Rebirth With Fragment Of God

Rebirth With Fragment Of God
Chapter 27



Krinnnngggg


Suara bel tanda masuk kelas. milai terdengar ke seluruh sekolah.


Hari ini aku dan teman - temanku memutuskan untuk kembali sekolah. Karena beberapa urusan semenjak mendapat kekuatan pemberian dewa ini, aku tidak menghadiri kelasku selama beberapa hari.


Aku ingat terakhir kali aku menghadiri kelas adalah saat verifikasi kekuatan sihir, belum lagi kejadian dungeon break, pendirian guild, juga kedatangan hunter rank S dari Amerika beberapa 2 hari yang lalu. Karena banyak kesibukan aku jadi tidak bisa menghadiri kelas.


Saat ini aku masihlah murid SMA di sebuah sekolah negeri di jakarta, tepatnya murid kelas 2 SMA. Karena bantuan dari biro penanganan dungeon, aku tidak dikeluarkan dari sekolahku meski sudah sekitar 1 bulan aku absen kelas. Aku berterimakasih pada ketua Edward karena beliau mau membantuku.


Meskipun aku sekarang sudah menjadi hunter rank S, tetap saja aku adalah seorang pelajar. Aku tidak ingin mengecewakan kedua orang tuaku dan terlena dengan kekuatanku hingga meninggalkan kewajibanku sebagai seorang pelajar.


Saat ini aku sudah sampai di ruang kelasku. Suara - suara ramai terdengar dari balik pintu masuk.


Saat aku membuka pintu masuk, semua suasana yang awalnya ramai terdengar hingga keluar secara tiba - tiba menjadi hening.


Ahhh, ini suasana yang familiar. Sejak pertama kali masuk sekolah ini aku rasanya seperti kehadiranku tidak pernah ada di mata mereka. Aku yang dulu hanyalah seorang pecundang selalu diabaikan oleh mereka. Bahkan, mereka yang memiliki kekuatan lebih sangat senang ketika mereka menindasku. Mengingatnya membuat tubuhku kembali merinding.


"Selamat pagi, Azel."


"Selamat pagi."


"Wah, akhirnya Azel masuk lagi !"


"Hebat, pahlawan negara ini akan sekelas dengan kita !"


?


Suasana yang kurasakan ini benar - benar berbeda dari terakhir kalinya. Seakan aku berada ditempat yang berbeda. Tapi....


Saat mengingat kebaikan dan kekaguman mereka yang sekarang hanya karena reputasiku sebagai seorang hunter rank S, aku jadi sedikit enggan membalas sapaan mereka.


"Ahh, iya. Selamat pagi." Jawabku sembari menuju bangku yang biasa kududuki di pojok belakang.


Aku bisa mendengar suara mereka yang membicarakan kekagumannya padaku. Hahh, dikagumi hanya karena kekuatan yang tiba - tiba kudapatkan sama sekali tidak membuatku senang. Aku lebih berharap mendapat banyak teman yang bisa menerimaku apapun keadaannya. Mungkin seperti Rafael dan anggota guildku.


Saat aku sadar suara ramai dari siswa siswi di kelas mulai tenang, aku mengalihkan pandanganku ke depan kelas. Seperti biasa guru perempuan yang menjadi wali kelasku masuk ke kelas yang membuat siswa siswi di kelas menghentikan perbincangan mereka.


Wali kelasku ini bernama bu diana. Dia adalah salah satu manusia yang tidak terbangkitkan. Jadi dia adalah manusia normal.


Lalu disampingnya berdiri seorang pria yang ku kenal.


"Bukankah dia Neil ? Apa yang dia lakukan disini ?" Tanyaku yang memandangi Neil dengan sedikit kebingungan.


Neil yang melihatku sedang menatapnya menyapaku dengan sopan.


"Anak - anak, karena banyaknya dungeon break yang muncul, juga renggangnya hubungan kita dengan Amerika yang terjadi saat ini. Negara akan mengambil langkah protokol darurat. Mulai sekarang setiap siswa siswi normal dengan mereka yang menerima kebangkitan akan dipisah. Mereka yang menerima kebangkitannya akan dilatih untuk menjadi seorang hunter. Langkah ini dilakukan untuk mengatasi dungeon break yang tidak terkendali akhir - akhir ini. Karena hubungan kita dengan Amerika merenggang, kita harus mulai mandiri terhadap sistem hunter di negara ini. Karena itu sekolah - sekolah akan menerapkan sistem pendidikan hunter. Kalian yang memiliki rank rendah ataupun tinggi akan dilatih oleh instruktur dari biro penanganan dungeon ataupun asosiasi guild hunter untuk meningkatkan kemampuan kalian. Pelatihan ini dilakukan dengan tujuan agar saat hal buruk seperti dungeon break terjadi kalian bisa menyelamatkan diri dan orang terdekat kalian." Jelas bu Diana.


Jadi pertarunganku saat itu menyebabkan hubungan Indonesia dengan Amerika renggang. Ini benar - benar diluar kemampuanku. Jika dungeon break rank tinggi muncul, Amerika tidak akan mau membantu Indonesia. Belum lagi jika Amerika menyimpan dendam dan menurunkan hunter rank SSS mereka untuk memburuku dan seluruh anggota guildku. Aku melamun memikirkan berbagai masalah dipikiranku. Aku memutuskan untuk memikirkannya nanti dan membuyarkan lamunanku. Aku kembali memperhatikan ke depan kelas dimana saat ini Neil yang melanjutkan penjelasan.


"Kalian mungkin sudah mengenalku, tapi sebagai formalitas aku akan memperkenalkan diriku secara pribadi. Namaku Neil. Aku seorang hunter rank S yang bekerja di biro penanganan dungeon. Aku akan menjawab pertanyaan kalian jika ada yang ingin kalian tanyakan." Ucap Neil mengambil alih percakapan.


Banyak pertanyaan yang di lontarkan pada Neil. Yah, itu tidak heran mengingat hal ini terjadi secara tiba - tiba. Mereka menanyakan jaminan keselamatan mereka jika terluka dalam pelatihan, mengingat rata - rata dari mereka berada di rank D dan C dan beberapa di rank B.


Setelah semua pertanyaan di jawab oleh Neil, mereka terlihat puas dan menerima perubahan sistem pengajaran yang diberikan.


Ding dong.


Penjelasan yang begitu panjang itu tanpa terasa telah menghabiskan waktu selama 3 jam. Kini bel istirahat telah berbunyi. Siswa siswi di kelas merapikan buku - buku di meja mereka dan beranjak keluar kelas.


Aku menunggu hingga kelas usai dan menghampiri Neil dan bu Diana.


"Ahh, maaf sebelumnya. Bisakah aku bertanya sesuatu." Tanyaku dengan sedikit ragu.


"Tentu, memang apa yang ingin kau tanyakan Azel ?"


"Hunter Azel ? Apa kau yakin untuk pindah sekolah ?"


"Aku yakin. Dan untuk anggota guildku yang lain mereka bisa melakukan apa yang mereka mau. Lagipula pembagian kekuatan di Indonesia ini tidak merata. Saat ini pembagian kekuatan fokus di pulau Jawa. Sedangkan daerah - daerah pelosok memiliki kekuatan yang sangat rendah. Jadi mungkin aku bisa membantu di sana, jika seandainya ada dungeon break yang muncul di dekat sana."


"Anda benar, tuan Azel. Meskipun ada kristal teleportasi tapi masih membutuhkan waktu untuk menggerakkan sebuah tim penyerang dari kantor cabang ke tempat dimana dungeon break muncul. Kami bisa membantumu jika kau mau."


"Ahh, terimakasih !"


"Sama - sama hunter Azel."


"Ahh, dan satu lagi. Bisakah biro penanganan dungeon menyembunyikan identitasku untuk sementara di sekolah baruku."


"Hemm, kami akan mencobanya."


"Terimakasih."


Kemudian aku meninggalkan kelas. Aku berniat menemui Rafael dan seluruh anggota guildku. Sebenarnya, aku melakukan ini untuk menyembunyikan keberadaanku.


Mengingat aku telah menyinggung Amerika, kemungkinan mereka akan memburuku dan seluruh anggota guildku. Karena itu aku ingin kami berpisah untuk sementara dan mempersiapkan diri untuk menjadi lebih kuat hingga kami sanggup melawan Amerika.


Aku berjalan ke kelas Rafael. Rafael ada di kelas 11D. Rafael sekelas dengan Evan dan yang lain. Aku melihatnya sedang berbincang dengan yang lain di kelasnya. Setelah melihat mereka, aku menghampiri mereka.


"Teman - teman."


"Ahh, Azel. Tumben kamu kemari." Ucap Rafael setelah melihatku.


"Ahh, sebenarnya ada hal penting yang ingin kubicarakan dengan kalian. Bisa kita bicara di atap."


"Hem, tentu."


Kamipun menuju ke atap.


"Ada apa, Azel ? Pasti ada sesuatu yang penting yang ingin kau bicarakan sampai mengajak kami semua ke atap." Ucap Rafael yang langsung mengetahui maksudku.


"Sebenarnya saat ini mungkin kita semua dalam bahaya. Karena pertarunganku dengan hunter Amerika 2 hari yang lalu, Amerika memutuskan hubungan dengan Indonesia."


"Kami tahu itu. Apa kau takut hunter rank SSS Amerika akan bergerak ?"


"Ya, sejujurnya aku tidak takut jika hanya aku yang mereka incar. Tapi aku tidak bisa membiarkan mereka mengincar kalian. Jadi aku membuat sebuah keputusan. Kita akan berpencar untuk sementara, aku memutuskan untuk memasuki akademi yang di khususkan untuk para hunter. Kalian bisa bergabung dengan Asosiasi dan membuat dukungan dari negara lain. Karena Amerika perhatian Amerika saat ini terpusat pada dungeon break yang bermunculan, mereka tidak akan mengejar kalian. Mereka akan berusaha menangkapku lebih dulu. Jadi kalian akan aman."


"Azel, bukankah terlalu beresiko ? Perhatian mereka akan terfokus padamu dan mereka akan terus memburumu." Ucap Rafael mengkhawatirkanku.


"Percayalah padaku Rafael. Aku akan menjadi jauh lebih kuat, dan saat itu tiba aku akan kembali. Kemudian kita akan melakukan rencana awal dari pembentukan guild ini. Kalian percaya padaku bukan ?" Tanyaku meyakinkan mereka.


"Haha, aku akan percaya padamu. Setelah melihat hal luar biasa yang kau lakukan, mustahil kami tidak mempercayaimu." Ucap Evan


"Itu benar, kami juga akan terus berlatih hingga bisa menjadi jauh lebih kuat. Meskipun kita baru kenal sebentar, tapikau membuat hidup kami jauh lebih baik. Kami berhutang padamu, Azel." Ucap bayu.


"Berjuanglah, Azel !" Ucap Clara dan Widdy memberi semangat.


"Hahh, kuharap kau tidak lupa dengan janjimu. kami juga akan terus berlatih dan menjadi lebih kuat. Kami akan selalu siap kapanpun kau membutuhkan bantuan kami." Ucap Rafael.


Kamipun berpelukan di atap. Rafael, Evan, Bayu, Clara, dan Widdy. Selain Rafael mereka semua adalah teman yang baru ku kenal. Tapi mereka adalah teman yang banyak membantuku saat aku kesulitan. Mereka membantuku merintis guild yang menjadi awal dari tujuanku mendapat kekuatan ini.


Sekarang awal dari perjalananku yang sesungguhnya akan di mulai.


**Season 1 END


Untuk para pembaca setia, saya ucapkan terimakasih karena telah setia membaca Novel pertama buatan saya.... Saya sangat berterimakasih atas dukungan yang kalian berikan dan dukungan kalian sangat memotivasi saya dalam memperbaiki novel pertama saya.


Setelah saya melakukan revisi, banyak sekali hal yang harus saya perbaiki di novel pertama saya ( maklum, karena ini novel pertama :D ). jadi saya akhiri cerita sampai di season 1.


Tapi tenang saja, season 2 dari novel ini akan berlanjut dengan konsep yang sama tentunya, namun dengan berbagai perbaikan seperti penokohan, tata bahasa, alur, dll. Jadi mohon suportnya teman - teman !! Dan jangan lupa like ya untuk terus mendukung karya pertama buatan saya ! Jangan lupa tinggalkan kritik dan saran agar lebih membantu saya memperbaiki karya pertama saya** !!!