
"Hahh ?! Membuatku naik peringkat menjadi hunter rank S ?!"
Aku terkejut pada keputusan Alicia yang tiba - tiba ini. Bukan kah itu terlalu tiba - tiba ? Tidak, tidak, akan merepotkan jika tiba - tiba naik peringkat dari seorang hunter rank D ke rank S kan ?.
"Hahaha, Kurasa kau mengerti alasannya. Tapi aku akan jelaskan padamu. Saat ini kau termasuk salah satu dari 7 orang hunter paling terkenal di perancis. Kemampuan kalian yang mampu menaklukkan dungeon di palestina 3 hari yang lalu menghebohkan seluruh dunia. Dan kenyataannya kau satu - satunya yang keluar dari dungeon tanpa terluka. Ke Alice dan yang lainnya mendapat reputasi yang baik, tapi kamu ? Semua orang berpikir kamu hanya bersembunyi di dungeon sehingga tidak terluka. Rumor buruk ini menjatuhkan citramu tau." Ucap Alicia yang mencoba menjelaskan situasi yang terjadi.
"Lalu kenapa ? Bukankah itu bagus untukku ?"
"Tentu saja tidak. Kau ingat kan aku akan berusaha membantu teman - temanmu di indonesia dengan pengaruh keluargaku. Tapi ayahku sebagai kepala keluarga selalu melihat reputasi orang yang dibantunya. Jika reputasimu jatuh begitu buruk, aku khawatir ayah tidak mau membantumu." Ucap Alicia.
Jadi itu alasannya. Seperti yang sudah kupikirkan, aku jelas tidak bisa meminta sesuatu dengan gratis pada keluarga Valentine. Jika mereka tidak membantu temanku, aku khawatir jika Amerika sewaktu - waktu datang dan membawa mereka dengan paksa.
"Hahhh, baiklah. Tapi Alicia, menurutmu bagaimana jika aku mengungkapkan identitasku yang sesungguhnya ?"
"Hemm, kurasa akan ada banyak kehebohan. Mengingat kau cukup membuat masalah. Kau menutup dungeon break di Indonesia seorang diri yang bahkan tidak bisa ditutup oleh sebelas hunter rank S lainnya, kau juga menghajar 10 orang hunter rank S Amerika sendirian. Kemungkinan hunter Amerika akan datang ke negara ini dan memburumu. Mungkin yang terburuk 2 hunter rank SSS Amerika yang akan datang sendiri untuk memburumu." Ucap Alicia menjelaskan.
Benar apa yang dikatakan Alicia. Amerika akan mewaspadai kemampuanku dan akan mengirim 2 hunter terkuatnya untuk memburuku. Amerika selalu haus akan kekuatan, mereka selalu ingin menjadi nomor satu di dunia. Saat ada seorang hunter yang terbukti berkemampuan, Amerika akan merekrutnya. Jika mereka menolak Amerika akan membunuhnya untuk mengurangi kemungkinan adanya negara yang mampu menyaingi Amerika.
Saat ini hanya Rusia, China, dan Perancis yang bisa bersaing dengan Amerika secara langsung. Mengingat kekuatan hunter di masing - masing negara tersebut sangat tinggi membuat mereka yakin Amerika tidak akan berani berbuat seenaknya.
Ini benar - benar merepotkan. Tapi jika diriku yang sekarang bertarung dengan hunter rank SSS aku merasa pasti bisa menang dalam pertarungan satu lawan satu. Tapi akan berbeda jika harus melawan dua hunter rank SSS.
"Hei, kalau kau mau mengungkapkan identitasmu yang sebenarnya, aku bisa membantu agar Amerika tidak bertindak secara langsung."
"Bagaimana kau bisa membantuku ?" Tanyaku yang penasaran pada perkataan Alicia.
"Mudah saja, aku tinggal berkata jujur bahwa kau yang menangkap pria bertopeng dari Algorhytm beberapa waktu yang lalu. Lagi pula, kau juga yang sebenarnya menutup dungeon break di Palestina kan?"Ucapnya sambil mendekatkan wajahnya padaku.
Wanita ini sangat mengerikan. Bagaimana dia mengetahui segala hal yang kulakukan ? Apakah Alice yang mengatakannya ? Tidak, tidak. Alice adalah tipe orang yang selalu menepati janjinya.
"Hei Tristan ? Kenapa kau malah melamun ?"
Ucapan Alicia membangunkanku dari lamunan sesaatku.
"Ahh, maaf. Lalu bagaimana kau mau membantuku dengan memanfaatkan dua kejadian itu ?"
Aku sependapat dengan Alicia. Itu adalah jalan terbaik untuk menyelesaikan permasalahan ini. Saat ini Perancis memiliki hunter rank SS berjumlah 8 orang dari total 21 itu adalah jumlah terbesar dibanding Amerika yang hanya memiliki 3 orang, Rusia 2 orang dan China 2 orang. Dengan bergabungnya diriku sebagai hunter rank SSS di negara ini, negara ini akan menggeser kekuatan tiga negara lainnya dan menempati peringkat 1 dalam daftar kekuatan negara. Hal in mampu memberi efek gentar pada Amerika untuk memikirkan kembali rencana mereka untuk menangkapku. Aku juga bisa melindungi teman - temanku tanpa harus bersembunyi.
"Baiklah, aku bersedia. Tapi aku mau kau yang melakukannya. Aku sudah banyak membantumu, saat ini aku mau beristirahat menikmati hari liburku."
"Baiklah, karena kau sudah banyak membantuku, aku akan melakukannya." Ucap Alicia menyetujui permintaanku.
"Baiklah, kalau begitu aku pergi dulu." Ucapku kemudian meninggalkan ruang OSIS.
Aku berlalu pergi menuju gerbang akademi. Di depan gerbang akademi, aku bisa melihat 6 orang yang sedang menungguku. Mereka adalah Erza, Leo, Hyuga, Shinobu, Silvia, dan Alice. Kami berjanji untuk pergi ke distrik perbelanjaan untuk berjalan - jalan dan merayakan keberhasilan kita.
Seperti yang kuduga, mereka adalah orang - orang yang baik.
Kemudian tanpa menunggu lagi, kami bertujuh bergegas pergi ke distrik perbelanjaan untuk menikmati liburan kami.
Untuk pergi ke distrik perbelanjaan, kami harus melewati area pertokoan. Kebetulan sekali distrik perbelanjaan tidak jauh dari akademi, mungkin hanya sekitar 2 Km dari akademi. Jadi kami pergi kesana dengan jalan kaki.
Hanya membutuhkan waktu 15 menit untuk sampai ke distrik perbelanjaan. Distrik ini dipenuhi gedung - gedung tinggi yang sebagian besarnya adalah mall, restoran, dan kafe.
Aku bisa melihat banyak sekali orang - orang yang berlalu lalang di sekitar. Mungkin karena hari libur, jumlah pengunjung di sini semakin banyak.
"Hei - Hei, ayo kita ke toko baju disebelah sana !" Ucap Silvia mengajak Shinobu dan Alice ke toko pakaian wanita yang terletak di salah satu sudut di dalam mall.
"Kalian pergi saja. Kami akan menunggu disini." Ucap Leo
Merekapun pergi untuk melakukan kegiatan yang disukai wanita kebanyakan saat sedang berada di tempat yang dipenuhi barang - barang yang berkualitas.
Aku bisa melihat senyuman dari wajah ke 3 gadis - gadis itu, terutama pada wajah Alice. Aku senang melihat senyum manis diwajahnya itu.
Aku terkejut saat Alice tiba - tiba menoleh dan melihatku yang sedang menatapnya. Karena panik aku langsung memalingkan wajah secara reflek. Aku juga melihat Alice yang memalingkan wajahnya dengan setelah menyadari mata kami saling bertatapan. Meski begitu, aku bisa melihat sekilas wajah manisnya yang merah merona.
Aku bisa melihat Ke 3 gadis itu memilih pakaian yang mereka sukai. Dari gerakan bibir mereka aku bisa tau mereka sedang saling meminta saran pada satu sama lain tentang pakaian yang akan mereka beli.
Hahahaha melihat para gadis itu lucu sekali. Menurutku, mungkin bagus sesekali menghabiskan waktu untuk liburan seperti ini.