Strong Woman

Strong Woman
bab 22



Angeline kini menatap tajam penuh kengerian pada orang-orang asing yang mengelilinginya.


Angeline masih dalam posisinya, duduk santai di sofa sambil menelisik wajah juga penampilan para pria bertubuh kekar di depannya.


Tiba-tiba terdengar suara tepuk tangan diiringi kekehan yang segera mendapat serangan tatapan tajam oleh, Angeline.


"Hai, keponakan. Apa kau siap untuk segera meninggalkan tubuh ini?" Tuan James berjalan mendekati Angeline, sambi memberikan tatapan sinis.


Angeline juga melihat sosok asing di belakang, pamannya. Mereka terlihat saling bertatapan, entah mengapa darah Angeline terasa mendidih dan menggebu.


"Apa kau bisa melakukannya?" Sahut Angeline yang segera bangkit.


"Tentu saja, mengeluarkan jiwa bengis di dalam tubuh keponakanku adalah tugasku, agar …."


"Kau akan menikmati semua harta keluarga Will? Apa kau lupa, siapa kau sebenarnya? Baiklah, aku akan mengingatkanmu, kalau kau hanya anak haram dari wanita murahan." Sela Angeline dengan wajah mengejek.


Wanita itu bahkan bersikap tenang, memainkan kuku indahnya, tanpa merasa terancam.


Tuan James pun terlihat tersenyum, melihat Angeline yang begitu tenang. Namun tidak dengan, pria yang bersama dengan James, sejak tadi ia begitu geram ingin segera melakukan ritual untuk menyingkirkan jiwa tangguh di dalam tubuh seorang wanita lemah.


"Yap, kau benar, tapi sebelum itu terjadi aku harus menyingkirkanmu dulu. Jadi … kau hanya memiliki dua pilihan, kau keluar dari tubuh keponakanku dengan sendiri, atau kami akan membuatmu kesakitan." Tuan James memberikan pilihan pada Angeline dengan wajah puas. Pria yang menutupi sebagian wajahnya dengan topeng terus memamerkan senyum liciknya.


"Aku bahkan akan lebih dulu menyingkirkanmu, paman," bisik Angeline, jangan lupa seringai mengerikan wanita itu.


"Benarkah? Kalau begitu …." Tuan James memberikan isyarat pada anak buahnya untuk menyerang, Angeline.


Ia juga memberikan isyarat pada temannya untuk melakukan sesuatu saat Angeline lengah.


Angeline masih terlihat tenang, ia melirik ke samping, di mana sebuah samurai panjang terpajang di dinding.


Angeline memindai satu persatu, pria yang kini bergerak ke arahnya dengan senyum mesum mereka.


Angeline menghitung, ada sekitar 12 orang pria dengan tampilan otot kekar dan menyeramkan.


"Bos, bolehkah, kami menikmatinya terlebih dahulu?" Ucap salah satu anak buah James dengan wajah begitu mesum melihat Angeline yang begitu sangat cantik.


"Kalian bebas melakukan apapun padanya," sahut tuan James, duduk di sofa dengan kaki bersilang, bersiap menyaksikan sebuah adegan yang akan membuatnya terhibur.


Mendengar ucapan pria itu, Angeline hanya tersenyum miring, namun dadanya begitu panas, wanita itu begitu ingin memotong lidah pria mesum tersebut.


"Kemarilah, nona cantik. Bersenang-senanglah bersama kami," ucap pria mesum yang sudah berada tiga langkah di hadapan, Angeline.


"Kemarilah!" Pinta Angeline. Tidak lupa wajah wanita itu begitu misterius.


Akan tetapi, pria itu membelokkan kedua kelopak mata saat merasakan benda dingin, melukai lehernya. Angeline dengan bengis, menggores leher pria itu dengan mudah.


Sejak tadi, Angeline menyembunyikan belati di balik bajunya.


Angeline tersenyum mengerikan di balik tubuh pria itu yang hanya bisa terdiam dan ingin mengatakan sesuatu namun suaranya tertahan.


Angeline mendorong tubuh pria itu hingga terhempas ke belakang. Membuat semua orang-orang yang ada di sana terkejut, melihat pria bertubuh kekar itu sudah terkapar.


Angeline dengan santai mengusap cairan merah yang membekas di belati, ia juga menatap satu persatu anak buah tuan James, sambil memainkan benda tajam berukuran kecil di tangannya.


"Kenapa kalian diam saja, hah! Cepat serang dan habisi wanita itu!" Gertak tuan James pada anak buahnya.


Kini anak buah tuan James yang tersisa, menyerang Angeline, ke sebelas pria itu bersamaan menyerang wanita di depan mereka.


Angeline tentu saja dengan sangat mudah mengkis, menghindari serangan mereka dengan gerakan lincah. Wanita itu juga memperhatikan setiap gerak-gerik lawannya. Sebagai wanita yang memiliki jiwa pertarungan hebat, sangat mudah untuk melumpuhkan semua anak buah — James.


Angeline menendang, memukul wajah hingga titik kelemahan seorang lawan.


Tidak ingin membuang waktu lama, Angeline bergerak gesit mendekati samurai.


Wanita itu pun mengendalikan benda tajam itu dengan sangat lihai, ia bahkan menyapu bersih anak buah tuan James.


Hingga yang terlihat di ruangan besar itu, begitu mengerikan. Darah berceceran di mana-mana dengan mayat terkapar.


Ruangan yang semula rapi, kini terlihat begitu kacau dan berantakan.


Angeline kini mendekati tuan James yang tercengang melihat Angeline yang bertarung begitu hebat.


Pria itu bersiap untuk mendekati temannya, namun sebuah samurai kini bertengger di pundak sebelah kirinya.


"Lihat, aku tidak membutuhkan satu jam untuk menyingkirkan mereka," bisik Angeline sambil menekan kuat samurai tersebut di pundak tuan James.


Membuat pria itu menahan rasa sakit dengan mengerang tertahan.


"Kau tidak akan semudah itu melenyapkanku." Tuan James menjawab perkataan Angeline dengan wajah menantang.


"Mengapa tidak, kau lihat? Benda ini sangat dekat dengan lehermu, bagaimana kalau aku mengayunkan ringan ke lehermu, bagaimana, apa kau ingin mencoba?" Sahut Angeline dengan jawaban santainya.


Saat Angeline ingin melukai tuan James, tiba-tiba ia merasa sesuatu aneh. Penglihatannya mengabur, tubuhnya mendadak lemah, seakan ditarik paksa.


Samurai di tangan kini terjatuh di atas lantai, wanita itu merasa dadanya begitu sakit, juga seseorang memaksa jiwanya keluar dengan begitu kuat.