Strong Woman

Strong Woman
bab 20



Sosok pria kini mencumbui bibir seorang wanita cantik dan seksi di tempat yang tidak dilalui orang lain.


Sang wanita mendominasi cumbuan kali ini dengan pria tinggi di depannya hanya diam dengan pikirannya terus tertuju kepada sosok wanita lain.


"Maaf, Clara. Aku tidak bisa melakukannya. Sebaiknya berhentilah mencariku, karena mulai sekarang kau bukan kekasihku lagi." Ucap pria itu dengan wajah serius.


Dylan sungguh kehilangan minat pada wanita hanya karena efek tamparan mendadak yang ia dapat dari wanita asing.


Wanita yang bernama Clara, terlihat terkejut. Ia begitu keberatan harus berpisah dari Dylan.


"Sayang, apa yang kau katakan, apa perlakuanku di ranjang kurang memuaskan? Atau bentuk tubuhku kurang sekali?" Cerca wanita berwajah cantik di hadapan Dylan.


Pria itu hanya menggelengkan kepalanya dengan raut wajah biasa saja.


"Aku hanya tidak minat lagi padamu. Aku ingin sendiri dulu saat ini," pungkas Dylan.


Jelas saja wanita di hadapannya begitu marah dan keberatan dengan keputusan, Dylan.


"Maaf, aku hanya tidak ingin berhubungan denganmu lagi," lanjut Dylan dengan ekspresi wajah tenang.


"Brengsek, plak!" Wanita itu pun menampar juga memakinya, setelah itu meninggal Dylan dengan wajah sedih.


Dylan sendiri terlihat menarik nafas panjang, ia sekali lagi mendapatkan tamparan di sisi wajah lainnya.


"Mungkin ini adalah karma," ucapnya yang berjalan kembali ke pusat acara.


"Maaf, ini sudah dimiliki oleh nona muda dari keluarga Will." Dylan menghentikan langkahnya saat mendengar negosiasi yang dilakukan oleh pihak penyelenggara dengan seorang tamu terhormat. Namun yang menjadi perhatian Dylan, adalah gadis yang disebutkan oleh manajer.


Dylan mendekati petugas penyelenggara acara pameran lukisan antik bersejarah itu.


"Maaf, ma'am. Apa aku boleh tahu siapa calon pemilik lukisan indah ini?" Dylan bertanya, sambil menatap lekat lukisan yang sudah terbungkus rapi.


Dylan seakan menemukan cara khusus untuk bisa bertemu dengan wanita unik itu.


Pria itu tersenyum dan memberikan sebuah penawaran pada pihak gallery. Dylan menawarkan beberapa lembar dollar pada staf itu, yang di sambut dengan senyuman.


Dylan kini berdiri di hadapan sebuah bangunan megah. Dylan menatap takjub sekitar Mansion mewah itu.


"Ini benar-benar mewah," gumam Dylan.


Tidak lama terlihat seorang petugas keamanan khusus di Mansion mewah itu membuka gembok dan mempersilahkan, Dylan masuk.


Pria itu berada di depan pintu Mansion, menunggu seseorang membuka pintu untuknya. Dylan menatap mobil box di belakangnya, di mana terdapat lukisan dengan harga yang begitu tinggi.


Lukisan yang menjadi rebutan para wanita, kini berada di kediaman terkaya di negaranya.


"Anda mencari siapa, tuan?" Tanya seorang pelayan yang baru saja membuka pintu untuk Dylan.


"Apa benar ini alamat rumah dari nona muda Will?" Tanya Dylan sambil memperlihatkan secarik kertas yang bertuliskan alamat dan nama sang pemilik lukisan.


Pelayan itu pun menjawab dengan membenarkan perkataan Dylan. Ia lalu memberitahukan kepada Angeline yang sedang berada di kamar bayinya.


"Anda diperbolehkan masuk tuan," ujar pelayan yang menyambut Dylan dengan wajah ramah.


Pria itu pun memasuki kediaman mewah Angeline, di mana ia bisa melihat foto wanita yang menarik perhatiannya terpajang di ruang tamu.


"Anda bisa memasang di sini!" Pinta pelayan tersebut sambil menunjuk ruang keluarga.


Dylan mengiyakan perintah pelayan itu, pria tinggi itu terus mencari tahu keberadaan, Angeline.


Sementara Angeline kini sedang memandangi wajah terlelap putranya. Ia sedikit lebih membaik, setelah kejadian beberapa jam yang lalu.