Revert To Me

Revert To Me
That should be me




.


.


Setelah aku dan Revo tiba didalam gedung, tepatnya lantai 17 yang sengaja disewa hanya untuk acara kami khusus malam ini. Semua mata tertuju pada kami yang perlahan tapi pasti memasuki ruangan dengan genggaman lembut Revo yang tak terlepas dari tangan ku.


"Vo lepas malu tau enggak diliatin semua orang."


"Lo mau malu diliatin orang atau malu diketawain beandra sama cewek barunya?" Ucapnya melepaskan genggaman dan beralih merangkul ku.


Perkataan Revo Sukses membuat mood ku hancur, ternyata ia telah lebih dulu melihat keberadaan bean dibanding aku. Bean berdiri Tepat disamping Mimi yang kini tengah menatap kehadiran ku dengan Revo penuh kemenangan.


"Hanya untuk malam ini." Ucapku berbisik ketika hanya tinggal beberapa langkah lagi kami berhadapan dengan mimi dan juga pasangan yang sangat ku hindari.


"Waaaahh akhirnya elo dateng juga rin, Kangen..." Ucap Mimi seraya memeluk ku.


"Ini juga karena ancaman lo."


"hehe... Btw Kok kalian gandengan segala? kalian pacaran?" Tanya Mimi kepo akutnya kumat.


Baru saja aku ingin membuka suara tapi Revo malah memotongnya.


"Belom tapi akan. ehhh gua kebelakang dulu ya." Ucap Revo lalu berlalu ke belakang panggung.


"Oh gitu pantes tadi pas gua minta tolong dia semangat banget. lo kenal dimana?" Ucapnya manggut - seakan paham lalu bertanya.


"kita satu sekolah mi."


"ehemmm..." Deham seseorang membuat ku tersentak kaget.


"Hai,,apa kabar?" Tanya pria bertubuh besar yang tingginya melebihi orang Indonesia pada umumnya.


"Ba__baik." Ucapku yang mendadak kaku.


Disaat orang yang memiliki tubuh besar nantinggi tersebut akan bertanya lagi tiba - tiba....


"Everybody's laughing in my mind.


Rumors spreading 'bout this other guy" suaranya berhasil mengundang semua mata untuk tertuju padanya.


"Do you do what you did when you did with me


Does he love you the way I can


Did you forget all the plans that you made with me


Cause baby I didn't"


Kini semua mata benar-benar tertuju padanya.


"You said you needed a little time from my mistakes


It's funny how you used that time to have me replaced


Did you think that I wouldn't see you out at the movies


What you doin' to me


You're taking him where we used to go


Now if you're trying to break my heart


It's working cause you know"


"That that should be me holding your hand


That should be me making you laugh


That should be me this is so sad


That should be me


That should be me


That should be me feeling your kiss


That should be me buying you gifts


This is so wrong I can't go on


'Till you believe


That should be me"


Tatapannya tak lepas kearah ku membuat ku menunduk malu. Malu karena kini semua orang mungkin berfikir tentang hal yang sama seperti ku, yaitu ia menyanyikannya untukku.


"I need to know should I fight for love


Or disarm


It's getting harder to shield


This pain is my heart


Ooh Ooh"


"I need to know should I fight for love


Or disarm


It's getting harder to shield


This pain is my heart


Ooh Ooh"


"That should be me......" menatapku lebih dalam.


perlakuannya sukses membuat pipiku terasa panas. Entah apa yang ada di pikiran Revo yang pasti ia telah mengambil kesempatan dalam kesempitan. Rasanya aku ingin segera mengakhiri semua ini, saat ini aku hanya ingin waktu membawa ku menghilang pergi dari tempat ini.


"Gua ke toilet dulu ya mi." Ucap ku langsung bergegas meninggalkan Mimi yang masih terpaku pada Revo.


Selama perjalanan ku menuju toilet aku terus meruntukin hal bodoh yang baru saja aku lakukan, dengan pipi yang mungkin masih me- merah dan pasangan mata yang masih menatap ku bingung aku terus berjalan tanpa memperdulikan apapun.


.


.


.


.


.


Jangan lupa vote dan komentarnya....