
Bledaarrrrrr
Suara ledakan yang sangat keras terdengar dari tempat Eviel berdiri. Suara tersebut disertai dengan ledakan yang begitu besar yang mampu menghancurkan segala yang berada dalam radius 5 km dari tempatnya berdiri.
Ledakan tersebut menimbulkan asap dan debu yang bercampur jadi satu menciptakan kabut yang menghalangi setiap pandangan mata yang mencoba melihat kedalamnya.
Bukan hanya itu, ledakan tersebut juga menimbulkan gelombang ledakan yang menjangkau area seluas 15 Km dari tempat Eviel berdiri. Gelombang yang begitu kuat dan mampu menyapu semua yang dilewatinya. Mobil mobil terlempar, pepohonan tercabut dari tanah dan terhempas, juga kaca dari seluruh gedung yang hancur menjadi beberapa kepingan kecil karena dilewati oleh gelombang ledakan tersebut.
Di dekat ledakan tersebut berdiri 6 orang remaja yang berusaha bertahan agar tidak terlempar oleh gelombang ledakan yang sangat kuat tersebut. Ke enam orang tersebut adalab Leo, Erza, Alice, Hyuga, Shinobu, dan Silvia. Mereka tidak terlempar karena Leo menahan sebagian besar gelombang ledakan tersebut dengan salah satu tekniknya.
"Uhhh, kekuatan yang luar biasa. Aku tidak pernah membayangkan ada seorangpun yang bisa selamat dari serangan seperti itu." Ucap Leo melihat dampak dari serangan gabungan yang dilepaskan Erza, Alice, Hyuga, dan Shinobu.
"Jika dia manusia, dia tidak akan selamat dari serangan tersebut." Ucap Erza yang terlihat sangat kelelahan.
Erza terlihat begitu kelelahan. Bahkan dia kesulitan untuk menyangga berat tubuhnya sendiri. Ini wajar mengingat dia sudah benar - benar kehabisan seluruh mana yang dia miliki. Normalnya setelah ini dia harus beristirahat selama setidaknya 3 hari agar mananya bisa kembali pulih.
"Aku yakin bahkan orang sekuat dia tidak akan bisa menahan serangan sekuat itu." Ucap Alice.
"Hahh, aku hanya berharap apa yang kau katakan benar. Jika dia selamat dari serangan itu, aku tidak tahu apa yang akan terjadi pada kita nantinya." Ucap Hyuga yang mengamati dengan seksama area yang ditutupi asap yang begitu tebal tersebut.
--------------------
Di akademi Sun Authority terlihat beberapa orang yang saling bertarung satu sama lain. Beberapa diantaranya mengenakan seragam akademi Sun Authority yang menandakan mereka adalah siswa - siswi atau guru pengajar dari akademi SA. Beberapa sisanya mengenakan jubah berwarna hitam dengan motif api berwarna keemasan.
Diantara banyak orang tersebut terlihat 3 orang yang sedang melawan seorang pria berjubah. Ke tiga orang itu terlihat kesulitan melawan pria berjubah tersebut. Hal itu terlihat jelas dari nafas mereka yang tidak beraturan. Ketiga orang tersebut terlihat cukup kelelahan melawan orang tersebut. Mereka bertiga adalah ketua OSIS akademi SA Alicia dan kedua wakilnya Leona dan Daniel.
Berbeda dari ketiga orang tersebut, pria berjubah tersebut terlihat baik - baik saja dan tidak terlihat kelelahan sama sekali. Tidak ada sedikitpun luka yang menggores tubuh pria berjubah itu meskipun yang dilawannya saat ini adalah ketiga siswa yang berada dalam peringkat teratas akademi SA.
"Hosh hosh."
Hembusan nafas yang tidak beraturan terdengar jelas dari ketiga orang itu.
"Jubah merah? Apa kau dari organisasi Algorhytm?" Tanya Alicia yang mengingat orang pernah membunuhnya dulu juga memakai jubah hitam dengan motif api yang sama.
Meski jubah yang dipakai pria bertopeng yang dulu hampir membunuhnya berwarna hitam, tapi motif api keemasan yang menghiasi jubah tersebut terlihat mirip. Karena kemiripan tersebut dan tingkatan kekuatan yang hampir setara, Alicia beranggapan kedua orang tersebut mungkin berasal dari organisasi yang sama, yaitu organisasi Algorhytm.
"Oh maksudmu Eviel? Ya kami memang berasal dari organisasi yang sama. Apa kau mengenalnya? Baru - baru ini dia diangkat menjadi eksekutif, aku tidak tau apa yang dipikirkan pemimpin kami sampai mengangkatnya menjadi eksekutif di organisasi meskipun dia gagal menangkap keturunan keluarga Valentine. Dia beralasan ada seorang bocah di akademi ini yang sangat kuat sampai bisa mengalahkan dia dengan mudah. Tapi aku yakin itu hanya alasannya saja." Ucap pria berjubah tersebut dengan santainya.
"Apa tujuan kalian menyerang akademi SA? Apakah kalian paham akibat dari perbuatan kalian?!" Tanya Alice dengan nada tinggi pada pria berjubah merah tersebut.
"Hahahaha, tenanglah. Kami sangat memahami apa yang kami lakukan. Ahh benar juga, apa kau pikir teman - temanmu atau pengajar akademi ini bisa mengalahkan bawahanku? Yang benar saja, mereka hanya hunter rank S. Meski hunter rank S terkenal kuat, mereka tidak akan bisa mengalahkan para bawahanku dengan mudah. Kau bisa melihatnya dengan jelas bukan, masing - masing dari bawahanku mengungguli teman - temanmu. Ahh, karena kau sudah melihatnya bisakah kau ikut aku tanpa perlawanan? Aku tidak ingin membuang - buang tenaga untuk bertarung lagi." Ucap pria berjubah tersebut.
Alice menggertakkan giginya menahan amarah yang begitu kuat melanda hatinya. Pria berjubah dihadapannya terlihat sangat meremehkan akademi dan terlalu memandang tinggi organisasinya. Bahkan dia meminta Alicia menyerah karena tidak ingin membuang - buang tenaga.
"Hahh, sepertinya semua orang dari organisasimu memiliki kesamaan. Kalian begitu memandang tinggi diri kalian. Biar kutunjukkan padamu bagaimana rasanya jatuh jika terlalu memandang tinggi dirimu."
Setelah mengucapkan kata - kata tersebut pada pria berjubah dihadapannya aura dingin yang menusuk sampai kedalam tulang menyelimuti area disekitarnya. Aura dingin tersebut sangat kuat, namun sama sekali tidak berefek pada Leona dan Daniel yang berada dibelakangnya. Hal itu normal karena kemarahannya tertuju pada pria berjubah dihadapannya sehingga aura dingin tersebut tidak berefek pada Leona dan Daniel yang dia anggap teman.
"Hahh, masih ingin melawan ya. Padahal kuharap kau akan menyerah dan ikut denganku setelah melihat bahwa kau tidak akan menang dariku bahkan dengan bantuan kedua temanmu yang ada dibelakangmu." Ucap pria berjubah tersebut sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Aku ingin bertanya satu hal apa yang kalian lakukan sebenarnya? Kenapa kalian menyerang akademi ini?!" Tanya Alicia pada pria berjubah dihadapannya.
"Baiklah biar kuberitahu, kami datang untuk menangkap keluarga Valentine. Ada sesuatu yang harus kami lakukan dan kami membutuhkan beberapa orang yang memiliki garis darah keluarga Valentine."
"Apa kau bilang?! Kau ingin menangkap keluargaku?! Itu berarti..."
Sebelum Alicia menyelesaikan kata - katanya, pria berjubah tersebut memotong kata - kata Alicia.
"Tepat. Kami sudah bergerak dan berpencar keseluruh kota paris untuk menangkap semua keturunan keluarga Valentine yang kami temukan."
?!
Ketiga orang tersebut terkejut mengetahui rencana organisasi Algorhytm. Keluarga Valentine terkenal sebagai keluarga terkuat di Perancis. Dan keluarga tersebut dipimpin oleh seorang hunter rank SSS yang adalah ayah dari Alicia. Dan pria berjubah dihadapan mereka mengatakan mereka datang untuk menangkap seluruh keluarga Valentine? Apa mereka tahu akibatnya jika kepala keluarga Valentine yang adalah salah satu dari 7 hunter rank SSS sampai bergerak? Apakah mereka pikir bisa selamat dari kemarahan seorang hunter rank SSS? Begitu banyak pertanyaan yang dipikirkan ketiga orang tersebut.
"Ahh, aku lupa. Jika kalian pikir kepala keluarga Valentine akan menghentikan kami, tenang saja, karena ketua kami secara pribadi yang akan menemui beliau." Ucap pria berjubah tersebut dengan santainya.
?!
Ketiga orang tersebut semakin terkejut mendengar ucapan pria berjubah dihadapannya. Pria berjubah tersebut mengatakan pemimpin organisasi akan menemui kepala keluarga Valentine seorang diri. Sebenarnya sebesar apa organisasi Algorhytm sampai pemimpin mereka berani berhadapan langsung dengan seorang hunter rank SSS?
Satu hal semua orang sadari. Organisasi Algorhytm bukanlah organisasi kriminal biasa. Jika mereka bisa melawan seorang hunter rank SSS itu berarti mereka bisa menjadi bencana bagi seluruh dunia.