Reincarnated Into Weak Noble

Reincarnated Into Weak Noble
Chapter 24. Paladin



Vindice, sebuah organisasi gelap. Mereka tidak terkekang akan hukum, karena mereka sendirilah arti dari hukum tersebut. Layaknya dewa mereka memberikan keadilan menurut sudut pandang mereka sendiri.


Jika ada yang menuntut keadilan Vindice maka orang tersebut dipastikan mati dan apabila terdapat keberadaan yang akan menimbulkan bencana maka Vindice akan mencari sosok tersebut dan membunuhnya.


Hal inilah yang sedang dialami oleh Fiona. Sangat disayangkan karena kemampuan unik yang dianggap berbahaya dia diincar oleh Vindice.


Pada ulang tahun ketujuh belas. Satu orang dari Vindice menyerang kerajaannya, membunuh semua pegawai dan pelayan , tujuan mereka adalah mencari Fiona Rosemary.


Mereka berhasil menangkapnya pada malam itu, tapi Fiona berhasil kabur karena keteledoran salah satu anggota Vindice. Dia tidak sengaja terpesona akan paras sosok putri berambut pirang tersebut. Ditambah sang putri membuat bualan di mana akan membiarkan anggota itu untuk bermain nanti malam asal memperbolehkannya untuk berada di kamar.


Anggota bodoh itu tersihir akan nafsu dan menerima tawarannya, tidak menyadari bahwa itu hanyalah rencana Fiona untuk kabur.


Benar, Fiona mencuri kunci dan kabur dari tempat pengurungan, berkat kelalaian tersebut anggota tanpa nama itu dibunuh.


Fiona memang berhasil kabur sebelumnya, tapi kini dia kembali lagi ke markas Vindice yang tentu tidak mengenakan ini.


“Kamu pada akhirnya kembali, dasar putri bodoh!”


Seorang gadis dengan rambut merah berteriak. Ucapan ini dilontarkan untuk Fiona yang terkunci dan terbogol di suatu penjara. Penjara tersebut adalah markas bawah tanah Vindice. 


Tidak ada jawaban dari Fiona, dia hanya menatap gadis berambut merah itu.dengan tajam seolah terganggu akan keberadaanya. 


Gadis berambut merah tersebut tampak menggertakan gigi, ingin rasanya dia melakukan pendisiplinan untuk putri angkuh seperti Fiona, tapi dia teringat apabila melakukan sesuatu dengan Fiona tanpa sepengetahuan Bos, maka dia bisa mati.


Gadis berambut merah itu menyibak rambutnya dan pergi menjauhi Fiona. “Yah, semoga kamu bisa bebas untuk kali ini, walaupun itu mustahil.” 


Fiona menatap pundak gadis berambut merah itu dengan tatapan kosong, gadis itu bernama Feny, seorang yang sering datang untuk menganggunya di penjara. Waktu itu Fiona berhasil kabur, tapi kini dia kembali lagi ke markas ini.


 ***


Di sisi lain, Arthur berlari tanpa arah mencoba mencari Fiona namun tidak mendapatkan informasi apapun. Hari telah menjadi tengah malam, Arthur punya firasat buruk akan hal ini, dia menambahkan kecepatan larinya walaupun tidak tahu tujuan.


 {Woi, Nak.}


"Ada apa Shutaru?"


Yang barusan bertanya adalah naga hitam- Shutaru. Setelah berada di tubuh Arthur, mereka dapat berkomunikasi secara langsung. ini juga salah satu kemampuan sebagai pewaris.


{Ini tentang gadis itu. Aku punya perasaan bahwa dia memiliki sesuatu kekuatan yang gelap. Ini untuk kepentinganmu, lebih baik tidak usah menyelamatkannya}


{Lagipula apa gunanya melakukan itu? Bukankah selama ini kamu pergi ke sana dan ke sini untuk menyelamatkan orang, tapi mereka pada akhirnya ketakutan dan pergi.}


{Penyakit umbral yang kamu miliki membuatmu dijauhi. Tidak akan pernah ada yang akan menerimamu, aku yakin gadis itu akan kabur. Bila mengetahui penyelamatnya adalah penderita 'umbral plague'}


"Itu saja yang ingin kamu katakan, Shutaru? Kamu hanya mengetesku. Tujuanmu adalah agar bisa membuatku jatuh dalam kegelapan, kan? Tapi, maaf aku tidak bodoh hingga menerima ucapan itu.”


Meskipun berada di tubuh Arthur bukan berarti mereka akrab, Shutaru tidak pernah menganggap Arthur sebagai pewaris sah ke delapan, dia beranggapan bahwa remaja tersebut masih terlalu naif. Untuk menjadi pewaris sejati Shutaru ingin agar Arthur terjerumus akan kegelapan.


 Ini tidak seperti Shutaru ingin agar Arthur menjadi jahat yang dia inginkan hanyalah untuk menghilangkan sifat naifnya karena tugas pewaris Teknik pedang kegelapan akan sangat berat untuk orang sepertinya.


“Aku tidak peduli. jika aku mengabaikan seseorang maka aku sama saja dengan orang yang menjauhiku. Lagipula waktuku terbatas, jadi setidaknya biarkan aku melakukan apapun yang kuinginkan sebelum aku menjadi umbral yang gila.”


Bagi para penderita Umbral Plague memiliki waktu satu tahun sebelum mereka hanyut akan kegelapan hati mereka dan menjadi gila.


Sejujurnya Arthur tidak boleh menggunakan Teknik pedang kegelapannya karena akan mempercepat pertumbuhan umbral.


Arthur menghentikan aktivitas larinya. Ini adalah kenyataan, dia tidak tahu di mana keberadaan Fiona.


“Kamu ada benarnya Shutaru.


{Kamu benar-benar bodoh! Aku tidak bisa menyangka Tamus memilihmu dan juga julukan pahlawan tanpa nama terlalu keren untukmu.}


 Arthur hanya tersenyum paksa mendengar ejekan dari Shutaru. Ditengah kebingungan, tiba-tiba Arthur dapat merasakan hawa seseorang yang berada di sekitarnya, hawa ini sangatlah dingin hingga dia memegang pedang yang berada di pundaknya sebagai pertandaan kewaspadaan.


 {Oi, Nak! Ada seseorang.}


“Ya, aku tahu…”


Arthur membalikan badan ke belakang. Dalam hitungan detik dia melihat seseorang dengan jubah hitam, wajahnya tidak terlihat jelas. Ketika Arthur ingin menatap lebih jelas tiba-tiba sosok itu berpindah tempat menuju ke belakang Arthur.


Dia memegang tangan Arthur yang hendak mencabut pedang dari pundaknya. Gerakan itu sangat cepat bahkan mata Arthur tidak bisa merespon, dia dibuat terkejut akan kecepatan tidak tertandingi ini.


“Jangan bergerak, Nak. Aku tidak punya niat bertarung…”


Itulah yang dikatakan sosok misterius tersebut, meskipun begitu Arthur masih dapat merasakan hawa dingin yang luar biasa dari sosok itu. Seolah perkataannya adalah bualan.


“Apa yang kamu mau?” tanya Arthur tanpa menurunkan rasa waspada.


“Jangan kaku seperti itu, justru aku datang untuk membantu. Kamu ingin tahu sesuatu tentang keberadaan gadis itu, kan?”


Ucapan ini berasal dari sosok misterius yang kini berada di belakang tubuh Arthur, entah bagaimana caranya dia tahu apa tujuan dari remaja tersebut. Arthur merasa tidak nyaman, dia merasakan rasa curiga yang luar biasa.


“Bagaimana kamu tahu tentang itu? Dan juga siapa kamu?”


“Tidak penting siapa sosok aku sekarang. Yang penting ambilah ini, Nak.”


Sosok itu memberikan kertas yang dilipat ke Arthur, dia dengan curiga menerima kertas tersebut. Dengan perlahan Arthur membuka kertas yang ternyata adalah sebuah peta yang menandakan suatu tujuan.


“Itu adalah tempat yang mungkin adalah tujuanmu.”


 “Tunggu pembicaraan belum-“


Ketika Arthur menoleh ke belakang sosok tersebut telah menghilang bagaikan kegelapan. Arthur bertanya-tanya siapa sosok mencurigakan itu.


Dia meremas peta tersebut, sebenarnya dia merasakan rasa curiga yang hebat dari peta ini, tapi fakta bahwa Arthur tidak punya informasi apapun. Jadi mengikuti peta yang tidak jelas asalnya mungkin adalah pilihan terakhir.


Dia berpikir jika di sana adalah jebakan maka tidak apa-apa, tapi masih ada harapan meskipun hanya beberapa persen. Meskipun kemungkinan kecil, namun masih ada kemungkinan bahwa Fiona berada di lokasi peta tersebut.


Dia memutuskan untuk segera berlari mengikuti arah dari peta itu. Ketika sibuk dengan aktivitas larinya, tiba-tiba Shutaru berkata dengan nada serius.


 {Nak… yang barusan adalah Paladin}


Mendengar ucapan itu membuat Arthur terkejut. Karena dasarnya sosok paladin adalah orang paling kuat di dunia sihir maupun Teknik pedang. Dan hanya berisi untuk satu orang, sebuah jabatan bagi orang paling kuat. sangat aneh jika orang hebat seperti itu memiliki hawa dingin dan datang ke tempat seperti ini.


Namun, Arthur tidak peduli, dia lebih mementingkan fokus ke arah pencarian Fiona.