Revert To Me

Revert To Me
Ilham ngerusak moment..



Pagi ini semuaย  berjalan seperti biasa. Aneh memang jika harus melihat wajah Dj dipagi hari buta seperti ini.


Sejak dulu hanya Dj lah yang sangat sulit jika harus bangun dipagi hari.


Bahkan dulu saat ia menjadi peserta Ujian Nasional ia harus menginap dirumah ku. Kalian tahu kenapa? Karena ada bunda yang dengan sabar membangunkannya. Sejak kecil Dj memang hanya tinggal dengan ayahnya dikarenakan ibunda tercinta sudah lebih dulu menghadap yang maha kuasa.


"Kak, lo tumben amat udah bangun." Ucapku saat didalam mobil melihat wajah kak Dj yang sembab khas orang baru bangun tidur.


"Buat lo apa sih yang enggak." Jawabnya sambil menunjukkan wajah sok manis.


"Receh lo!ย  Lo udah sarapan?" Tanyaku diakhir kalimat.


"Belom nih." Jawabnya sambil memegang perutnya.


Mendengar jawaban dari Dj aku langsung teringat bahwa pada saat dirumah tadi bunda memasukkan bekal untuk makan siangku. Jadi aku memutuskan untuk memberikan roti berisikan selai kacang dan juga coklat kepada Dj.


Aku meraih ransel milikku yang kuletakkan di bangku penumpang bagian belakang dan mengambil sebuah kotak berwarna biru yang tak lain dan tak bukan adalahย  tempat makan yang disiapkan bunda.


"Gua ada roti nih lo mau?"


Tanyaku setelah membuka kotak tempat makan.


"Boleh, suapin iya." Ucapnya sambil melihat jalan raya.


"Manja lo. Buka mulutnya." Ucapku jutek sambil menyuruhnya membuka mulut.


"Jangan-jangan lo belum mandi iya kak?" Lanjutku bertanya setelah memberikannya sepotong roti


"Belom. Mau mandi in gua?" Ucapnya dengan wajah smirk..


"Mandi sana sama nenek gayung!" Ucapku sambil memasukkan potongan roti yang cukup besar.


"Heehh" ocehnya hanya bisa melotot.


"Lo gila ar, kalo gua mati keselek gimana? Parah lo parah." Ucapnya sok dramatis.


"Gak papah lo mati, biar gua bisa cari kakak yang lebih ganteng dari lo." Ucap gua sambil menjulurkan lidah.


"Ehhh, minum dong elo enggak perhatian amat si gua keseretan gini." Ucapnya disela-sela mengunyah.


"Ada nih tapi bekas gua." Jawabku ragu sambil menunjukkan sebotol air mineral.


"Elah lama lo emangnya lo rabies? Enggak kan?" Ucapnya merebut minuman yang ada di tanganku.


"Taa......" Ucapan ku terhenti saat melihat Dj sukses menenggak habis minuman ku.


"Tapikan kata kak Reno minum bekas minuman orang itu sama aja kaya...." lanjutku kesal namun saat diakhir kalimat aku berhenti.


"Kaya ciuman?" Tanya Dj menaikkan satu alisnya.


"Siapa juga yang mau nyium anak kecil kaya lo." Ucapnya sambil memberikan botol yang sudah kosong...


Sedangkan aku hanya mengerucutkan bibir sambil menatap kesal ku kearah luar jendela mobil.


"Kan yang minum gua bukan lo. Ribet dah lo." Ucapnya ketika aku mulai tak mengeluarkan suara.


Setibanya didepan gerbang aku langsung menuruni mobil, namun sebelum turun....


"Kak, makasih iya. Elo enggak usah nyamain diri lo kaya hafiz, percaya sama gua kalo gua bisa jalanin hidup gua sendiri." Ucapku pelan berusaha menyampaikan maksud hati ku.


"Gua percaya lo bisa ar, tapi emang gua salah kalo merhatiin lo juga kaya waktu masih ada hafiz?" Ujarnya lembut.


"Yaudah terserah lo aja. Makasih buat semuanya." Ucapku lalu pergi keluar dari mobil.


****


Sesampainya dikelas aku disambut dengan hangat oleh teman-teman terdekatku. Mereka sengaja berangkat lebih awal hanya untuk memberikanku kejutan. Sederhana namun memiliki kesan kekeluargaan.


Mereka membuat tulisan dipapan tulis menggunakan berbagai macam warna sepidol dan hiasan hiasan lucu.


"Selamat datang arin.


We love you?" Ucapku ketika membaca tulisan dipapan tulis.


Dan kini dapat terlihat jelas bahwa saat ini aku sedang tersenyum lebar.


Tiba-tiba....


"Sehat selalu iya rin" Ucap Resty membawakan setangkai bunga lily putih.


"Jangan pernah menganggap kalo lu sendiri rin." Ucap Saekha dengan satu tangkai bunga yang sama.


"Disini ada kita," ucap Monza dengan bunga yang sama, dan di ikuti Riri di sampingnya yang langsung memberikan bunga itu pada ku.


"Sahabat sekaligus keluarga lo" Ucap riri seraya memeluk. Air mata ku tak lagi dapat ku bendung, dan kini air mata itu jatuh membasahi pipi ku. Air mata ini bukanlah air mata kesedihan melainkan air mata terharu karena memiliki teman-teman seperduli mereka.


"Jangan galauin gua mulu rin." Ucap ilham tiba-tiba hadir dibalik pintu kelas dengan handicam ditangan.


Ucapan Ilham membuat keempat orang yang kini tengah berada didepan ku kesal, Hal hasil mereka ber empat berkata dengan serentak.


"Van please LO NGERUSAK MOMENT!"


"Gua selalu salah." Ucapnya sok sedih


Tiba-tiba....


.


.


.


.


.


.Hai- hai jangan lupa iya vote dan komentarnya... Tinggalkan jejak kalian gyus....๐Ÿ™…๐Ÿ™…๐Ÿ™…๐Ÿ™…๐Ÿ™