
"Railgun !!"
Ucap Alice sambil mengepalkan kedua tangannya ke depan layaknya sebuah pistol. Kilatan melesat dari tempatnya kearah kerumunan monster dihadapannya setelah dia meneriakkan nama sihirnya.
Duaarr
Kilatan petir dari railgun Alice menghantam kerumunan monster yang menyebabkan terjadinya ledakan di kerumunan para monster itu.
"Agravation !!" Teriak Leo ditengah kerumunan ratusan monster.
Setelah meneriakkan nama skillnya, para monster di sekitarnya berkumpul dan mengejarnya. Melihat dari reaksi para monster setelah dia meneriakkan skill nya, sepertinya itu sebuah skill taunt darinya.
Skill taunt adalah sebuah skill yang dimiliki seorang tank untuk memusatkan perhatian lawan hanya padanya. Hal ini bertujuan agar rekan dari tank itu, terutama tipe penyerang bisa melancarkan serangan dengan daya hancur tinggi untuk mengalahkan lawan.
Kelemahan dari skill ini adalah skill taunt hanya berefek pada lawan yang peringkatnya lebih rendah atau setidaknya setara dengannya. Skill taunt tidak akan bekerja pada lawan yang peringkatnya jauh diatasnya.
"Incenerate !"
Sebuah kobaran api berukuran cukup besar melesat dari arah Hyuga. Kobaran api itu melaju dengan kecepatan tinggi ke arah monster yang mengerumuni Leo.
Blarrr
Suara ledakan yang cukup keras dari sihir Hyuga terdengar di telinga kami.
"Wind step."
Shinobu tidak ingin ketinggalan dan mengucapkan mantra sihirnya. Terlihat samar - samar hembusan angin berkumpul di kakinya. Dengan skillnya Shinobu berlarian dengan lincahnya kerumunan monster dan menebas mereka satu persatu.
Skill milik Shinobu sedikit mirip dengan Daniel namun ditingkatan berbeda. Skill yang dimiliki Daniel mampu meningkatkan kecepatannya hingga berkali - kali lipat.
Berbeda dengan skill milik Shinobu. Skill miliknya tidak meningkatkan kecepatan pengguna. Melainkan meringankan gerakan pengguna sehingga pengguna bisa bergerak lebih cepat dari kecepatan normalnya.
Semua orang di tim saling bekerja sama dengan baik untuk mengalahkan monster - monster di sekitar dungeon.
Aku sama sekali tidak memiliki peran dalam pertempuran ini. Yahh, itu disebabkan karena mereka menganggapku hunter rank D yang membutuhkan perlindungan mereka.
Tapi, aku tidak merasa harus protes dengan tindakan mereka. Aku hanya diam menunggu dibelakang Alice yang tengah fokus menggunakan sihirnya untuk membantu mereka.
Kami bertempur selama sekitar 1 jam untuk membersihkan ratusan monster yang berkumpul di sekitar dungeon.
Setelah pertempuran usai dan kami merasa situasi di luar dungeon sudah terkendali, kami melanjutkan melangkah memasuki portal dungeon yang terbuka dihadapan kami.
?!
"A-apa itu ?! Dungeonnya berubah !" Ucap salah seorang anggota militer yang melihat perubahan di dungeon dari pos nya.
Beberapa saat setelah kami memasuki dungeon, portal dungeon berubah mengeluarkan aura hebat yang membuat semua penjaga pos gemetar.
Dungeon biasa tidak mungkin mengeluarkan aura tekanan sebesar itu. Belum muncilnya percikan - percikan listrik di sekitar dungeon.
"Hei, cepat ambil gatemeter !" Teriak salah seorang militer memerintahkan bawahannya.
Gatemeter adalah sebuah alat yang mengukur peringkat sebuah dungeon. Gatemeter ini terbuat dari sebuah kristal khusus yang ditemukan di dalam dungeon.
Alat ini mampu mengukur tingkatan mana yang keluar dari dungeon dalam bentuk angka. Angka ini kemudian di cocokkan berdasarkan pemeringkatan.
Dengan gatemeter, kita dapat mengukur peringkat sebuah dungeon dengan tingkat akurasi yang cukup tinggi.
Pengecekan pun dilakukan dengan mengarahkan sensor yang terpasang khusus untuk merasakan mana kearah dungeon.
Betapa kagetnya semua orang yang melihat hasil pengukuran dihadapannya.
"Astaga, apa ini nyata ?" Ucap salah seorang diantara mereka dengan frustasi.
"Dungeon dihadapan kita sekarang sudah menjadi dungeon peringkat SS. Dan bahkan nilainya terus mengalami kenaikan. Jika tidak segera ditutup dungeon ini akan menjadi akan menjadi rank SSS atau diatasnya dan bisa menjadi ancaman bagi seluruh dunia." Ucapnya dengan mata terbelalak melihat angka di gatemeter yang terus bertambah.
Di dalam dungeon kami sudah bertarung dengan ratusan monster yang datang untuk menyerang kami. Jika ditotal, tim kami sudah membunuh ribuan monster sampai saat ini.
Perasaanku terus tidak enak sejak datang di dungeon ini. Aku berusaha menghilangkan perasaan mengganggu ini, tapi berapa kalipun aku mencoba perasaan ini tidak bisa dihilangkan.
"Ayo kita segera menuju ke ruangan bos." Ucap Leo yang ingin segera menyelesaikan dungeon.
Kamipun melanjutkan langkah kami untuk memasuki area terdalam dungeon tempat bos dungeon berada.
Tentu aja tidak mudah untuk bisa masuk ke tempat boss. Untuk bisa masuk ke tempat boss dungeon berada kami harus melawan ribuan monster yang berusaha membunuh kami.
Sejauh ini, kami memang bisa mengatasi mereka dengan baik. Tapi aku khawatir dengan jumlah mana setiap orang jika mereka terus - menerus menghadapi serangan beruntun ini.
Untungnya aku merasa mana dari Silvia yang berperan sebagai satu - satunya Healer di tim kami masih cukup.
Kami cukup beruntung karena Leo yang sebagai tank melakukan serangan dengan baik untuk menarik perhatian musuh sehingga tim kami bisa mengalahkan tiap musuh yang datang tanpa mendapat luka yang fatal.
Leo adalah satu - satunya yang terluka karena dia berperan menarik perhatian para monster, namun seluruh luka yang dideritanya sudah disembuhkan oleh Silvia.
Setelah memakan waktu sekitar 45 menit berjalan menyusuri dungeon sambil melawan monster yang terus bermunculan, kami melihat sebuah ruangan raksasa di depan kami.
Ditengah - tengah mereka, aku melihat iblis yang memimpin mereka. Jika dilihat dari aura yang dikeluarkannya kemungkinan iblis di hadapan kami berada ditingkatan demon duke. Demon duke adalah gelar tertinggi yang dimiliki oleh seorang banhsawan iblis.
"Ya tuhan. Apa kita benar - benar sanggup menutup dungeon ini." Ucap Silvia yang mulai ragu setelah melihat pemandangan dihadapannya.
Tidak hanya Silvia, seluruh anggota tim terlihat ragu setelah melihat ribuan monster dihadapan mereka yang dipimpin oleh seorang demon duke.
Kepercayaan diri mereka saat memasuki dungeon sirna di hadapan ribuan iblis di hadapan mereka.
Tapi, aku lebih khawatir pada sebuah portal yang belum terbuka sepenuhnya yang terletak di samping demon duke itu.
Aku merasakan kengerian luar biasa yang menusuk hingga ketulang di seluruh tubuhku.
"Sistem, portal apa yang ada dihadapanku ? Kenapa aku merasa sebuah kekuatan sihir yang luar biasa berasal dari dalam portal itu ?" Ucapku pelan agar tidak terdengar oleh anggota timku.
'Meninjau dari jumlah energi yang dikeluarkan gerbang dihadapan anda, kemungkinan seorang raja iblis akan keluar dari dalam portal. Presentase keakuratan mencapai 97%'
?!
Aku terkejut setelah melihat jawaban dari sistem.
Jadi, firasat buruk yang kurasakan sejak kemarin sekarang telah terjawab. Status sense ku yang tinggi akan mendeteksi bahaya yang kemungkinan mengancamku. Dan raja iblis ini kemungkinan terdeteksi sebagai bahaya yang bisa mengancamku dan membuatku merasakan firasat buruk.
"Sistem, dengan kemampuanku sekarang berapa persen kemungkinanku menang melawan raja iblis jika dia benar - benar keluar sepenuhnya dari dalam portal ?"
'Gelombang mana yang terdeteksi dari portal memiliki jumlah sekitar 10 kali lipat mana anda. Itu menunjukkan raja iblis yang akan keluar lebih kuat 10 kali lipat dari anda. Peluang kemenangan anda dalam sebuah pertarungan langsung adalah 0.1%.'
'Jadi begitu. Kekuatanku sekarang masih tidak cukup untuk melawan seorang raja iblis.' Pikirku setelah melihat jawaban sistem dari pertanyaanku.
"Kita harus segera membunuh bangsawan iblis yang menjadi boss dungeon ini."
Ucapanku tiba - tiba itu membuat semua orang menatapku.
"Portal yang dijaga boss dungeon itu adalah portal uang menghubungkankan dunia ini dengan dunia iblis. Portal itu belum terbuka sepenuhhnya. Saat portal itu sepenuhnya, seorang raja iblis yang jauh lebih kuat dari boss dungeon ini akan keluar dari dalam portal. Saat itu terjadi, aku bisa katakan dengan pasti dunia ini akan benar - benar hancur oleh kekuatan raja iblis." Ucapku menjelaskan.
"A-apa ? Raja iblis ? Dan dia lebih kuat dari monster yang ada di sebelah portal itu ?!" Ucap Shinobu yang tidak bisa membayangkan besarnya kekuatan raja iblis.
Demon duke yang saat ini berdiri di samping portal sangatlah kuat. Tapi raja iblis jauh lebih kuat lagi. Mereka tidak bisa membayangkan sekuat apa raja iblis yang akan muncul.
"Hei kau. Bagaimana kau bisa tahu portal itu digunakan untuk membawa raja iblis ke dunia ini ? Padahal kau hanya seorang hunter rank D." Ucap Erza meragukan ucapanku.
Aku bisa mengerti perkataan Erza. Dia tidak yakin dengan ucapanku, dan dia juga tidak mau ucapanku semakin menurunkan kepercayaan diri tim kami. Tapi dalam situasi ini, aku harus membuat mereka yakin untuk segera menutup dungeon ini. Raja iblis tidak boleh datang ke dunia ini.
"Hahhh, baiklah. Aku tidak punya pilihan lagi. Kali ini, aku akan membantu dengan seluruh kekuatanku."
"Bayanganku, bangkitlah." Ucapku.
Bayanganku yang berjumlah sekitar 1000 prajurit keluar di belakang kami. Mereka kebanyakan terdiri dari demon knight yang pernah kulawan, dan beberapa demon wolf yang kulawan dulu.
Tidak lupa dengan beberapa pemimpin dari pasukan bayanganku.
Fenrir yang kekuatannya meningkat dan berada diperingkat seorang hunter rank S.
Demon baron yang kukalahkan dalam instant dungeon tahun lalu yang kekuatannya melampaui seorang hunter rank S.
2 demon baron yang keluar dari dungeon break di Indonesia tahun lalu yang membuat 11 hunter rank S kami kesulitan.
Dan seorang demon Viscount yang pernah menghajar ketua Edward.
Ke 5 dari mereka memiliki kemampuan setara atau bahkan melampaui seorang hunter rank S.
"Tristan...sebenarnya berapa banyak kemampuan yang kau sembunyikan." Ucap Alice yang menatap ribuan pasukan bayangan yang baru saja kupanggil.
"M-mustahil ! Apa kau benar - benar hanya seorang hunter rank D ?!" Ucap Hyuga
"Hunter summoner terbaik di dunia saja hanya bisa memanggil 5 makhluk. Tapi apa - apaan jumlah yang kau panggil ini ?!" Ucap Leo.
"Aku sungguh tidak menyangka, kau memiliki kekuatan sebesar ini !" Ucap Silvia.
"Sihir sehebat ini. Aku benar - benar tidak bisa membayangkannya." Ucap shinobu.
Bagiku, wajar melihat ekspresi ke 5 orang itu setelah melihat pasukan bayanganku. Tapi sekarang aku senang setelah melihat kepercayaan diri mereka yang kembali setelah melihat ribuan pasukan bayanganku.
Kepercayaan diri mereka yang jatuh dalam sebuah keputusasaan, kini telah kembali dengan keyakinan untuk menang yang jauh lebih tinggi.
"Haha. Aku tahu kau bukan hanya seorang hunter rank D saat tahu kau direkomendasikan menjadi anggota OSIS oleh Alicia." Ucap Erza yang tidak terlihat terkejut dengan kekuatanku.
"Berbeda dengan Daniel dan Leona yang sangat menaati aturan dan tidak pernah merekomendasikan orang lain untuk menjadi anggota OSIS. Alicia adalah tipe orang yang akan merekrut siapapun yang dia rasa memiliki kemampuan yang luar biasa. Itulah kenapa dia pernah memaksaku dulu."
"Tapi, aku sungguh tidak membayangkan kau seorang summoner sehebat ini. Aku sungguh terkejut. Pantas saja Alicia merekrutmu, kau adalah hunter tipe sihir terhebat yang pernah kutemui. Sekarang, aku menjadi bersemangat untuk membantai iblis - iblis di ruangan boss di depan kita." Ucapannya dengan gairah tinggi seakan dia terlihat seperti binatang buas yang sudah tidak sabar untuk menghabisi mangsanya.
'Yahh, dia benar saat mengatakan aku seorang summoner. Tapi dia salah saat menyebutku hunter kelas mage. Kekuatan fisikku jauh lebih besar dari kekuatan sihir yang kumiliki.' Pikirku yang hanya diam setelah menatap tatapan mata Erza yang penuh gairah membunuh.
Pertempuran terakhir kami untuk menutup dungeon break akan segera dimulai.