Rebirth With Fragment Of God

Rebirth With Fragment Of God
Chapter 21 " Dungeon break "



"Uhhh, apa - apaan manusia ini ?! Dia bisa menandingiku dalam berbagai hal ? Tapi sekarang dihadapan 4 bangsawan iblis, dia akan berakhir."


Saat ini aku berhadapan dengan 4 orang bangsawan iblis. Ke tiga iblis tingkat baron dan satu iblis tingkat viscount. Dengan kekuatanku sekarang, aku tidak tau apakah aku sanggup melawan mereka berempat sekaligus.


Saat aku memikirkan perbedaan kemampuan kami, mereka melesat bersamaan kearahku.


Seorang diantara mereka melayangkan pukulan langsung dari arah depan, dengan sigap aku menangkap tangannya, menariknya kebawah hingga dia kehilangan keseimbangan.


Kemudian bergerak ke samping kanannya dan dengan tangan kiri kulayangkan pukulan kearah rahangnya.


Sebelum pukulanku mencapainya seorang iblis datang dari atas tempatku berdiri. Dia mengepalkan kedua tangannya dan mengayunkannya kearahku.


Aku yang memiliki tingkat persepsi yang tinggi merubah posisiku untuk menahan serangannya. Aku menahan serangannya dengan kedua tanganku.


Saat aku fokus menahan serangannya, sebuah pukulan cepat datang tepat didepan wajahku. Pukulan yang cepat dan kuat itu menghantam wajahku.


Pukulannya menimbulkan gelombang yang sangat kuat. Tapi aku sama sekali tidak bergerak dari posisiku.


Kemudian aku mengepalkan tangan kiriku, mengepalnya dengan sangat kuat hingga seluruh otot di tanganku terlihat. Aku melayangkan pukulan dari bawah keatas tepat pada dagunya. Karena kerasnya pukulanku iblis itu sampai terpental keatas.


Kemudian iblis tingkat viscount yang merupakan yang terkuat diantara para iblis yang kulawan melesat kearahku, dia melayangkan pukulan keras kearahku.


Melihatnya melayangkan pukulannya padaku, aku menggunakan tangan kananku untuk melawan pukulannya.


"Blaaaaarrrr"


Pukulan kami saling berbenturan dan menyebabkan gelombang kejut yang sangat kuat. Tidak hanya sekali, kami beradu pukulan hingga berkali-kali.


Semua orang disekitar hanya bisa melihat pertarungan kami. Mereka sadar mereka tidak akan bisa melakukan apa-apa jika mereka melibatkan diri. Bahkan mungkin itu malah membebaniku karena harus melindungi mereka. Dihadapan mereka, mereka seperti melihat pertarungan antar monster.


Ditengah tengah adu pukulan yang terjadi diantara kami para iblis tingkat baron melesat kearahku. Konsentrasiku hancur untuk sesaat, itu membuatku terkena beberapa pukulan iblis dihadapanku.


Pukulan bertubi - tubi itu cukup kuat untuk membuatku kehilangan kesadaran untuk sesaat.


Meski hanya sesaat kehilangan kesadaran dalam pertempuran sangatlah fatal. Dalam jeda waktu sepersekian detik itu, para iblis baron menyerangku bertubi-tubi


Pukulan di rahang dan perut. Seorang iblis tingkat baron mendaratkan serangan lutut yang mengenai perutku, itu membuatku memuntahkan darah. Belum cukup sampai situ iblis tingkat viscount melakukan pukulan uper cut padaku. Aku mendongak keatas karena pukulannya dan dari atas seorang iblis tingkat baron memukul wajahku dengan keras. Pukulannya sangat keras hingga membuatku terjatuh ketanah.


Belum berhenti disitu mereka seakan tidak memberiku sedikitpun kesempatan untuk bangkit seorang iblis menduduki dadaku dan melancarkan pukulan bertubi-tubi kearah wajahku.


Uhhh, aku merasakan darah mengalir deras dari wajahku. Meski banyak darah yang sudah keluar, seakan belum puas dia terus melayangkanpukulan beruntunnya tanpa henti.


Kesadaranku mulai buyar. Meski kekuatan fisikku sudah sangat kuat tapi jika mendapat serangan beruntun seperti itu aku akan kesulitan.


Kesadaranku mulai memudar. Rasa sakit dari pukulan beruntun yang kuterima perlahan semakin tidak terasa.


Melihat tubuhku yang sudah lemas dengan darah yang tercecer dimana-mana iblis itu terlihat puas. Dengan nafas yang tersengal-sengal dia tertawa terbahak-bahak.


Karena kehilangan kesadaran pasukan bayangankupun menghilang.


Suasana kembali mencekam.


"B-bahkan hunter Azel tidak mampu menandingi keempat bangsawan iblis sekaligus. Apakah negara ini akan mengalami kehancuran hari ini ?" gumam ketua Edward.


"Hahhh, manusia...sekarang raja kalian sudah mati. Tapi karena kalian berani melawanku, aku pastikan kalian semua akan mendapat kematian yang menyakitkan." ucap iblis itu.


Semua orang hanya bisa diam mendengar ucapan iblis itu. Mereka tidak bisa berbuat apa - apa untuk menghentikan bencana yang ada dihadapan mereka.


"Para pasukanku, bunuh para manusia dihadapan kalian dengan cara paling menyakitkan yang bisa kalian pikirkan." ucap iblis itu.


Ribuan iblis, mulai berjalan dengan rapi. Mereka berjalan seperti para tentara yang sedang melakukan baris berbaris.


Setiap iblis itu semakin dekat selangkah rasa putus asa yang dirasakan semua orang semakin besar.


Melihat para iblis itu semakin dekat para hunter rank S, juga para hunter rank A ikut maju, mereka berniat melawan. Dengan sisa - sisa kekuatan yang dimiliki para hunter rank S dan juga kekuatan para hunter rank A yang ada mereka berusaha melawan.


"Kekekekeke, manusia bodoh ! Kalian pikir bisa menang ?! Satu - satunya manusia yang bisa menyelamatkan kalian sudah ku kalahkan. Kalian pikir hama seperti kalian bisa memberi perlawanan ?" ucap iblis itu.


Semua orang yang ada disini tau, mereka tidak akan bisa menang. Perlawanan mereka pada akhirnya akan berakhir sia - sia. Kematian mereka adalah hal yang tidak bisa mereka hindari lagi. Tapi walau begitu, daripada mati sia - sia ditangan para iblis. Mereka lebih memilih untuk tetap melawan.


"Dimana ini ? Tempat apa ini ?"


Aku merasa sedang terbaring ditempat yang sangat tenang. Ketenangan yang sangat menenangkan jiwa dan pikiran. Aku merasa tidak ingin meninggalkan ketenangan ini. Aku merasa sangat nyaman hingga seluruh tubuhku tidak ingin berpindah satu inci pun dari sini.


Ditengah ketenangan yang kurasakan, aku melihat sebuah siluet hitam. Pandanganku kabur hingga tidak bisa melihatnya dengan jelas. Siluet itu mendekat dan semakin dekat padaku.


Saat dia sudah berada tepat disampingku aku melihatnya menggerakkan bibirnya. Dia seperti sedang mengatakan sesuatu, tapi aku tidak tau apa yang dia katakan. Aku tidak bisa mendengar dan merasakan apapun. Bahkan pandanganku kabur hingga aku hanya bisa melihatnya sebagai siluet hitam aja.


Dia duduk disampingku, dia mengulurkan tanganku tepat di dadaku. Saat tangannya mengalir di dadaku, aku merasa darahku mendidih.


Perasaan apa ini ? Ini seperti perasaan amarah yang tidak terbendung. Rasa marah ini melonjak sangat kuat.


Dalam perasaan yang dipenuhi amarah yang sangat kuat aku ingat yang kualami. Aku ingat saat ini semua orang sedang dalam bahaya. Aku ingat saat aku berhadapan dengan seorang iblis yang cukup kuat. Aku ingat saat aku dikeroyok para iblis dan berakhir dikalahkan.


Lalu ? Apa yang kulakukan disini ?! Saat ini semua orang dalam bahaya. Aku tidak punya waktu untuk berdiam diri disini.


Dengan pemikiran seperti itu. Aku melihat sebuah jendela pesan. Jendela pesan yang sangat familiar. Itu adalah jendela sistem yang selalu muncul.


Aku tertawa kecil melihat jendela sistem itu.


"Hahahaha, padahal aku berniat untuk tidak menunjukkan kekuatanku terlalu banyak, tapi sepertinya akan sulit jika harus melawan beberapa bangsawan iblis sekaligus. Baiklah kurasa aku akan menunjukkan satu kemampuanku lagi." gumamku sambil tersenyum melihat layar status yang muncul dihadapanku.


' Skill berserker fury aktif '