
Jakarta adalah kota yang tak pernah luput dari kemacetan.
Pagi ini aku berangkat menuju sekolah dengan supir, pak danang namanya.
Biasanya Hafiz yang selalu menjemputku, namun pagi ini ia tak bisa menjemputku.
Dari percakapan ku tadi sebelum berangkat menuju sekolah, Hafiz menjelaskan bahwa akan ada kuis pagi dikampusnya.
Oh iya sampai lupa, nama ku adalah Arin syah leyrs.
Leyrs adalah nama dari kakek ku jadi jangan tanya mengapa harus leyrs.
kehidupan ku hampir sempurna karena dikelilingi oleh orang-orang yang menyayangi ku. meski satu diantara mereka telah ada yang pergi untuk selamanya. Namun itu tak membuat kasih sayangnya hilang dalam kehidupan ku.
Ditengah kemacetan pak danang menyadari bahwa ban mobil yang kami tumpangi kempes.
"Mba, kaya nya ban mobil nya kempes, gimana ya? bisa-bisa telat sampai kesekolahnya." Ujar pak danang bingung.
"Yaaahh, pak terus aku naik apa dong? taksi? mana ada ditengah kemacetan gini, kalo pun ada pasti didalamnya ada orangnya." Ujar ku tak kalah binggung.
"Yaudah saya coba cariin dulu mbak." Ujar pak danang menenangkan ku.
setelah beberapa menit menunggu pak danang mencari taksi, namun tak kunjung membuahkan hasil akhirnya aku memutuskan untuk menggunakan ojek untuk sampai ke sekolah.
Setibanya didekat pangkalan ojek...
"Bang anterin saya ke Sekolah Jaya Raya iya." Ujarku..
"Maaf mba, saya bukan tukang ojeknya." Kata orang yang ku kira tukang ojek.
"Murid jaya raya iya?" Lanjutnya bertanya.
"Iya ,Maaf siapa iya?" ujarku heran.
"Mau bareng? saya guru baru disekolah kamu." Ujarnya menawarkan tumpangan.
"Maaf, tidak terima kasih. biar saya naik ojek saja." Ujar ku menolak karena berpikir bahwa dia orang jahat.
"Tenang saya bukan orang jahat kok, kamu mau bukti ini saya ada suratnya" Ujarnya menunjukkan surat dari sekolah.
"Oh,maaf iya pak reynaldy saya kira bapak berbohong tadi." Ujarku meminta maaf sambil mengusap tengkuk ku yang tak gatal namun bertandakan malu.
"Mau bareng enggak nanti telat lho??" Ujarnya kembali menawarkan tumpangan.
Fikirku sambil melihat jam tangan tanpa menggubris pertanyaan dari lelaki yang mengaku guru baru tersebut.
"Ya udah deh pak kalo memang tidak merepotkan saya mau" Jawabku dengan malu-malu.
Tiba-tiba pak danang menghampiri
"Mba taksinya sudah ada" ujar pada danang dengan nafas menggebu-gebu.
"Gak usah deh pak aku berangkat bareng pak reynaldy aja naik motor pasti lebih cepet nyampenya udah jam segini juga." Ujar ku memberikan alasan ke Pak Danang.
"Oh. ya sudah,, hati-hati iya mba." Ujarnya.
Diperjalanan suasana menjadi kaku karena aku tak tau harus berbuat apa dan berkata apa.
" Guru baru ini masih muda, baik, tampan dan yang terpenting dia wangi pula pasti jika tiba disekolah siswi langsung terpanah dengannya." tiba-tiba...
"Kamu kelas berapa?" Tanya pak reynaldy membuat lamunan ku buyar seketika.
"Apa pak? maaf saya tidak mendengarnya." Ujarku mencari alasan yang tidak mendengarkannya tadi.
"Kamu itu siswi kelas berapa?" Ujarnya dengan lembut.
"Oh,, saya siswi kelas 2 pak, maaf pak kalo saya boleh tau kok tadi bapak ada disitu?" Ujar ku mencairkan kegerogianku.
"Saya memang biasa disitu untuk membeli makanan untuk sarapan." Ujarnya menjelaskan.
"Oh, bapak guru apa?" Tanyaku lagi.
"Saya guru agama." Ujarnya.
Dan tak lama kami tiba disekolah lalu menunuju tempat parkir.
Aku turun dari motor yang diikuti guru yang menyandang nama Relandy tersebut.
"Terimakasih ya pak, saya duluan pak." Ujar ku lalu meninggalkan Pak Reynaldy di diparkiran lalu menghampiri riri sahabat ku sejak SMP.
"Siapa tuh sis ...kok tumben lo gak dianter?" Ujar Riri heran.
"Sis? emang gue online shop apa..iya ceritanya panjang deh."
"Sepanjang apa si sis...apa perlu aku bikin buku ya ceritanya." Ujarnya mengejek.
"Lama-lama lo alay iya. udah yuk kekelas udah bel tuh."
Saat tiba dikelas, tak lama bu Risa datang dan pelajaran pun dimulai hingga tiba pergantian pelajaran.
"Sis lo tau gak ada guru baru lho......" Ujar Riri
saat bu risa keluar kelas.
"Guru apa?" Ujarku sok penasaran.
"Kaget iya, itu lho yang gantiin pak Riko guru agama kita. katanya gurunya ganteng loh." Ujarnya dengan semangat.
"Oh." Ujarku datar.
"Kok respon lo cuma oh sih. emang kamu gak penasaran siapa?" Ujarnya memasang muka heran dan raut manja khas Riri.
"Iya gua tau dia ganteng, baik, masih muda ya gak beda jauh sama kita lah. terus gua harus ngapain si ri?" Ujar ku tak lama guru baru itu datang yang tak lain pak reynaldy yang menolongku tadi pagi.
"Loh itu kan...." ujar Riri dengan suara yang sedikit keras sambil menunjuk kearah Pak Reynaldy.
"Iya kenapa?" sambung Pak reynaldy yang mendengar perkataan Riri.
sedangkan riri yang kaget melihat sosok tersebut hanya bisa menggeleng cepat sambil memasang senyum pasta.
.....