
#author PoV
Saat ini Revo berada di tempat persembunyian nya yang tak lain adalah rooftop sekolah.
Tak banyak yang mengetahui bahwa Revo suka menyendiri disini, mungkin hanya segelintir orang yang mengetahui keberadaan revo jika tidak ada bersama teman-temannya...
Sudah tiga jam Revo menyendiri sejak percakapannya dengan Arin di uks berujung pertengkaran pada dirinya.
Ia tak marah pada gadis itu hanya saja, amarahnya selalu muncul ketika membicarakan Bean "mantan sahabatnya ".
Disatu sisi Revo senang karena berhasil mengungkap kebenaran yang selama ini ia tutupi hanya demi senyum di wajah gadis itu. Tapi disisi lain Revo khawatir dengan keadaan gadis itu, gadis yang tadi ia tinggalkan begitu saja diruang Uks.
Revo takut wanita itu melakukan hal yang tidak seharusnya ia lakukan. Tapi saat ini revo benar-benar tak bisa menghampiri gadis yang memiliki panggilan Arin itu.
Fikiran Revo kacau, hatinya seakan hancur saat melihat air mata gadis itu mengalir karena ucapannya. Rasanya baru saja gadis itu memberikannya senyum terindah yang nyata, yang tak pernah gadis itu keluarkan selama mereka kenal Namun sesaat kemudian ia kembali menjatuhkan Revo yang sempat terbang karena senyumnya.
Sudah dua bungkus rokok Revo hisap namun semua fikiran kacau itu tak kunjung menghilang dari kepalanya.
Revo menginjak rokok terakhirnya yang tinggal setengah lalu mengusap wajahnya dengan gusar.
Saat ini yang Revo butuhkan ada lah ketenangan. Meski sudah berada di rooftop sekolah yang tergolong sepi itu tak membuat Revo tenang.
Revo menurunkan anak tangga lalu berjalan dengan santainya menuju parkiran mobilnya. Revo mengendarai mobilnya melalui gerbang sekolah dan langsung keluar begitu saja tanpa mendapatkan banyak pertanyaan dari satpam penjaga sekolah.
(Perlu kalian tau Revo sudah menyogok satpam itu agar tak banyak tanya dan tidak membocorkannya pada guru-guru disekolahnya.)
Setelah hampir sepuluh menit akhirnya Revo memasukkan mobilnya kedalam pekarangan rumah bergaya klasik. Iya rumah ini adalah rumah sewaannya bersama dengan teman-temannya Saekha, Bastian, Ilham.
Revo berjalan memasuki rumah, tanpa ragu. Setibanya didalam rumah sederhana bergaya klasik tersebut ia langsung menuju kamar mandi untuk mendinginkan suhu tubuhnya.
Lima belas menit berlalu...
Revo keluar dari kamar mandi menggunakan boxer hitam bermotif kepala tengkorak.
Lalu Revo segera bergegas menuju kamar tidur yang ia tiduri hanya untuk melepas penatnya disaat ia sedang dalam kondisi seperti ini.
Tring.
Sebuah line masuk atas nama Dj
"Lo sekolah gak sob?"*
"Okeh bro sip."*
Kali ini Revo harus berbohong, karena ia belum siap bertemu dengan Arin ditambah lagi jika Arin terus menodongnya dengan pertanyaan seperti tadi.
Revo menyalakan pendingin ruangan hingga mencapai suhu minus empat (-4). Baginya hari ini sangat panas, padahal ia baru saja mandi dan belum mengenakan pakaiannya.
Revo menghempaskan dirinya keatas tempat tidur berukuran king tersebut.
Lambat laun Revo mulai merasakan kantuk dan mencoba menutup mata lalu tertidur dengan pulasnya. (tidur Mulu nih bocah)
****
Disisi lain Arin yang kini telah merasa tubuhnya telah lebih baik dari pada beberapa jam yang lalu langsung pergi menuju kelasnya.
Setibanya dikelas ia langsung mencari sosok yang tadi meninggalkannya seorang diri dalam ruang ber aromakan obat.
Arin menatap bingung kearah kursi tempat biasa pria itu duduk.
Kosong? Kemana pria itu? Lalu Arin langsung meletakkan bokongnya diatas kursi tempat dimana biasa ia duduk.
"Revo belum balik dari tadi?" Tanya ku pada Riri.
"Belum, bukannya dia sama lo?" Jawab Riri berbalik nanya.
"Entah lah." Jawabku acuh.
"Elo berantem lagi ama dia?" Tanya Riri memastikan.
"Gitu lah Ri." Jawab ku.
.
..
...
Vote dan komentarnya jangan lupa gyus.🙅🙅🙅🙅