
"Ada berita buruk !!"
Seorang berpakaian militer terlihat terengah - engah datang ke kamp kami. Nafasnya yang tidak beraturan menunjukkan dia yang berlari dari tempat yang cukup jauh untuk bisa sampai ke kamp kami.
"Apa yang terjadi ?" Tanya Alice dengan tanggap yang melihat anggota militer itu.
"Hunter dari akademi Seiryu dari jepang dan akademi White Lead inggris yang menjadi bagian dalam tim penyerang kali ini mendapat serangan dari pihak asing." Ucap anggota militer itu yang menjelaskan pada Alice.
"Apa ? Siapa yang melakukannya ? Dimana tempat mereka diserang ? Apa mereka baik - baik saja ?" Tanya Alice yang mencoba mengonfirmasi kondisi para hunter dari akademi lain yang disebutkan anggota militer itu.
"Kami tidak tahu siapa yang melakukannya, saat itu kami mendengar beberapa suara ledakan dari perbatasan. Karena ledakan itu terjadi beberapa kali dan sampai terlihat dari pos kami, kami melakukan patroli. Kemudian, kami hanya melihat 12 orang yang sudah terbaring dengan kondisi luka - luka. Kami melihat identitas mereka dan mengetahui mereka hunter dari akademi Seiryu dan White Lead. Saat ini, mereka dirawat di rumah sakit di pusat kota Gaza." Ucap anggota militer itu yang menjelaskan rangkaian kejadian yang diketahuinya.
"Seorang hunter memiliki kemampuan regenerasi tingkat tinggi. Jika sampai dilarikan ke rumah sakit, berarti luka yang mereka dapat tidaklah ringan. Kemungkinan mereka tidak bisa berpartisipasi dalam raid kali ini." Ucap Alice yang mencoba menyimpulkan keadaan yang sedang terjadi.
Umumnya dungeon break rank S harus diselesaikan oleh beberapa tim penyerang yang tergabung dalam sebuah tim raid. Tapi, pemerintah Perancis akan merasa dipermalukan jika kami mundur dengan alasan tim dari akademi lain tidak bisa hadir. Sehingga mustahil untuk mundur sekarang.
'Sial. Mereka yang menyerang hunter dari akademi lain benar - benar telah memperhitungkan semuanya.' Pikirku.
"Sekarang, apa yang harus kita lakukan ? Tidak mungkin kita melakukan penyerangan pada dungeon rank S hanya beranggotakan 7 orang. Terlebih, kita hanya membawa seorang healer." Ucap Leo
"Tapi, jika kita mundur. Kita akan di cap hunter gagal. Aku ragu pemerintah Perancis atau akademi akan menerima kita jika kita mundur."
Ucap Silvia sambil menundukkan kepalanya. Terlihat jelas raut wajahnya yang sedang memikirkan berbagai kemungkinan untuk menemukan kemungkinan terbaik yang bisa kita ambil.
Alice juga terlihat sama. Aku rasa dia tahu batas kemampuannya. Mustahil bagi tim kami untuk menutup dungeon break rank S yang sudah terbuka selama setahun.
Dalam setahun, ratusan atau bahkan ribuan monster telah bersiap di sana. Melawan mereka hanya dengan enam orang itu mustahil. Terlebih, aku merasakan firasat buruk dalam penyerangan kali ini.
"Kita tidak akan kembali. Kita akan melanjutkan penyerangan ini."
Ucapan Erza sedikit mengagetkan kami. Dia yang dari awal keberangkatan hanya berdiam diri tanpa mengucapkan sepatah katapun kini mengeluarkan pendapatnya.
"Tapi, meneruskan penyerangan dengan hanya 7 orang, bukankah itu sama saja dengan bunuh diri ?" Ucap Alice yang mencoba membuat Erza memikirkan kembali keputusannya.
"Sekarang, menurut kalian kenapa pemerintah Perancis mengirim 2 orang rank SS di tim kita ?"
Erza menjawab pertanyaan Alice dengan menanyakan pertanyaan lain. Semua hanya diam mendengar pertanyaan Erza. Tidak ada seorangpun yang tahu alasannya. Mereka hanya berpikir, itu adalah tim terbaik yang dimiliki akademi.
"Sekarang coba kalian pikirkan, menyelesaikan sebuah dungeon rank S dengan sebuah tim raid yang terdiri dari 18 orang rank S sudah cukup. Tapi mereka mengirim 2 rank SS di tim kita, ditambah seorang hunter rank D yang aku tidak tahu untuk apa gunanya."
Ucapannya benar - benar tajam. Tapi aku tahu dia tidak bermaksud menyinggungku. Dia hanya mencoba menjelaskan semudah mungkin agar kami bisa memahami penjelasannya.
"Pemerintah mengirim 2 hunter rank SS karena mereka sudah memikirkan kemungkinan adanya tim yang diserang. Aku yakin bukan hanya negara kita yang mengirimkan rank SS di tim penyerang mereka. Aku sangat yakin diantara tim penyerang kedua akademi lainnya juga terdapat setidaknya seorang hunter rank SS yang mereka miliki."
Mendengar penjelasannya sekarang kami bisa memahami pemikirannya. Aturan umum dalam sebuah tim penyerang adalah, untuk melakukan sebuah penyerangan pada sebuah dungeon dengan sebuah tim penyerang yang terdiri dari 6 orang, harus setidaknya membawa seorang dengan rank diatas tingkatan dungeon yang mereka masuki.
Kami membawa 2 hunter rank SS di tim kami, itu artinya kami memenuhi syarat untuk memasuki dungeon rank S yang ada ditempat kami.
Jika kami memilih untuk mundur seluruh dunia akan mengecam tindakan kami dengan mengatas namakan pengorbanan hunter dari kedua akademi lain.
Kemungkinan terburuk adalah negara Perancis tidak lagi mengakui keberadaan kami bahkan seluruh keluarga dan kerabat kami juga akan merasakan dampaknya.
'Dari awal dunia hanya menganggap kami para hunter sebagai sebuah alat bagi mereka. Jika kami berguna bagi mereka, mereka akan menghargai kami. Tapi jika mereka menganggap kami tidak berguna, mereka akan membuang kami begitu saja.' Pikirku yang mengepalkan tanganku karena marah pada orang - orang yang memperlakukan kami sebagai sebuah alat bagi mereka.
"Sekarang kalian paham kan."
Suara Erza dalam yang memecah keheningan diantara kami.
Tidak ada kata kembali untuk kami. Sekarang aku mengerti alasan Alicia mengatakan beberapa hunter hilang ditengah - tengah misi. Kemungkinan mereka dibunuh oleh penyerang misterius, atau memaksakan diri dan terbunuh di dalam dungeon.
"Persetan dengan semuanya. Kita tinggal menyelesaikan dungeon ini dan kembali ke akademi kan ?! Ayo kita lakukan sekarang ! Aku muak berlama - lama ditempat ini." Ucap Hyuga yang kesal dengan situasi yang kami alami.
---------------
"Apa ?! Tim penyerang dari akademi Seiryu dan akademi White Lead diserang oleh orang tidak dikenal ?!"
Alicia berteriak karena terkejut mendapat info dari Leona.
"Itu benar. Ke 12 hunter itu hampir saja tewas jika militer yang berjaga disana tidak mendatangi mereka." Ucap Leona menjelaskan situasinya.
"Lalu, bagaimana dengan tim penyerang dari akademi kita ?! Apa mereka kembali ?!"
"Sayangnya tidak. Sepertinya mereka memahami kemungkinan yang bisa terjadi jika mereka kembali. Jadi mereka memutuskan untuk meneruskan penyerangan." Ucap Leona menjawab pertanyaan Alicia.
Mendengar perkataan Leona, Alicia menyandarkan kepalanyapada kedua tangannya diatas mejanya.
"Bodoh. Kenapa mereka memaksakan diri." Ucap Alicia.
Ekspresi kesedihan terpampang jelas dari wajahnya.
"Mereka seharusnya tahu, aturan penyerangan digunakan pada dungeon yang baru terbuka kurang dari 3 hari. Setelah lebih dari 3 hari monster bisa keluar dari dungeon. Dan yang mereka hadapi adalah sebuah dungeon break dimana monster bisa langsung bermunculan dari awal kemunculan dungeon." Ucap Alicia yang dipenuhi kesedihan diwajahnya.
Dia begitu sedih memikirkan berbagai kemungkinan terburuk yang akan dialami tim penyerangan. Terlebih adiknya saat ini menjadi anggota dari tim penyerangan tersebut.
Hubungannya dengan adiknya baru saja membaik beberapa hari terakhir. Dan dia tidak bisa memikirkan bahwa dia akan kehilangan adiknya.
Sebuah penyerangan yang terdiri dari 7 orang pada sebuah dungeon break rank S yang sudah terbuka selama setahun adalah tindakan yang gila.
Monster di dalam sebuah dungeon yang sudah terbuka jauh lebih sulit untuk ditaklukkan. Mereka sudah mempersiapkan segalanya dari kemungkinan terjadinya ancaman dari luar. Itu yang membuat dungeon menjadi jauh lebih sulit dari dungeon biasanya.
"Aku hanya berharap mereka baik - baik saja. Terutama kepada mereka berdua. Aku harap mereka berdua bisa melindungi seluruh anggota tim penyerang kali ini." Ucap Alicia yang berusaha menenangkan pikirannya.
---------------
Saat ini kami berada sangat dekat dari dungeon. Kami berada di perbatasan yang terletak 5 Km dari dungeon.
Dungeon dihadapan kami begitu luas. Tingginya mungkin setara dengan menara Eifel yang sering kami lihat di Perancis. Dan Lebarnya sangat lebar hingga aku tidak bisa memperkirakan secara pasti.
Kami bisa melihat monster - monster disekitar dungeon itu dengan jelas. Mereka hanya mondar - mandir di posisi mereka tanpa melakukan serangan agresif pada penjaga yang ada disekitar pos. Melihat sikap monster - monster itu, semua orang disini tau dengan pasti mereka tidak menyerang bukan karena tidak mau menyerang. Tapi mereka menunggu waktu yang cocok untuk menyerang dan kemudian membantai semua orang yang ada disini.
"Ahh, jantungku terasa berebar hanya dengan berdiri sedekat ini." Ucap Silvia yang mencairkan keheningan yang menyelimuti kami.
"Hahahaha. Kau tenang saja, sebagai tank selama aku masih hidup, tidak akan kubiarkan mereka menyentuhmu walau hanya seujung kuku." Ucap Leo yang mencoba mencairkan suasana tegang diantara kami.
"Cih, dungeon seperti ini sama sekali tidak menakutkan untukku. Lihat saja, aku akan menyelesaikan dungeon ini dengan cepat dan segera kembali ke akademi dengan penuh kehormatan." Ucap Hyuga yang dipenuhi dengan semangat yang membara.
"Hahaha, lucu sekali melihatmu mengatakan itu yang bahkan dihajar oleh seorang hunter rank D hingga pingsan dalam sekali pukul." Ucap Shinobu yang mencoba menggoda Hyuga.
"Apa katamu ?! Saat itu aku kalah karena lengah dan meremehkannya. Aku yakin jika kami bertarung kembali aku bisa mengalahkannya dengan mudah !" Ucap Hyuga yang tidak terima dengan perkataan Shinobu.
"Iya - iya, aku percaya kok dengan perkataanmu." Ucap Shinobu dengan nada seakan tidak percaya pada perkataan Hyuga.
"Nada bicara macam apa itu ?! Kau ti-"
Mereka berdua terus berdebat dalam waktu yang lama. Tapi kupikir itu baik. Pertengkaran mereka berdua membuat ketegangan yang dirasakan semua orang disini mencair.
Kami terus melihat pertengkaran mereka untuk beberapa saat. Sampai akhirnya karena mungkin lelah bicara pada Shinobu yang tidak menghiraukan ocehannya, Hyuga mengakhiri omelannya dan memalingkan pandangan dari Shinobu dengan sinis. Itu pemandangan yang lucu melihat Hyuga dengan tampang seperti berandalan itu seakan ngambek seperti bayi.
Sekarang setelah ketegangan yang dirasakan semua orang mencair, kami bersiap memasuki dungeon didepan kami. Kamipun melangkah maju dengan percaya diri untuk mengakhiri dungeon dihadapan kami dan bersama - sama kembali ke akademi.