Rebirth With Fragment Of God

Rebirth With Fragment Of God
Season 2 Chapter 14



Sebuah pedang energi berwarna hitam mengarah padaku dengan sangat kuat. Tekanan yang dihasilkan pedang energi itu terasa semakin kuat saat pedang energi tersebut semakin dekat denganku. Tekanan dari energi yang terkumpul pada pedang energi itu bahkan mampu menimbulkan retakan pada tanah di bawahku.


Aku sama sekali tidak heran mengingat tekanan Itu berasal dari energi murni milik seorang bangsawan tertinggi dari kaum iblis. Tekanan luar biasa yang mampu membuat retakan pada tanah dan dinding disekitarnya hanya karena energi yang dihasilkannya.


'Kekuatannya sungguh luar biasa.' Pikirku yang melihat kekuatan Agares.


Tapi, setelah mengaktifkan skill berserker, seluruh statusku meningkat 5 kali lipat dari kekuatan semulaku. Itu artinya, saat ini aku jauh lebih kuat dari iblis yang kekuatannya bagaikan monster itu.


"Hahh, kau memang kuat. Kekuatanmu bagaikan binatang buas yang memangsa semua yang ada dihadapanmu. Tapi kau bernasib buruk karena bertemu denganku. Jika kau seorang binatang buas, maka aku adalah binatang mitos yang mampu menelan segalanya."


Tidak lama setelah aku mengatakan itu pedang energi berkekuatan luar biasa itu menghantamku.


BLARRRRR


Hantamannya menciptakan ledakan yang sangat kuat. Ledakan yang dihasilkan bahkan menghempaskan semua yang disekitarnya.


"Tristan !!"


Suara teriakan dari seluruh anggota timku terdengar bergema di dalam dungeon ini. Mungkin mereka pikir aku akan terluka oleh serangan ini. Tidak heran mereka berpikir seperti itu, mengingat kekuatannya memang sangat luar biasa.


"Kalian tidak perlu khawatir, mulai sekarang kalian bisa menyerahkan ini padaku."


?!


Rasa terkejut, kagum, bingung dan lain sebagainya tergambar jelas dari raut wajah mereka. Itu normal mereka menunjukkan ekspresi seperti itu. Sebuah serangan yang mampu menghancurkan sebuah negara hanya dengan satu serangan mampu ditahan hanya dengan satu tangannya.


Benar. Aku menahannya dengan menggenggam pedang energi itu dengan kelima jari tangan kananku. Jujur saja, tekanan yang kurasakan memang sangat kuat. Tapi bukan berarti aku tidak bisa menahan tekanan seperti ini.


"B-bagaimana bisa ?! Bagaimana bisa kau menahan serangan terkuatku ?!" Ucap Agares yang tidak menyangka serangan terkuat miliknya bisa dihentikan hanya dengan genggaman tangan kananku.


"Kau sungguh berpikir serangan seperti itu bisa membunuhku ? Ahh maaf, aku salah bicara. Maksudku, apa bahkan hal seperti ini bisa disebut serangan ?" Ucapku dengan santainya yang sengaja ingin memanas - manasinya.


Aku kemudian mengeluarkan api hitam milikku. Dalam mode berserker yang semua statusku ditingkatkan sebanyak 5 kali lipat, api hitamku juga meningkat kekuatannya menjadi jauh lebih kuat.


Dalam sekejap api hitamku menjalar menyelimuti pedang energi milik Agares. Api hitam terus menjalar layaknya tali yang terulur terus menerus. Menjalar terus hingga mendekati pangkal pedang itu.


Agares yang menyadari bahaya dari api hitam itu, dia melangkahkan kakinya dan melompat kebelakang untuk mengelak dari kobaran api yang bisa membakarnya hingga tidak tersisa.


"Mustahil. Bagaimana bisa manusia sekuat ini." Ucap Agares yang mulai panik melihat kekuatan lawannya.


"Dark repulser !!!"


Agares membuat kuda - kuda rendah dengan tangan kanan yang menempel dipinggangnya. Energi gelap kehitaman terkumpul ditangannya dengan cepat. Dalam sekejap energi itu sudah terkumpul membentuk sebuah bola energi yang mungkin sebesar bola basket.


Tanpa berpikir panjang dia menembakkan bola energi itu hingga membentuk sebuah laser yang memanjang melesat kearahku.


"Space kontrol aktif, Deviation."


Laser itu melesat kearahku dengan cepat. Tapi saat laser energi itu berjarak 1 meter dariku, secara tiba - tiba laser itu berbelok kearah lain dan menabrak dinding dungeon di belakangku.


Kemudian Agares terus menembakkan laser energi secara beruntun kearahku. Namun seperti serangan awalnya, semua serangannya berbelok saat berjarak satu meter denganku.


Sebenarnya dengan skill space kontrol milikku, aku memiliki kemampuan untuk mengontrol ruang disekitarku. Dengan kata lain, aku lah yang mengendalikan ruang disekitarku. Dengan kemampuanku ini, aku menciptakan penyimpangan ruang dengan diameter sekitar 1 meter dariku. Karena itu saat ini, tidak ada satupun serangan yang bisa mengenaiku.


Namun meski skill ini sangat kuat, mana yang dibutuhkan untuk menggunakan skill 'space and time kontrol' juga sangatlah besar. Karena itu, aku baru bisa menggunakannya dengan leluasa dalam mode berserker karena status inteligenku yang meningkatkan kapasitas manaku meningkat hingga 5 kali lipat.


Saat melawan Daniel dipertarungan simulasi dulu dan menggunakan skill time control milikku, aku hanya menggunakan skill itu selama sepersepuluh detik. Tapi manaku terkuras sebanyak 5% dari total mana yang kumiliki. Jika aku menggunakan skill itu selama 2 detik saja manaku bisa benar - benar habis. Aku nekat menggunakan skill itu untuk menekan mental Daniel. Aku lebih suka membuatnya menyerah daripada harus repot - repot melukainya.


Hampir sama dengan time control, space control juga mengkonsumsi mana dalam jumlah besar. Karena itu aku tidak mau menggunakan skill ini terlalu sering. Tapi berbeda saat aku dalam mode berserker, kapasitas manaku yang ditingkatkan sebesar 5 kali lipat saat ini bisa menggunakan space control untuk memojokkan Agares tanpa harus khawatir kehabisan mana.


Aku bisa melihat kepanikan yang dialaminya. Sebagai salah satu iblis yang berada dipuncak, aku yakin tidak ada seorangpun yang bisa mendesaknya sampai seperti sekarang. Mungkin pengecualian untuk raja iblis.


"Sial ! Kenapa tidak ada satupun seranganku yang mengenaimu ?!! Sebenarnya teknik macam apa yang kau gunakan ?!!"


Agares mulai berteriak - teriak padaku yang melihatku berjalan dengan santainya didepan serangan energi beruntunnya. Serangan beruntun darinya terus dia keluarkan dengan harapan ada satu saja dari serangannya yang mengenaiku. Tapi sia - sia saja, skill space control adalah kekuatan mutlak yang tidak bisa ditawar. Sebanyak apapun serangan yang dilancarkannya, kemungkinan dari serangan itu untuk mengenaiku hanyalah 0%. Dengan kata lain, mustahil untuk serangannya bisa mengenaiku selama aku menggunakan skill ini.


Aku terus melanjutkan langkahku mendekati Agares yang tengah panik. Dalam beberapa langkah, aku berada tepat dihadapannya.


Agares yang melihatku berdiri dihadapannya hanya bisa menunjukkan ekspresi ketakutan. Reaksi normal bagi makhluk kecil yang bertemu predator yang akan memangsanya.


"S-sebenarnya, siapa kau ini ? B-Bagaimana manusia sepertimu memiliki kekuatan sebesar itu ?" Tanyanya dengan suara terbata - bata karena rasa takut yang dialaminya.


"Kau tidak perlu tau. Makhluk yang sebentar lagi akan mati, tidak berhak bertanya apapun padaku." Ucapku dengan dingin.


Agares hanya gemetar melihatku. Dalam keadaan mentalnya yang ketakutan, dia bisa melihat dengan jelas aura kebiruan yang terus merembes dari tubuhku. Mata biruku yang bersinar dalam kegelapan bagaikan sosok dewa kematian yang akan merampas hidupnya.


Aku menggerakkan tanganku dengan pelan ke wajahnya. Raut wajah Agares semakin ketakutan saat melihat tanganku menggenggam wajahnya.


"Burn."


Hanya dengan satu kata api hitam keluar dari tanganku dan membakar tubuh Agares.


"Aaaaarrrrggghhhhh !!!"


Agares berteriak kesakitan karena panasnya api hitam milikku. Api hitam adalah api yang mampu membakar segalanya, bahkan bangsawan iblis tertinggi seperti Agares tidak bisa terhindar dari sifat mutlak dari api hitam penyucian.


Melihat kemampuan luar biasa Agares, aku tidak ingin membakarnya hingga habis menjadi abu. Dia bisa menjadi prajurit bayangan tangguh yang bisa membantuku di masa depan. Jadi aku hanya membakarnya hingga aku merasa hawa kehidupannya benar - benar lenyap dan menyisakan tubuh yang sudah hangus dengan asap yang keluar dari tubuhnya.


Melihat tuannya mati para bawahan iblis tidak bisa menyembunyikan rasa takut dari wajah mereka. Itu wajar saja, mengingat bagi mereka seorang demon duke yang hanya satu tingkat dibawah raja iblis memiliki kekuatan layaknya dewa perang yang tidak bisa dihentikan dalam peperangan. Namun, baru saja mereka melihat dewa perang mereka berteriak kesakitan saat api penyucian membakar tubuhnya. Karena itu, bahkan meski jumlah mereka masih tersisa puluhan ribu, tidak ada satupun dari mereka yang berani maju untuk melawanku.


"Hahh, baiklah. Sekarang giliran kalian. Aku tidak ingin membuat kalian musnah menjadi abu, jadi aku harap kalian jadi anak pintar dan menurut saja ya." Ucapku sembari berjalan kearah para iblis dengan api hitam yang berkobar di pergelangan tangan kananku.


"UAAAARRRRRGGGGHHHHHH"


Dalam sekejap dari dalam dungeon terdengar teriakan kesakitan tanpa henti. Teriakan itu begitu keras bahkan hingga terdengar sampai keluar dungeon yang mana menjadi tempat para militer berjaga.