Revert To Me

Revert To Me
merindukan



*Mengapa rasanya begitu sulit?


Mengapa rasanya begitu berat?


Mengapa rasanya begitu sukar?


Mengapa?


Kita tak akan pernah sejalan


Ataupun hanya sekedar satu pandangan.


Kita tak akan pernah bisa sejalan, sejak dahulu, kini dan mungkin esok.


Kita bah benda hidup dan benda mati.


Terkadang kamu adalah benda mati dan saya benda hidup atau mungkin sebaliknya.


kamu tau mengapa?


Benda hidup selalu ingin bergerak untuk berubah.


Sedangkan benda mati ingin berubah namun, ia tak mampu untuk bergerak.


Maaf jika penilaian saya buruk, tapi itu kenyataanya.


Tapi kamu harus tau bahwa disetiap perbedaan tak hanya memiliki sisi negative saja.


Percayalah disetiap perbedaan pasti ada sisi positive nya*.


****


"GUA BENCI LO, tapi gua kangen lo fiz." Ucapku seraya menenggelamkan wajahku dibalik tanganku yang bertumpu pada lututku.


Berada seorang diri dirumah yang cukup besar membuat ku tak mengerti harus berbuat apa. bunda sedang dirumah kake sejak seminggu yang lalu alhasil hanya aku sendiri...


Andai saja masih ada Kak Reno ataupun Hafiz pasti tak akan sesepi ini.


DJ? dia sungguh tak bisa diandalkan..


Saat ini aku benar-benar merasa sendiri, semua kebahagiaanku seakan hilang.


Revo sukses membuat semuanya kacau. Perkataan Revo terus terputar sempurna dipendengaran ku, Rasanya sulit untuk menerimanya.


Aku menatapnya bingung ketika melihatnya baru saja tiba dihadapanku. Ia menyuruhku untuk menemuinya dirumahnya, meski awalnya aku yang memintanya untuk bertemu.


Demi masalah yang tak kunjung menemui ujung nya ini aku, berbesar hati memulai semuanya untuk menyelesaikan drama murahan ini. Tapi entah persetanan apa yang merasukinya Revo malah membicarakan persoalan diluar masalah ini, yang malah memperburuk keadaan.


Pria itu tak pernah bisa membiarkan suasana antara aku dan dia berdamai sepertinya. Ia selalu sukses mengacaukan niatku, jika setiap kali aku ingin mengakhiri semuanya.


"Emang salah gua mau ngelindungi gadis yang gua cintai?" Ucapnya dengan menunjukkan wajah smirk.


"Stop vo! Gua muak dengan sikap lo yang kaya gini." Ucapku seraya menutup kedua telingaku.


"Gua sayang bahkan cinta sama lo sejak dulu kita Smp." Ucapnya seraya meraih tanganku yang sedang menutup kedua telinga ku.


"LO ORANG YANG JAHAT UNTUK ORANG YANG LO CINTAI. ELO! aaaahhh...." Ucapku seraya menghempaskan tangan Revo yang sejak tadi menggengam pergelangan tanganku dan mencoba melangkah pergi.


Tapi belum sempat aku melangkah pergi Revo berhasil menarikku kedalam pelukkannya.


"Maaf jika lagi-lagi gua selalu buat lo kecewa, gua tau rin gua enggak pantes mencintai lo. Tapi gua juga enggak bisa jauh-jauh dari lo, cinta ini begitu dalam sejak awal. Maaf mungkin gua terlalu ikut campur dengan urusan lo dengan Hafiz tapi dia gak sebaik itu selama ini. dan gua cemburu sama dia, karena yang gua liat kalian bukan rasa sayang adik kakak, kalian saling mencintai tapi takut kehilangan."


"..."


"Tolong ajarin gua untuk berhenti dari semua perasaan yang enggak seharusnya ada, seperti yang lo mau rin."


"Lepas! GUA ENGGAK PERDULI DENGAN SEMUA ALIBI LO, GUA PERCAYA HAFIZ NGERTI?!" Ucapku penuh penekanan lalu pergi dari hadapan Revo tanpa jejak.


*****


"Aaaaahhhhhrrrgg...... Kenapa lo harus pergi disaat ada orang kaya Revo menjatuhkan lo fiz? Kenapa? Atau mungkin Revo benar bahwa lo adalah dalang dibalik kematian kak Reno? Hafizzzz gua benci lo!" Ucapku mengacak-acak semua benda yang ada dikamar.


.


.


.


.


. Cieeee,, pendek partnya udah gitu enggak jelas lagi. Maafkan aku🙆🙆🙆🙆


Jangan lupa vote dan komentarnya iya🙅🙅🙅🙅🙅