Rebirth With Fragment Of God

Rebirth With Fragment Of God
Season 2 Chapter 20



Duarrrr duarrr duarrr


Suara ledakan yang menggema begitu keras terdengar dari berbagai penjuru kota paris.


"Apa itu?! Apa yang sebenarnya sedang terjadi?!" Ucap Alice yang mendengar banyak suara ledakan yang terjadi di berbagai tempat.


"Hahahaha, jadi mereka sudah mulai ya." Ucap Eviel


"Sudah mulai? Apa yang sudah dimulai?!" Tanya Alice yang tidak memahami ucapan Eviel.


"Perburuan keluarga Valentine." Ucap Eviel dengan senyum sinisnya.


"Perburuan keluarga Valentine? Apa artinya itu? Kenapa kau memburu keluargaku?!"


"Kau tidak perlu tahu. Karena sebentar lagi aku akan menangkapmu." Ucap Eviel.


Eviel berjalan dengan santainya kearah Alice dan yang lainnya. Tekanan dari aura yang memancar deras dari tubuhnya membuat siapapun merasakan kengerian luar biasa dari orang dihadapan mereka.


Semua orang tahu orang dihadapan mereka ini layaknya monster yang tidak bisa dihentikan. Tapi, jika mereka gagal menghentikannya orang dihadapan mereka akan membawa Alice. Untuk melindungi Alice semuanya bersiap untuk mengeluarkan seluruh kemampuannya.


"Tidak akan kubiarkan kau membawa teman kami."


Erza kemudian melesat ke arah Eviel dengan cepat. Dengan kedua cakar yang tercipta dari aura petir keemasan ditangannya dia mengayunkan cakarnya dari bawah keatas dengan sangat kuat yang membentuk gelombang energi berbentuk cakar yang melaju dengan sangat cepat ke arah Eviel.


"Hemm, ini jauh lebih lemah dari yang tadi."


Eviel kemudian merentangkan tangannya kedepan tepat kearah gelombang serangan Erza melaju kearahnya.


Bummmm


Suara benturan yang dihasilkan serangan Erza menggema ke seluruh area di sekitar mereka.


Namun serangan yang dihasilkan Erza tidak berefek apapun pada Eviel. Tidak ada segores lukapun yang dihasilkan dari serangan Erza pada tubuh Eviel.


Erza sudah menyadari kalau serangan seperti itu tidak akan berpengaruh pada Eviel mengingat bahkan sihir ekstrim miliknya tidak mampu melukainya.


"Wind blade."


Shinobu tiba - tiba mengucapkan mantera sihirnya dan melesat ke arah Eviel. Dengan pedang ganda ditangannya dia maju dan mengayunkan pedangnya ke arah Eviel.


Setelah Shinobu mengucapkan mantera sihirnya pedang gandanya diselimuti energi berwarna kehijauan yang begitu terang. Energi tersebut adalah simbol dari penggunaan energi angin yang menyelimuti pedang ganda yang di bawa Shinobu. Energi itu menambah ketajaman pedang Shinobu menjadi 2 kali lipat lebih tajam. Bahkan pedangnya bisa memotong sebuah baja tanpa kesulitan.


"Hiyaatttt"


Shinobu berteriak dan mengayunkan pedangnya tepat kearah Eviel. Namun hal itu sia - sia. Pedang Shinobu yang sudah dilapisi aura dari sihir elemen anginnya hanya ditahan oleh tangan kiri Eviel yang begitu besar.


Terlihat jelas Eviel menahan serangan Shinobu tanpa kesulitan sedikitpun. Pedang yang seharusnya bisa membelah sebuah baja dengan mudah ditahan dengan mudahnya oleh tangan Eviel. Hal ini membuat Shinobu terkejut dan menurunkan kewaspadaannya.


"Cih mengganggu. Terima ini!"


Eviel mengayunkan tinju dari tangan kanannya yang diselimuti api ke arah Shinobu dengan begitu kuat.


Suara gema yang dihasilkan pukulan Eviel terdengar begitu kuat.


"Uhh, padahal hanya pukulan biasa. Aku tidak pernah membayangkan sebuah pukulan biasa mampu membuatku terdorong seperti ini." Ucap Leo sambil memegang perisainya yang mengeluarkan asap setelah menahan pukulan Eviel.


Beberapa detik sebelum pukulan Eviel mengenai Shinobu Leo dengan sigap melompat ke depan Shinobu untuk menahan pukulan yang dilontarkan Eviel. Meski Leo sudah menahan pukulan tersebut dengan perisainya, dia dapat merasakan pergelangan tangannya yang terasa nyeri akibat menahan pukulan dahsyat Eviel.


"Pukulan yang luar biasa. Jika aku terlambat melindungi Shinobu, aku khawatir dia tidak bisa di selamatkan." Gumam Leo yang merasakan nyeri di lengannya.


"Leo kau tidak apa - apa?!" Tanya Silvia yang mengkhawatirkan kondisi Leo.


"Tidak apa - apa. Hanya sedikit nyeri saja karena pukulan orang gila itu." Ucap Leo menjawab pertanyaan Silvia.


"Aku akan menyembuhkanmu. Heal!"


Cahaya keemasan terang menyelimuti tubuh Leo setelah Silvia mengucapkan mantera sihirnya. Cahaya keemasan yang berkilauan itu adalah sihir penyembuhan yang dimiliki Silvia sebagai hunter tipe suport.


"Terimakasih Silvia." Ucap Leo berterimakasih pada Silvia.


"Baiklah sekarang giliranku menyerang."


Eviel kemudian merentangkan tangannya kedepan ke arah Leo yang sedang dalam posisi bertahan melindungi teman - temannya dibelakang.


"Mari kita lihat sebagai hunter rank S bertipe tank, apakah kau bisa menahan seranganku. Dragon breath."


Setelah mengucapkan mantera sihirnya api dalam jumlah yang sangat besar menyembur dari tubuhnya. Api yang keluar dari tubuhnya sangatlah besar. Begitu besar hingga membuat Leo dan semua teman yang dibelakangnya bisa merasakan panas bahkan dari jarak yang cukup jauh.


"Ini gila. Bukankah api itu tercipta dari mananya? Sebenarnya berapa banyak mana yang dimiliki orang gila itu. Hyuga, apakah kau bisa mengimbangi serangan monster itu?!" Tanya Leo pada Hyuga.


"Aku benci mengakuinya. Sihir yang dikeluarkan orang itu mungkin setara atau bahkan lebih kuat dari sihir ekstrimku. Aku mungkin bisa menghentikannya dengan sihir ekstrimku, tapi aku akan kehabisan sebagian besar mana setelahnya. Aku tidak menyarankan menggunakan sihir ekstrim jika tidak benar - benar dalam situasi bahaya. Jika kita sampai kehabisan mana, semuanya berakhir saat itu juga." Ucap Hyuga yang berusaha mengingatkan teman - temannya agar tidak menggunakan sihir ekstrim yang mereka miliki.


Sihir ekstrim adalah sihir terkuat yang bisa digunakan seorang hunter. Dengan kata lain itu adalah teknik terkuat yang mereka miliki. Tentu saja untuk menggunakan teknik terkuat juga diperlukan mana dalam jumlah yang besar. Normalnya sebuah sihir ekstrim memakan lebih dari setengah mana yang mereka miliki.


Itu berarti setiap hunter hanya bisa menggunakan sihir ekstrim mereka hanya untuk sekali. Jika lebih dari itu, mereka akan benar - benar kehabisan mana dan tidak bisa melanjutkan pertarungan. Hal tersebut sangat beresiko pada pertempuran dengan lawan yang tangguh seperti Eviel.


Saat ini, hanya Erza yang sudah menggunakan sihir ekstrimnya untuk mendorong Eviel keluar dari gedung mall dan bisa bertarung di tempat terbuka. Tapi bahkan dengan sihir ekstrim dari seorang hunter rank SS sekuat Erza tidak bisa melukai tubuh Eviel yang bahkan lebih keras dari baja.


"Sial, itu bukan sihir ekstrim kan? Tapi kenapa aku merasa sihir yang akan keluar itu setara dengan sebuah sihir ekstrim." Ucap Leo yang terus mengamati Eviel.


Api dalam jumlah besar yang terpancar dari tubuh Eviel kemudian berkumpul di depan telapak tangannya. Kumpulan api tersebut membentuk sebuah bola api dengan tingkat intensitas yang sangat tinggi.


Alice yang pernah melawan Eviel tidak terlalu terkejut dengan teknik Eviel. Meski begitu Alice tidak bisa menyembunyikan rasa takutnya karena mengingat ketidak berdayaannya sebelumnya saat melawan Eviel.


Berbeda dengan Alice, Leo dan yang lainnya membuka mata mereka seakan mereka sedang melihat monster di depan mereka. Dengan sekuat tenaga mereka berusaha menahan rasa takut yang membuat tubuh mereka gemetar. Sensasi yang mereka rasakan saat ini, mirip dengan saat mereka melawan Agares yang seorang demon duke.


Semua orang ditempat itu benar - benar terkejut melihat kekuatan Eviel. Seorang manusia yang memiliki kekuatan sebanding dengan iblis tingkat tinggi. Mungkin orang yang sedang mereka lawan saat ini sebanding dengan seorang hunter rank SSS.


"Baiklah, cobalah untuk menahan ini." Ucap Eviel dengan senyum sinisnya yang mengerikan.