Reincarnated Into Weak Noble

Reincarnated Into Weak Noble
Chapter 47 Api amarah 2



Langit yang hitam tertutup oleh kepulan asap, terlihat kerjaan yang pada pagi hari ceria dan penuh kebahagiaan kini berubah menjadi lautan mayat dan penuh oleh jeritan kematian.


Lima sosok tersebut terus membantai banyak orang dan pemimpin dari kejadian ini adalah Joker. Dia yang paling aktif dalam pembakaran dan pembunuhan.


Setiap bertemu seseorang entah itu warga sipil, perajurit dan beberapa bangsawan. Maka tidak diragukan lagi akan dibakar hingga hangus.


"Arkh!"


Yang barusan adalah teriakan dari salah satu perajurit. Baju armornya menjadi leleh dan dia mati.


Orang yang melakukan hal ini tidak lain adalah Joker.


Joker menatap mayat yang terbakar itu. sudah tak terhitung berapa banyak orang yang telah dia bunuh dan bakar.


"Cih, di mana sebenarnya putri itu?" berteriak dengan tegas. Joker menginjak mayat hangus itu.


"Kamu terlalu berlebihan tuan Joker~"


Sosok yang pendek seperti anak kecil berdiri di sampingnya mengeluarkan suara. Dia memang anak kecil, tapi karena dia ikut serta dalam peristiwa ini tentu dia bukan orang normal.


Mata merah menyala anak itu terlihat mengerikan di malam hari dan rambut putihnya yang panjang terlihat walaupun sedikit tertutup oleh tudung dari jubahnya.


"Jangan bercanda! Siapa juga kamu ini? Anak baru yang tidak tahu sopan santun, jangan kira aku akan memberikan rasa ampun kepadamu. Kamu hanyalah orang yang di angkut oleh Bos tanpa alasan yang jelas."


"Hahaha~ kamu sangat benar, aku hanya anak lemah yang entah kenapa di tunjuk oleh bos kalian masuk organisasi ini."


"....Tentu kalau dari sudut pandang kalian..."


Mengatakan dengan nada sangat lirih hingga tidak terdengar. Namun gadis kecil bermata merah darah itu mengeluarkan sebuah senyuman mengerikan.


Bahkan Joker yang berada di sampingnya, entah kenapa mengetahui alasan kenapa anak ini di bawa oleh bosnya. Karena hawa barusan adalah aura mencengkam yang mengerikan, dia sempat gemetaran karena melihat senyuman anak itu.


"Tapi Tuan Joker, apapun itu berhenti melakukan tindakan yang gegabah. membuat bencana seperti ini sangat mengundang perhatian orang dan jika Bos tahu kita menyerang tanpa perintah. Tidak diragukan lagi kita akan mati"


Menegaskan hal terakhir, gadis kecil tersebut berkata dengan sangat serius, seakan bos yang meraka maksud memang orang yang sekejam itu.


"Aku tahu, anak kecil sepertimu bahkan tidak perlu mengingatkan," cuapnya sambil menatap beberapa rute yang bisa digunakan untuk mencari dengan cepat.


Joker membuka mata lebar dia merasakan pertarungan serta aura yang hebat di suatu tempat. Kemungkinan sang putri yang dicari ada di sana.


"Ayo lanjut mencari di sana!"


"Ya~"


Kedua sosok tersebut melanjutkan pencarian meraka yaitu putri kerajaan ini dimulai dari gang sempit.


Di sisi lain terlihat sosok gadis kecil berumur sekitar empat belas tahun dengan rambut pirangnya dan mata biru seperti langit. Menatap semua peristiwa pembantaian ini di bangunan paling atas melalui jendela. Dia tidak lain adalah Fiona


Fiona mengepalkan kedua tangannya dia sangat paham bahwa kejadian ini adalah karena adanya orang yang mau mengincar dia.


Dan ini juga bukan pandangan yang layak untuk ditonton oleh anak berumur empat belas tahun.


"Maaf... maaf... maaf... ini semua salahku."


Sambil menatap pembantaian, Fiona bergumam dan air mata telah menetes.


"Fiona ...!"


Sosok lelaki yang memiliki perawakan sangat mirip dengan Fiona membuka pintu ruangan tersebut. Dia terlihat sangat panik.


"Kakak handa?"


Sosok yang disebut kakak tersebut menangis dan tanpa basa-basi memeluk Fiona. Ini adalah tindakan kekhawatiran.


"Syukurlah, beruntung belum terjadi hal yang buruk terhadapmu..."


Fiona tersenyum, kakak yang dia maksud baru saja melakukan sebuah tugas di luar kerajaan dan dia baru saja pulang tentu dia kaget karena melihat peristiwa kehancuran ini.


Fiona membalas pelukan dari sang kakak dan merasakan rasa hangat, hanya saja dia mengingat satu hal.


"Omong-omong... Di mana kakak Stella?"


Tidak ada jawaban dari kakak Fiona. Dia melepaskan pelukan dan menatap serius. Tanpa menjawab pun, Fiona paham dengan ekspresi sedih kakaknya.


"Jadi begitu, ya? Kak Stela, sudah..."


Sosok yang dipanggil Stela seharusnya berada di bagian depan, dia merupakan salah satu petualang kelas atas dan melindungi kerajaan. Sama seperti kakak— james yang berada di depannya.


Tapi, jika tidak ada jawaban dan dia mengeluarkan ekspresi sedih maka hanya ada satu kemungkinan. Kak Stela sudah mati. Itulah yang dipikirkan Fiona.


"Dari pada memikirkan itu ayo segera pergi menuju keluar kerajaan ini."


james memegang tangan adiknya dan ingin membawa ke suatu tempat. Tapi jawaban yang diberikan oleh Fiona membuat dia terkejut bukan main.


"Aku menolak kak James."


James berhenti melangkah, dia menatap adiknya dan ingin mengatakan sesuatu.


Fiona menundukkan kepala dan menghirup napas, lalu membuangnya dilanjutkan dengan perkataan tegas.


"Putri macam apa yang meninggalkan kerajaan di saat genting seperti ini? meskipun aku tidak tahu kegunaanku. Tapi aku tidak akan kabur!"


Sebuah perkataan yang sangat mengharukan, ini merupakan bukti seberapa cintanya Fiona terhadap kerajaan ini.


Melihat hal tersebut James mengeluarkan senyuman. Dia kagum akan pertumbuhan kedewasaan adiknya.


Meskipun begitu perkataan tersebut hanyalah hal bodoh. Fiona pada akhirnya merupakan putri kerajaan, keselamatannya tentu adalah prioritas.


Tak


James memberikan pukulan kecil di leher Fiona membuat dia pingsan seketika.


"Apa yang kamu lakukan.. kak..?"


Pandangan mulai kabur dan dia terjatuh. Untung saja James bertindak cepat, dia menopang tubuh tersebut lalu James mengendong adiknya di pundak.


"Maaf Fiona untuk saat ini kabur adalah pilihan terbaik."


Mengatakan hal tersebut James berlari menuju keluar istana.


Di tempat lain pembantaian masih terjadi.


"Lemah, lemah, lemah, lemah!"


Terlihat salah satu orang berjubah hitam dengan tubuh besar membantai banyak pasukan prajurit dan beberapa orang yang mencoba menghentikannya.


Keluarga bangsawan dan beberapa lainnya mati karena terkena kapak miliknya yang kuat tersebut.


Bahkan keluarga Laurent mati seperti semut yang dinjak-injak.


"Argh!"


"Tidak!"


"Tolong—"


Teriakan dari keluarga Laurent terdengar sangat jelas. Tidak ada satupun yang dapat menghentikannya.


kecuali..


Swosh


Slah


Bergerak dengan sangat cepat bahkan tidak dapat dilihat oleh mata normal. Wilbrand Laurent melompat dan menebaskan pedangnya membuat luka sayatan di tangan sosok besar tersebut.


Wilbrand menyeringai karena menyadari bahwa serangan dia berfungsi.


"Itu... Tuan Wilbrand!"


"Dengan ini kita pasti selamat!"


Senyuman dan harapan kembali muncul karena pemimpin dari pasukan Laurent sudah muncul kembali.


"He, tidak kusangka ada yang bisa memberikan luka kepadaku," ucap pria besar tersebut dengan nada serak.


Memberikan luka tampaknya adalah hal yang istimewa bagi orang tersebut, maka dari itu dia tersenyum dan kagum.


"Tentu saja aku bisa. Habisnya kamu lemah."


Urat nadi pria itu terlihat jelas, dia sangat marah dengan ejekan dari wilbrand.


"Jangan meremehkanku dasar sampah!"


Berlari ke arah wilbrand dia tak lupa mengayunkan kapak miliknya, namun dengan mudah ditahan.


"Jadi ini kekuatanmu? lemah."


Sindir wilbrand. Yang dikatakan orang ini sebenarnya bohong ayunan kapak ini terasa sangat berat, namun karena pria besar satu ini terlihat mudah emosi jadi wilbrand sengaja memprovokasinya.


Makin emosi pria itu bergerak dengan agresif dan membabi buta, sebenarnya setiap serangannya akan berdampak buruk, namun karena emosi yang terlalu berlebihan membuat serangannya sangat mudah dibaca.


Wilbrand menghindari semua serangannya tanpa menunjukkan kesusahan sama sekali. Serangan dari kanan, kiri, atas, maupun bawah dapat dihindari dengan mudah.


"Sial!"


Emosi karena serangan terus dihindari, dia langsung melesat kearah Wilbrand dengan cepat, ia melompat sembari mengangkat kapak besarnya di atas kepalanya dan menghantamkannya tepat kepada wilbrand.


Menangkisnya hanya akan membuat pedang patah, tentu saja wilbrand bukan orang bodoh, jadi dia memutuskan untuk melompat mundur.


Tanah retak membentuk jaring laba-laba dengan pria besar itu sebagai pusatnya, ide yang bagus untuk menghindari serangan mematikan seperti ini.


Sekarang adalah giliran wilbrand menyerang.


SWOOOSH! *


Wilbrand berlari dan melesat kearah musuh yang kapaknya yang masih tenggelam sebagai di permukaan lantai.


"Sial!"


Mencoba untuk menarik kembali kapak, tapi percuma musuh telah tepat depannya.


Wilbrand menghunuskan pedang dan ingin menebasnya, semua berjalan lancar. Beberapa CM saja kepala pria itu akan terpenggal.


Hanya saja...


Klatang


Pedang milik Wilbrand menjadi patah. Sosok berjubah hitam lainnya tiba-tiba muncul menggunakan portal kegelapan dan mematahkan pedangnya.


Dan tidak hanya berjumlah satu orang terlihat sekitar empat orang muncul lagi menggunakan portal hitam yang sama. Yang artinya semua penyusup berkumpul di satu titik.


Merasakan hawa bahaya dan pedangnya patah Wilbrand melompat dan mundur.


Meskipun begitu dia tetap menunjukkan kuda-kuda bertarungnya.


"Ah...! Apa yang kamu lakukan sehingga lama sekali dasar babi bodoh!"


"...Maaf Tuan Joker."


'Tuan Joker? Jadi dia pemimpin dari mereka.' pikir Wilbrand.


"Yah untuk sekarang simpan amarahnya Tuan Joker~"


Gadis kecil yang memiliki mata merah menyala berkata demikian, meskipun di tengah malam. Mata merah dan rambut putihnya terlihat jelas.


Ciri-ciri fisik tersebut adalah hal familiar bagi kerajaan ini.


"Sudah kuduga keluarga Midnight, ya?"


"Hahaha, anda benar Pak Tua~"


Sikapnya ini benar-benar berlagak seperti anak kecil polos, tapi Wilbrand menyadari bahwa terdapat kegelapan pekat yang sesungguhnya di balik tingkah laku tersebut.


"Cukup bermainnya, Elli Midnight!" ucap gadis dengan buah dada yang cukup besar. Rambutnya terlihat hitam pekat.


Wilbrand sudah tidak bisa tersenyum lagi. Di depannya semua musuh berkumpul di satu titik tentu Wilbrand tidak bisa melakukan apapun.