Revert To Me

Revert To Me
Berjalan lah....




.


.


Tak ada yang perlu disesali dari semua pertemuan kita dengan orang-orang yang telah pergi.


Tak ada yang perlu dihindari dari semua takdir yang telah tuhan gariskan untuk kita.


Tak ada yang perlu ditakuti dari sebuah perpisahan yang mungkin sudah tuhan rencanakan.


Karena cinta tak membutuhkan peta untuk menghampiri pemiliknya.


Dan,,


Karena takdir yang akan membawa cinta dengan sempurna pada pemiliknya.


****


Besok semua akan berjalan seperti biasa, meski mungkin akan jauh lebih sepi tanpa hadirnya Hafiz. Jujur aku masih tak mengerti apa alasan Hafiz pergi.


Tiba-tiba otak ku terkoneksi pada pembicaraan ku dengan Dj kemarin petang tadi di Danau tempat biasa kami berkumpul.


"Kak Dj seandainya semua udah enggak sesempurna ini, apa lo masih tetep melindungi gua dan bunda?" Tanya ku menatap wajahnya yang kini tengah menatap danau.


"Maksud lo?" Tanyanya bingung dengan salis yang saling bertautan saat memalingkan wajahnya kehadapan ku.


"Seandainya ada sebuah rahasia yang terbongkar, terus keadaan berubah menjadi dingin, apa lo masih berada di sini? Disamping gua dan bunda?" Jelasku padanya


"Elo ngomongin apa sih ar, ya jelaslah gua akan tetap bersama kalian. Kalian kan keluarga gua." Ucapnua sambil mengacak-acak rambutku yang terurai sebahu.


"Lusa lo mulai sekolah lagi kan?" Tanyanya.


"Hemm." Deham ku sambil menyandarkan kepalaku dibahunya.


"Gua anter iya?" Tanyanya cepat.


"Enggak usah kak, gua tau lo kali. Elo kan kebo." Jawabku sambil tertawa renyah.


"Kebo mana ada yang seganteng gua mbak." Ucapnya sambil menyombongkan diri.


"Iya tau kok, elo kan emang paling ganteng sekeluarga anoa."


Ucapku sambil mengangkat kepalaku lalu menjulurkan lidah kearahnya.


"Diiihh songong anak kecil." Ucapnya sambil mencubit pipi ku.


""Aww,, sakit tau.." Protes ku.


"Yaudah pulang yuk.." ajaknya melihat awan sudah semakin gelap..


****


Selain Bunda, kini yang ku punya hanya Dj dan Riri teman sekolahku sejak SMP. Setelah kepergian Hafiz mungkin hanya mereka kini yang menjadi kekuatanku, hanya mereka kini yang selalu ada untukku.


Aku meraih ponselku yang sedari tadi terletak diatas nangkas. Dan segera menyalakan data untuk mengecek kabar dari teman-teman sekolah ku..


INSOSIS (INTERNAL SOSIAL SISTA-SISTA) nama group line kelas ku.


543 line? Pasti isinya tidak jelas.


Aku membaca secara random. dari atas kebawah.


"Kelas sepi iya enggak ada arin." Riri


"Miss arin" resty


"Miss arin(2)" monica


"Miss arin (9999)" Bagas


"Save arin" ilham


"Kaco lo bagol." Cantika


"Hidup tanpa cinta"


"Bagai taman tak berbunga." Aldy


"Jelas lu!"*


"Jelas lu bodoh!"*


"Ck!"*


"Spam lo budong."*


"Sampah"*


"Bully aldy yukkk..."*


" deh bocah"*


"Lu waras dy?"*


"Arin kapan masuk sih kangen tau."*


"Sama"*


"Sama(6543791)"*


"Sama (109754581)"*


*"Cieee kangen arin iya?? Besok arin masuk kok."


*"Tenang-tenang enggak usah galau gitu dong semua."


"Enggak jadi kangenin arin yookk."*


"Enggak si..."*


"******"*


"Arin kan sayangnya kita semua."*


"Sayang arin:* "*


"Yeee si bagol emang enak..."*


****


Begitu lah kegaringan dan tidak jelasnya group kelasku. Aku mencoba memejamkan mata ku hanya untuk melepas rasa peningku yang terkadang datang secara mendadak...


.


.


.


.


.


.


.maafkan hayati part ini tidak jelas... tolong tinggalkan vote dan coment ya....🙅🙅🙅🙅