
"Hai." Ucap Shinobu setelah kembali dari berbelanja.
Aku bisa melihat banyak tas yang mereka bawa di kedua tangannya. Astaga, bukankah itu terlalu banyak ?! Apa semua wanita selalu suka berbelanja sebanyak itu?
Aku melirik Alice yang sedang membawa belasan tas belanja ditangannya. Aku bisa menebak isinya dari beberapa kain yang menyembul keluar karena tas yang tidak muat menampungnya.
"Alice, aku tahu seorang gadis memang suka belanja. Tapi bukankah itu sedikit-"
"Sedikit apa, Tristan? " Ucap Alice memotong ucapanku dengan dinginnya.
Aku segera menghentikan ucapanku dan menutup mulutku dengan rapat. Aku merasa mungkin hal buruk akan menimpaku jika aku meneruskan perkataanku.
" A-ah, tidak apa - apa." Jawabku yang terbata - bata karena merinding setelah melihat tatapan mata Alice.
Aku tidak pernah melihat Alice belanja sebelumnya. Aku bahkan tidak pernah melihat seorang wanita belanja sebanyak ini. Tapi kupikir - pikir lagi kurasa itu wajar. Ke 3 wanita dihadapanku ini mereka keturunan keluarga ternama di negara ini. Apalagi Alice yang anggota keluarga Valentine.
Keluarga Valentine terkenal sebagai keluarga nomor satu di negara ini. Mereka begitu dihormati. Bahkan jika kepala keluarga mereka menginginkan sesuatu, negara akan mempertimbangkan untuk sebisa mungkin menuruti keinginan mereka.
Tentu saja keluarga itu mendapatkan segalanya bukan secara instan tanpa melakukan apapun. Hubungan ini seperti simbiosis mutualisme, dimana pemerintah dan anggota keluarga saling diuntungkan.
Pemerintah sangat menjaga hubungan dengan beberapa keluarga besar agar saat hal buruk terjadi seperti dungeon break, keluarga besar bisa bertindak.
Ngomong - ngomong, dari informasi yang kudapatkan di negara ini ada 3 keluarga besar yang sangat dihormati. Keluarga Valentine adalah salah satunya dan mereka berada diperingkat pertama di negara ini mereka dipimpin oleh seorang hunter rank SSS dan memiliki 2 hunter rank SS. Lalu ada keluarga Silverstein yang memiliki 2 orang rank SS. Kepala keluarga Silverstein adalah kepala sekolah di Akademi S.A. Dari rumor yang kudengar, meskipun beliau ada di rank SS, tapi beliau cukup mampu untuk bertarung seimbang dengan hunter rank SSS. Terakhir adalah keluarga Gardner yang dipimpin oleh seorang hunter rank SS.
Karena sistem keluarga inilah negara Perancis menjadi satu - satunya negara di dunia yang tidak menggunakan sistem Guild sebagai wadah untuk perkumpulan hunter rank tinggi. Karena masing - masing keluarga memiliki banyak hunter rank S, mereka cukup untuk menaklukkan sebuah dungeon rank S atau bahkan mungkin rank SS.
Dari situ saja aku bisa tahu seberapa besar perhatian yang pemerintah berikan pada keluarga Valentine. Mungkin karena itu Alice sangat santai mengeluarkan uang untuk belanja sebanyak itu.
"Hei, aku mulai lapar. Ayo kita cari tempat makan?" Ajak Hyuga setelah semuanya sudah berkumpul kembali.
"Hahh, memangnya kapan kau tidak lapar?" Ucap Shinobu menanggapi ucapan Hyuga.
"Wajarkan aku lapar. Ini sudah 3 jam semenjak kalian pergi untuk berbelanja." Ucap Hyuga
"Alasan. Memangnya kapan kau pernah tidak lapar?"
"Apa urusanmu jika aku lapar?"
Seperti biasa mereka berdua selalu saja bertengkar satu sama lain. Aku sudah terbiasa dengan pemandangan ini, jadi aku tidak terlalu terkejut. Meskipun mereka suka bertengkar satu sama lain, tetapi mereka cukup kompak dalam sebuah tim.
"Hei, sudah cukup bertengkarnya. Baiklah, ayo kita mencari tempat makan." Ucap Leo melerai pertengkaran antara Hyuga dan Shinobu.
Leo adalah yang paling bijak dalam tim. Kehadirannya mampu membuat sebuah tim menjadi semakin solid. Sifatnya yang bertanggung jawab dan bijaksana membuat orang lain mudah untuk percaya padanya. Aku juga merasa dia orang yang bisa dipercaya.
Pertengkaran kedua orang itu selesai ketika Leo melerai mereka. Kamipun mencoba menuruti Hyuga untuk mencari tempat makan di sekitar mall.
Setelah berjalan beberapa saat kami melihat sebuah kafe dan memutuskan untuk makan ditempat itu.
Suasana di kafe ini terlihat cukup ramai. Dengan dekorasi khas perancis membuat kafe ini terlihat elegan. Banyak muda - mudi yang menghabiskan waktunya di kafe ini hanya untuk sekedar makan atau berkencan dengan kekasih mereka.
Melihat kami bertujuh datang ke kafe, salah satu pelayan di kafe dengan antusias datang dan menawarkan beberapa menu yang tersedia di kafe ini dan kami memesan beberapa menu yang tertulis dalam daftar menu.
Tidak butuh lama bagi pelayan kafe untuk menyajikan menu yang kami pesan. Mungkin karena ini salah satu kafe terkenal di negara ini sehingga pelayanannya pun terasa begitu profesional.
?!
Baru saja aku menghabiskan makananku, samar - samar aku berasa aura sihir yang menyelimuti mall ini.
Ini aneh, saat awal memasuki mall aku tidak merasa ada aura kekuatan sihir apapun di mall ini. Tapi sekarang secara samar aku merasa aura sihir yang bergerak perlahan menyelimuti sekitar.
"Ahh, aku mau ke toilet sebentar." Ucapku pada semuanya.
Aku merasakan perasaan yang tidak mengenakkan. Jadi kurasa aku merasa harus mengeceknya.
"Hei, nak. Sedang apa kau disini?" Ucap seorang pria berjaket hitam.
Pria itu terlihat cukup aneh dengan jaket hitam dan tudung dikepalanya. Dia juga ditemani seseorang dengan jaket yang sama.
"Ahahaha, aku hanya mau ke toilet." Ucapku singkat kemudian meneruskan langkahku.
?!
Brakkkk
Sebuah pukulan mengenai dinding di sisi kananku. Sebenarnya aku bisa merasakan pukulan itu diarahkan kearahku, jadi aku mencoba menghindarinya sedikit.
"Hooo, bisa mengelak? Sudah kuduga kau datang kesini tidak untuk ke toilet." Ucap salah seorang dari mereka.
"Ariel, kita habisi bocah ini sebelum menimbulkan masalah." Ucap pria dihadapanku.
"Baiklah, Velajuel." Jawab pria bernama Ariel.
Pria bernama Velajuel memiliki mata berwarna kemerahan dengan rambut berwarna pirang dan badan yang cukup besar.
Ariel juga berpenampilan hampir sama dengan mata merah menyala. Tapi rambutnya berwarna keperakan.
Aura mereka berdua terasa cukup kuat untuk seorang penjahat rendahan. Aku ingat aura yang mirip dengan mereka berdua. Aura dari pria bertopeng yang melawan Alicia dulu.
Aura dari tekanan yang berbeda dengan tekanan hunter normal. Aura mereka terlihat begitu pekat dan menyeramkan. Tapi, yang lebih membuatku khawatir kedua orang ini dan pria bertopeng itu memiliki aura yang mirip dengan bangsa iblis.
Bagaimana bisa manusia memiliki aura yang mirip dengan iblis? Maksudku normalnya kekuatan seorang hunter memiliki tekanan dan aura yang benar - benar berbeda dengan iblis. Kekuatan para hunter diberikan oleh dewa untuk melawan iblis. Jadi kekuatan hunter normalnya berlawanan dengan iblis.
Tapi kedua orang ini dan juga pria bertopeng itu memiliki kekuatan yang mirip dengan kekuatan iblis.
"Apakah kalian dari Algorhytm?"
?!
Mereka terlihat terkejut mendengar pertanyaanku.
"Kau mengetahui tentang organisasi kami. Sekarang kau harus benar - benar lenyap." Ucap kedua orang itu yang kemudian mengeluarkan tekanan yang begitu kuat kearahku.
Namun bagiku yang sudah berada di level 165 tekanan seperti itu bukanlah tekanan yang sulit untuk diatasi.
"Hoo, kalian boleh mencobanya jika kalian mampu. Lagipula, aku harus menangkap kalian karena ada beberapa hal yang harus kutanyakan."