
Tuan James tersenyum puas melihat wajah Angeline terlihat menahan rasa sakit.
Wanita itu merasa sesuatu energi menariknya keluar, Angeline berusaha sekuat tenaga untuk melawan energi negatif itu. Ia bisa merasakan dikelilingi oleh hawa negatif yang sangat kuat, yang mencoba mengeluarkan jiwanya dalam tubuh yang ia tempati sekarang.
Wajah Angeline terlihat merah, kedua mata tajam ke arah pria asing yang terlihat sedang sedang membaca atau melakukan ritual.
Tatapan Angeline begitu puas, memandang wajah pria di hadapannya yang tertawa lepas, saat melihatnya begitu menderita.
Angeline sekuat tenaga menahan teriakkan, sungguh ia merasa jiwanya begitu panas dan tubuh ini sedikit demi sedikit menjadi lemah.
Angeline menggenggam kuat ujung sofa, melawan energi jahat itu dengan mempertahankan Jiwanya tetap berada di dalam tubuh barunya.
Angeline tidak bisa melakukan apapun. ia juga bisa melihat, saat tuan James mengeluarkan senjata tajam dan bersiap untuk menusukkan tetap di jantung.
Angeline sekuat tenaga menarik tubuh yang mulai melemah itu, ia tidak mungkin membuat James berhasil membuatnya kehilangan nyawa sekali lagi.
"Ayolah, keponakanku. Bukankah kau begitu angkuh tadi? Kau bahkan terlihat begitu hebat." Tuan james mendekati Angeline dengan senyum miring, memainkan senjata tajam itu di tangannya.
"Kemarilah, aku akan membantumu menghilangkan rasa sakitmu, honey," bisik tuan James diiringi kekehan penuh kepuasan.
Melihat ekspresi wajah Angeline yang tidak mampu lagi mempertahankan jiwa dan raganya.
Entah mengapa ia sangat tidak sanggup melawan energi jahat yang sekarang menyerangnya di segala arah.
"Selamat tinggal, keponakanku? Semoga kali ini kau benar-benar m-a-t-i." Tuan James berkata mencemooh dan menekan ucapan di akhir kalimat.
Pria itu bersiap untuk menusuk bagian dada Angeline, wanita itu pun sudah tidak mampu bertahan dan hampir saja ia akan terjatuh di atas lantai, apabila seorang pria tiba-tiba menahan bobot tubuhnya.
Seketika Angeline merasa sesuatu energi kuat membuatnya bangkit kembali, seakan ada sebuah gesekan atau magnet yang saling memberi kekuatan.
Angeline menatap wajah pria yang berada di depannya, wanita itu hanya bisa membisu dengan kedua kelopak mata terbuka lebar, melihat sosok pria yang kini melindungi dari serangan berbahaya.
"Kau tidak apa-apa?" Sosok pria rupawan itu bertanya dengan tatapan khawatir, sosok pria yang bukan lain, adalah Dylan.
Pria yang sebelumnya ingin meninggalkan kediaman mewah Angeline, namun rasa penasaran membuat Dylan mengurung niat untuk pergi dan lebih memilih melangkah kembali ke dalam kediaman mewah tersebut.
Pria itu bisa melihat kehebatan Angeline dalam menghadapi para penjahat dengan sangat mudah.
Kedua mata Dylan membulat lebar, saat melihat sosok pria jahat lain kini menghunuskan senjata tajam ke arah Angeline yang sedang kesakitan.
Dylan tidak ingin menyesal nantinya, membiarkan sebuah tindak kejahatan menimpa seorang wanita.
Meskipun ragu, Dylan memberanikan diri untuk menolong Angeline.
"Kau!? Tegur Angeline yang terlihat sangat lemah.
"Jangan banyak bergerak, aku yakin mereka sedang melakukan ritual sihir padamu," bisik Dylan, sambil melirik sosok pria aneh di sudut sana.
Angeline mengintai pria itu di balik dada Dylan, tatapan Angeline sungguh begitu puas, siap melenyapkan mangsa.
Tuan James dan temannya mengerang tertahan, saat semua usaha mereka menjadi sia-sia.
"Sial," erang tuan James, melirik temannya yang juga terlihat terkejut.
"Ini tidak mungkin, pria itu memiliki energi positif yang sempurna, untuk membuat jiwa asing itu berada di dalam tubuh keponakanmu," gumam teman tuan James.
"Apa yang kau katakan! Cepat, lakukan sesuatu!" Sentak tuan James, yang mulai gelisah.
"Apa kau pikir aku sedang terdiam! Setelah energiku terkuras habis," sahut pria berpenampilan aneh itu.
Di saat keduanya sedang berdebat, seringai mengerikan terlihat di sudut bibir, Angeline.
Wajah wanita itu begitu suram dengan pandangan buas, ia masih bersembunyi di pelukan Dylan. Akan tetapi, sesuatu dingin berada di tangannya.
"Jangan bergerak, tetap seperti ini. Aku akan menghilangkan sihir bersama dengan tuannya," bisik Angeline, berhasil membuat tubuh Dylan menegang. Wajah pria itu tertegun dengan kedua mata tetap fokus ke depan.
Di mana ia bisa melihat, wanita yang berada di pelukannya, sedang menargetkan pria aneh di belakang tubuhnya.
Angeline siap melemparkan belati tersebut ke arah sasarannya yaitu, kening pria aneh tersebut.
Terdengar suara pekikan kesakitan, saat lemparan Angeline mengenai tepat sasaran dan seketika pria itu terhempas ke belakang dengan cairan merah mengucur di bagian dahi.
Tuan James, hanya bisa menganga dengan wajah shock, melihat benda melayang yang melewati bagian pelipis. Bergerak sedikit saja, maka tuan James akan menjadi mati.