jadi jangan sungkan sama kakak, kan kakak sudah anggap Lala itu adek kakak" terangku.
Lala mengangguk namun masih terlihat sungkan dan hanya mengambil boneka beruang kecil itu.
"Emangnya Lala gak anggap kakak keluarga Lala?" Tanyaku pura-pura sedih.
"GAK kakak, Lala anggap kakak keluarga Lala"katanya manja.
Aku hanya tertawa kecil di buatnya.
"Yaudah kalo gitu jangan sungkan yak, Lala bisa pilih apa aja" kataku sambil mengelus rambutnya.
Dia mengangguk haruh.
Aku mengambil boneka yang di pilih Lala kemudian menggantinya dengan boneka yang ukurannya hampir sama dengan tinggi Lala.
"Kita ambil ini" kataku.
Matanya berbinar dengan semangat.
Aku memilih banyak jenis mainan untuknya, ada masak-masakan, alat dokter cilik, beberapa jenis Boneka yang besarnya hampir serupa dengan warna yang serupa juga yaitu pink, hampir semua jenis mainan anak perempuan yang berwarna pink masuk di dalam daftar belanjaan kami.
Setelah puas dengan mainan kami memasuki tokoh busana anak dan sekali lagi aku memborong banyak jenis pakaian yang menurutku lucu dan imut jika di kenakan oleh Lala.
Kami juga mendatangi banyak tempat seperti toko aksesoris, toko sepatu, dan beberapa toko lainnya.
Karena belanjaan kami sangat banyak aku menggunakan jasa kurir untuk mengantarkannya semuanya ke alamat apartemenku.
Aku dapat melihat Lala meski lelah dia juga sangat bersemangat karena itu aku mengajaknya untuk melakukan perawatan di salon yang ada di Mall.
Disalon kami melakukan creambath, Rambut Lala di potong sebahu dengan sedikit poni dan di buat keriting agar terlihat lebih imut.
Aku juga memilih gaya rambut yang hampir sama hanya saja aku melilih gaya lurus sedangkan Lala kriting.
Setelah itu kami melakukan hair spa dan hair manicure.
Perawatan kami memakan waktu cukup lama sehingga setelah semua selesai kami berdua dalam keadaan lapar.
Aku memilih restoran yang terlihat sangat ramai di Mall, dan kami memesan banyak makanan walau hanya berdua, tentu saja yang memakan lebih banyak itu aku.
Setelah puas berbelanja di Mall aku masih ingin mengajak Lala untuk mendatangi tempat SPa namun melihat hari sudah mulai sore dan Lala yang mulai mengantuk, aku mengurungkan niatku lagi pula tidak baik untuk kandunganku jika aku terlalu lama di luar rumah.
Jadilah kami kembali kerumah.
Sebelum naik ke lantai 2 apartemenku aku menyempatkan untuk membeli banyak stok es krim dan snack untuk aku dan Lala tidak lupa aku juga membeli beberapa barang yang sudah habis seperti sayuran, susu, roti, dan barang lainnya.
Di depan pintu sudah ada berbagai jenis barang yang aku dan Lala beli di Mall.
Sebelum aku membiarkan Lala terlebih dulu istirahat sebelum membongkar barang belanjaan kami yang dari Mall.
Aku juga langsung beristirahat dan tanpa sadar aku tertidur hingga jam 7 malam.
Aku terkejut dan langsung mandi kemudian memeriksa keadaan Lala, ternyata Lala masih tidur dikamarnya, dengan setelan kebanggaanku yaitu daster, aku langsung menuju dapur dan memasak untuk makan malam.
Menu makan malam kali ini adalah tumis kangkung dan rendang, aku sengaja membuat makanan lebih sedikit karena aku akan memesan pizza sebagai cemilan kenyang saat menonton tv nanti.
Saat keluar dari dapur aku melihat Lala sudah rapi dengan baju piyama pink duduk sambil menonton tv.
Aku mengajak Lala untuk makan malam, setelah itu kami menonton tv sambil makan es krim sembari menunggu pesanan pizzaku tiba.
10 menit berselang akhirnya pizza pesananku tiba, aku memesan dua loyan pizza ukuran yang sangat besar.
Sekali lagi aku makan yang paling banyak, mungkin pengaruh Bayi Pizza yang awalnya memenuhi meja kini hanya tersisa tempatnya saja, Lala juga terlihat sangat kekenyangan sampai-sampai dia bersender dengan beberapa kali bersendawa.
Jadilah kami berdua bermalas malasan di sofa sambil menonton tv. Karena sudah jam 10 malam aku menidurkan Lala dengan membacakannya cerita.
Dengan Lala yang sudah tidur aku memulai rutinitasku di depan komputer, aku mulai mengecek perkembangan saham yang telah kuinvestasikan dibeberapa perusahaan, aku juga mengecek email dan beberapa hal penting lainnya, setelah merasa semua berjalan dengan semestinya, aku mematikan komputer dan mulai istirahat.
jangan lupa like dan comen jika sukaš