
Setelah membaca pesan dari bunda, aku langsung memamerkan senyum pasta.
Melihat gadis kecil ku kesal dan berlaku seperti anak kecil membuat diriku benar benar ingin membuat aku mengutarakan semua isi hati ku padanya.
Sudah sejak lama rasa ini ada namun tak ada satupun yang tau bahkan Reno sekalipun yang notabennya kakak sigadia dan sahabat dekat ku.
Saat ia meminta untuk ditemani makan, aku berusaha menolak karena memang seluruh tubuh ku rasanya sangat lelah akibat perjalanan panjang kemarin.
Jika saja usia kita sama dan dia mengenal ku sebagai sahabat kakanya pasti sudah ku jadikan dia sang pujaan yang nyata didunia ini, bukan pujaan yang ada dalam hati ku saja.
Aku melihat rumah makan dekat perumahannya.
Rumah makan ini didesain klasik dan terlihat nyaman. Sebenarnya aku baru pertama kali berkunjung, dari yang ku dengar rumah makan ini menyajikan semua makanan yang bersangkutan dengan pedas.
Meski pun tahu bahwa gadis yang kini tengah menatap plang nama restoran dengan raut bertanya ini tak suka pedas, tapi rasanya aku rindu membuatnya kesal.