
Pukul 18:34
"Halo, Kak~" ujar ku pada seseorang diseberang.
"Enggak usah sok panggil gua kak! Mau apa sih?".
"Elah! Gue kan cuma mau jadi adik yang baik." Jawabku dengan nada seperti anak kecil.
"Jadi adik yang baik kalo ada maunya doang lo mah". Jawabnya ketus.
"Tuh tau, kerumah dong. Sendirian nih. Takut~".jawabku manja sambil tersenyum manis.
Ya walaupun dia tidak bisa melihat wajah ku tapi aku yakin dia merasakannya.
"...."
Tak ada jawaban
"Kerumah gua atau gua yang kerumah lo?" Ujarku dengan nada menekan lalu bertanya.
"Bawel! gua OTW".
"Yeee, sayang ha..."
Tuuuttttt.....tuutt..tuut...
Sambungan pun terputus setelah Hafiz memutuskan telfon secara sepihak.
Yah,, itulah orang yang ku panggil kakak adalah Hafiz yaitau sahabat kakak ku yang sekarang telah menjadi sahabatku. Selain sahabat, Hafiz juga sudah ku anggap seperti kak reno kakak ku.
Setelah melepaskan ponselku dari genggaman. Tiba-tiba fikiranku teringat kejadian beberapa jam yang lalu.
***
"Rin kalo di liat liat tuh guru mirip si..." celetuk Riri.
"Siapa?" Tanya ku heran.
"Mantan loh, siapa iya?"
"Ban? Eh bear, bukan-bukan...siiii.." jawabnya bingung.
"Beandra?" Jawabku datar.
"Nah iya itu-tuh maksudnya." Jawabnya semangat.
"Makasih loh iya." Jawabku memasang senyum masam.
"Sama-sama, tapi buat apa rin?". Jawabnya polos.
"Lo pikir ae." Ujar ku jutek lalu meninggalkan riri dikelas setelah melihat tak ada lagi jejak mengajar guru baru itu dikelas.
Aku pergi menuju kantin sekolah, rasa haus tiba-tiba melanda pada saat riri membicarakan lelaki yang sebenarnya masih menjadi harapanku.
Setibanya dikantin aku langsung memesan minuman kesukaanku yaitu susu coklat dingin. Pertanyaan Riri sungguh tidak masuk akal tentang kemiripan guru baru itu dengan.... ahhh sudah lah aku tak lagi mau menyebut namanya.
Ponsel ku bergetar pertanda sebuah notif masuk.
*Hey-hey....
Kita reuni tanggal
20 iya. Dua minggu
lagi artinya. Itu
udah fixs sesuai
jadwal-jadwal kalian
DIWAJIBKAN HADIR.
ENGGAK DATENG
BUKAN TEMEN GUA
TAPI SODARA..HAHA...
Ya,, itu adalah sebuah pesan dari mircshi teman SD ku..
Aku memutar mataku malas lalu menutup pesan tersebut. Kemudian memutar lagu kesukaan ku dengan menggunakan earphone milik ku.
lima menit kemudian..
Sebuah pesan dari mircshi kembali hadir.
*Rin gua tau lo udah
baca. Pokonya kali
ini lo harus dateng.
Udah berapa tahun
rin lo gak dateng?.
*Iya bawel lo mimi.
*Awas lo gak dateng
gua bawain kuda
putih.
Reuni? Temen lama? Masa lalu? Itu artinya....
Bagaimana jika aku bertemu dengannya? Bagaimana jika aku tak bisa menahan rindu pada diriku saat bertemu dengannya? Bagaimana jika semua yang ku takuti beberapa tahun ini terjadi tentangĀ tembok tinggi yang ku bangun untuk moveon darinya runtuh? Apa semuanya masih akan sama seperti dahulu? Apa yang harus ku lakukan?.
*****
Arrrgggh...aku mengacaukan rambutku ketika mengingat semua itu...
Tak lama bell rumah ku berbunyi... aku langsung menuruni anak tangga dan bergegas membuka pintu.
Benar dugaan ku ternyata itu adalah Hafiz.
"Akhirnya...." Ujarku seraya memegang perut ku.
Sedangkan Hafiz hanya menatap bingung.
"Bunda kemana?" Tanyanya seraya nyelonong masuk dan meninggalkan ku yang masih setia di depan pintu.
"Bunda kerumah Opa, katanya ada hal penting yang mau dibicarain Keluarga." Jelasku sambil melangkah kan kaki ku menyusulnya yang kini sudah berada di sofa merah.
"Terus gua ngapain kesini?".
"Main bola! Lo gak baca pesan dari Bunda?" Tanya ku heran. Hafiz langsung mengecek ponselnya dan setelah menemukan pesan dari bunda ia hanya bisa memamerkan barisan giginya yang rapih.
"Dan sekarang gua laper." Ucapku seraya kembali memegang perut.
"Makanlah." Ujarnya acuh.
"Iihh,, lo enggak peka banget sih, gua kan belum makan dari tadi siang. Nanti kalo gua sakit terus nanti gua mati gimana? dan kalo itu terjadi, lo orang pertama yang akan gua cekik." Ujarku dengan wajah mengancam.
"Sebelum lo cekik gua, gua akan pergi ke luar angkasa pake kantong ajaibnya doraemon."
"Penting banget lo bodoh." Jawabku sambil memutar bola mata malas.