Revert To Me

Revert To Me
Bosan....



.



.


Sudah Empat jam berlalu. Dari mulai mengacak-acak kamar hafiz sampai menjaili Bi Sumi yang sedang membersihkan rumah sudah ku lakukan demi menghilangkan rasa bosan pada diriku...


Hingga pada satu titik mata ku tertuju pada sebuah kotak yang terdapat diatas lemari berukuran besar dikamar Hafiz.


Terdapat sebuah buku album foto yang berisi foto-foto keluarga Hafiz, Om Refando, Tante Nisa (Ibunya Hafiz yang telah meninggal), Kak Dj, Kak Reno, dan teman-teman club mobil mereka saat masih ada Kak Reno.


Belum sempat aku membuka hingga bagian akhir Hafiz telah merebut dengan kasar album foto yang ada ditangan ku. Entah setan apa yang menyelimuti dirinya hingga ia bersikap seperti itu.


"Keluar!" Ucap Hafiz memerintah ku untuk keluar dari kamarnya.


Aku langsung menurut ketika hafiz menyuruhku untuk meninggalkan kamarnya. Karena bagi ku jika ia sudah marah itu artinya ia sedang benar-benar hancur.


Hafiz bukanlah orang yang mudah marah, pemandangan seperti ini sangat jarang ku lihat bahkan tak pernah.


Hafiz selalu bisa menahan amarahnya saat bersama ku. Inilah kedua kalinya aku melihat hafiz seperti ini. Kemarahan yang pertamanya saat bersama ku, pada saat dulu ada segerombolan siswa SMA yang mengganggu ku saat berjalan sendirian setelah lelah menunggu Hafiz yang tak kunjung datang.


Saat itu hafiz benar-benar marah ketika segerombolan berandal yang memakai seragam setara dengannya mencoba mengganggu ku. Hafiz menghajar satu persatu dari keempat brandal itu hingga akhirnya Hafiz memenangkan perterungan tersebut. Bagi hafiz melawan berandal yang hanya bisa menghabisi uang orang tuanya saja hanyalah masalah kecil, karena hafiz adalah atlet taekwondo yang menjuarai perlombaan setingkat provinsi.


****


"Bi, hafiz kenapa sih?" Tanya ku heran pada Bi Sumi.


"Bibi enggak tahu neng." Jawab Bi Sumi yang juga binggung sama seperti ku.


Setelah lama berfikir, aku mencoba memberanikan diri untuk menemuinya dan mencoba menenangkan dirinya jika masih diselimuti kemarahan.


Tok..tokk..tokkk...


"Fiz? Hafiz?" Ucapku ketika tak menemukan hafiz didalam kamarnya. Pada saat aku duduk dikursi meja belajarnya yang terdengar hanyalah air shower yang turun mengenai lantai dari dalam kamar mandi.


Ceklek...


Suara pintu terbuka dan disana terdapat Hafiz yang sedang menatapku, namun tak lama mengalihkan pandangannya kearah lain.


"Fiz,, lo kenapa sih?"


Tak ada jawaban.


"Gua minta maaf fiz, mungkin lo enggak suka dengan kelancangan gua buka album foto itu." Ucapku langsung memeluknya dari belakang. Bau mint tercium sangat kuat saat wajahku kini menyentuh punggungnya yang tak dilapisi baju.


Masih tak ada jawaban.


"Fizz...." Ucapku tertahan lalu melepaskan diri dari punggung Hafiz.


Rasa pusing yang menyerangku tempo hari kembali hadir, Membuatku tak dapat menjaga keseimbangan tubuh.


Bruugghh.... (visual bunyi jatuh kelantai.)


Dan tiba-tiba semua menjadi gelap....