
'Selamat, anda telah membunuh boss dungeon. Anda mendapat 150.000 poin Exp karena telah mengalahkan boss dungeon dan membunuh 32000 iblis.'
Sebuah pesan sistem muncul di depanku setelah aku mengalahkan seluruh iblis di hadapanku. Kini aku sudah kembali dalam mode normal. Aku menoleh kearah rekan - rekanku untuk mengecek keadaan mereka. Aku merasa sangat bersyukur melihat mereka yang baik - baik saja.
"Baiklah, sekarang waktunya untuk membangkitkan mereka." Ucapku yang melihat ribuan mayat iblis disekitarku.
Aku memejamkan mata dan mengumpulkan konsentrasiku. Aku berusaha fokus agar bisa mengubah mereka semua menjadi shadow soldierku. Terutama Agares yang kemampuannya begitu luar biasa.
"Bangkitlah."
Setelah aku mengucapkan itu kabut hitam bermunculan dari mayat para iblis yang tergeletak. Kabut itu menyelimuti mayat itu hingga menyelimutinya mayat itu sepenuhnya.
Setelah itu aku bisa melihat para iblis itu mulai berdiri dengan tubuh yang dipenuhi aura hitam dan mata biru menyala terang. Aku berhasil merubah 32000 iblis yang ada disini termasuk Agares menjadi shadow soldier milikku. Dengan ini, kekuatan tempurku sekarang jauh lebih kuat lagi.
"K-kekuatan apa itu ?!"
Kalimat itu membuatku menoleh arah datangnya suara itu. Itu adalah suara Leo yang terkejut melihat yang kulakukan. Tidak hanya Leo, seluruh anggota tim yang lain juga tidak bisa menyembunyikan rasa keterkejutan yang mereka alami.
"Kau, memiliki kekuatan untuk mengendalikan mereka yang sudah mati ?!" Ucap Leo.
"Tidak mungkin ! Bukankah kekuatan seperti itu adalah hal yang tabu ?!" Ucap Hyuga yang juga dipenuhi rasa keterkejutan.
"Itu berarti, semua makhluk bayangan yang kau panggil sebelumnya juga adalah monster yang pernah kau kalahkan ?!" Ucap Shinobu yang melihat shadow soldier milikku.
"Mustahil, kekuatan para prajurit bayangan itu bisa disetarakan dengan hunter rank A. Dan lagi ada beberapa yang setara dan bahkan lebih kuat dari rank S ! Jangan bilang, mereka juga sudah kau kalahkan !" Ucap Silvia
"Tristan, sebenarnya seberapa besar kekuatan yang kau miliki ?" Tanya Alice yang juga tidak bisa menyembunyikan rasa keterkejutan yang dirasakannya.
Aku bisa memahami reaksi yang mereka alami. Kekuatan untuk mengendalikan mereka yang sudah mati adalah hal yang tabu bagi kita para manusia. Kekuatan layaknya dewa yang mengijinkan kita untuk mengendalikan jiwa - jiwa dari mereka yang sudah mati akan sangat ditakuti. Jika seseorang dengan kekuatan seperti itu ingin menguasai dunia, dia bisa melakukannya dengan sangat mudah.
"Aku mengerti yang kalian takutkan. Tapi ketahuilah, aku tidak akan menggunakan kekuatan ini untuk hal buruk. Kalian bisa percaya padaku. Jadi jika aku bisa meminta tolong pada kalian, bisakah kalian merahasiakan kemampuanku ini ?" Tanyaku pada mereka.
Aku bisa melihat keraguan dalam diri mereka. Tapi dalam sekejap Alice mampu menghilangkan keraguan yang tengah menyelimuti hati dan pikiran mereka.
"Tentu saja Tristan. Kau sudah menyelamatkan kami semua. Tanpamu kami tidak akan bisa keluar dari dungeon ini hidup - hidup. Kami semua berterimakasih padamu. Dan aku pribadi, berterimakasih padamu karena sudah menyelamatkanku untuk yang kedua kalinya." Ucap Alice
"Ehh, hunter sekuat Alice pernah diselamatkan oleh Tristan ?!" Ucap Silvia dengan polosnya.
"Ya, Tristan pernah sekali menyelamatkanku dan kakakku. Kalian ingat penyusup di akademi yang tertangkap. Sebenarnya bukan aku atau kakakku yang menangkapnya. Saat itu, kami berdua bahkan hampir mati. Tapi Tristan menggunakan kekuatannya untuk menolong kami dan mengalahkan penyusup itu." Ucap Alice menjelaskan.
"Apa ?! Jadi saat itu ketua Alicia dan Alice hampir saja kalah ? Itu berarti sejak awal, kau sudah tau kemampuan Tristan ?" Ucap Silvia.
"Tentu." Jawab Alice dengan senyuman yang melekat diwajahnya.
"Tsk, sudah kuduga. Pantas saja Alicia memintamu bergabung dalam tim. Dia selalu berpikir jauh kedepan. Dia pasti sudah mengira hal ini akan terjadi, karena itu dia memintamu bergabung dalam tim." Ucap Erza yang tertawa kecil setelah mendengarkan penjelasan Alice.
"Tapi, aku tidak menyangka wanita itu kalah saat melawan penyusup itu. Hahahaha, aku jadi punya bahan ejekan untuknya." Ucap Erza yang tertawa lepas.
'Eh, ini pertama kali aku melihatnya tertawa lepas.' Pikirku yang melihat Erza tertawa lepas.
"Tenang saja, Tristan. Kami berjanji tidak akan mengatakan pada siapapun soal kekuatanmu itu. Kau telah menyelamatkan kami, jadi kami berhutang budi padamu. Sudah sewajarnya kami membalas hutang budi kami, benar kan ?"
"Tentu."
Ucapan Leo kemudian disetujui oleh yang lainnya. Jujur saja, aku bersyukur karena mereka selamat. Aku merasa tindakanku untuk menggunakan kekuatanku kali ini sudah sangat tepat.
"Terimakasih semuanya." Ucapku berterimakasih pada mereka karena bersedia untuk menjaga rahasia kekuatanku.
"Baiklah, pertama kita harus segera keluar. Portal dunia iblis itu bisa terbuka kapan saja. Jadi kita harus keluar sebelum portal dungeon tertutup setelah boss dungeonnya dikalahkan."
Kemudian kami bersama - sama keluar dari dungeon. Kami memapah Erza karena dia tidak bisa berjalan dengan baik setelah mengami beberapa patah tulang di tubuhnya.
------------------------
"S-suara teriakan apa itu tadi ? Bahkan sampai terdengar dari sini." Ucap seorang anggota militer yang turut berjaga di perbatasan dungeon.
"Ini sudah lewat dari 5 jam sejak tim penyerang masuk. Apakah mereka benar - benar sudah dibantai ?" Ucap salah seorang militer sambil melihat jam ditangannya.
Suasana diluar mendadak menjadi hening setelah hilangnya suara teriakan riuh yang sebelumnya terdengar begitu keras dari dalam sungeon.
"Sudah kuduga, bahkan 18 orang tim penyerang sebelumnya saja tidak bisa menyelesaikan dungeon ini. Bagaimana bisa tim penyerang yang hanya beranggotakan 7 orang bisa menyelesaikan dungeon ini. Belum lagi, setelah melihat dari pengukuran sebelumnya tingkat kesulitan dungeon ini terus meningkat." Ucap salah seorang pria paruh baya yang juga mengenakan seragam militer.
Semua orang berpikir bahwa ketujuh orang tim penyerang yang memasuki dungeon kemungkinan besar sudah tewas. Tidak mengherankan mereka berpikir seperti itu mengingat bahkan tim penyerang sebelumnya yang beranggotakan 18 hunter rank S juga tidak kembali setelah masuk ke dalam dungeon.
Semua orang berpikir bahwa tim penyerang sudah tewas, sampai kemudian mereka melihat siluet 7 orang yang berjalan keluar dari dungeon. Semakin dekat siluet itu semakin terlihat jelas. Itu adalah kami, dengan kondisi penuh luka kami saling membantu untuk keluar dari dungeon. Luka terparah di derita oleh Erza karena ada beberapa tulangnya yang patah.
Leo, Hyuga, Silvia, Juga Alice mereka semua juga mendapat beberapa luka meskipun tidak separah yang di derita Erza. Silvia sudah berusaha keras menyembuhkan luka rekan - rekan timnya, karena itu mereka hanya mendapat beberapa luka yang tidak terlalu fatal. Kamipun melangkah dengan penuh kebanggaan keluar dari dungeon.
?
"Itu...Bukankah itu mereka ? Mereka berhasil kembali ?!" Teriak salah satu anggota militer penjaga yang melihat .
"Mereka kembali ?! Itu berarti.."
Salah satu pimpinan tentara itu melihat dungeon raksasa yang masih menganga dibelakang kami. Perlahan namun pasti, dungeon itu semakin menyusut. Dungeon terus menyusut hingga benar - benar lenyap tanpa sisa.
"Dungeonnya tertutup ?! Dungeon yang sudah memakan banyak korban dan tidak bisa ditutup selama lebih dari satu tahun akhirnya bisa ditutup oleh tujuh orang ini ?!" Ucap salah satu tentara yang takjub melihat ketujuh orang dihadapan mereka bisa menutup dungeon yang bahkan tidak bisa ditutup oleh banyak hunter rank S sekaligus.
"Mereka berhasil. Mereka benar - benar berhasil !"
Air mata tangis bahagia melihat dungeon yang sudah membuat banyak korban manusia berjatuhan akhirnya bisa ditutup. Tangis bahagia karena pengorbanan teman - teman mereka yang gugur karena dungeon tidak bisa mereka bendung lagi. Dalam hati yang terdalam, semua orang di negara ini mereka sangat berterimakasih pada kami.
"Terimakasih !!"
"Terimakasih para pahlawan !!"
Suara sorakan menggema dari berbagai tempat. Seluruh penduduk kota keluar dari rumah mereka untuk melihat kami. Mereka begitu bahagia hingga menganggap kami sebagai pahlawan mereka.
Melihat ribuan orang yang bersorak menyambut kemenangan kami. Rasa bahagia membuatku tidak bisa berkata - kata. Aku yang sebelumnya hanya seorang yang lemah, tidak punya bakat, dan selalu mendapat penghinaan dimanapun aku berada, saat ini aku melihat ribuan orang bersorak bahagia dan berterimakasih padaku.
"Kau tahu Tristan. Terkadang, melakukan sesuatu yang kau anggap benar itu akan membuat banyak orang merasa bahagia." Ucap Alice tiba - tiba .
"Lihatlah, semua orang di depan. Mereka semua bahagia karena kau yang memutuskan untuk membantu kami. Tidak hanya mereka, kami juga senang kau mau menggunakan kekuatanmu untuk membantu kami. Aku sangat bahagia." Tambah Alice sambil tersenyum manis padaku.
Dari wajahnya aku bisa melihat rona kemerahan seperti tomat yang melekat dalam senyumnya. Aku tidak tahu apa yang kurasakan, tapi aku merasa sangat senang bisa membuat dia tersenyum seperti itu.
'Mungkin memang sudah waktunya bagiku untuk berhenti menyembunyikan identitasku lagi.' Pikirku sambil menatap ribuan warga yang terus bersorak menyambut keberhasilan kami.
--------------------
"Alicia !"
Leona berlari dengan terburu - buru menghampiri Alicia yang sedang berada di ruang OSIS.
"Hah ? Ada apa Leona ? Kenapa kau terburu - buru seperti itu ?" Tanya Alicia yang heran setelah melihat Leona yang terburu - buru mencarinya.
"Ini ! Lihat berita di surat kabar hari ini !" Ucap Leona sambil menunjukkan surat kabar yang sedang dia pegang kepada Alicia dengan terburu - buru.
Alicia yang penasaranpun melihat surat kabar yang dibawa Leona.
?!
Raut wajah terkejut tidak bisa dia tutupi setelah membaca surat kabar dari Leona. Perasaan bahagia mengalir dalam hatinya yang membuatnya tidak bisa berkata - kata.
"Mereka, berhasil ! Mereka benar - benar berhasil menyelesaikan dungeon itu hanya dengan tujuh orang !" Ucap Alicia bahagia yang membaca isi dari surat kabar tersebut.
Dalam surat kabar itu, memberitakan tujuh orang hunter yang menyelesaikan sebuah dungeon yang tidak bisa diselesaikan oleh tim penyerang elit dari para hunter elit dari berbagai negara. Dungeon yang di sebut - sebut menjadi salah satu dungeon break paling sulit yang pernah muncul karena sudah terbuka selama lebih dari setahun pada akhirnya bisa ditaklukkan oleh tim penyerang dari hunter yang beranggotakan hanya tujuh orang.
Surat kabar juga menyebutkan tim penyerang yang bisa menyelesaikan dungeon tersebut saat ini baik - baik saja dan hanya menderita luka ringan. Meskipun salah satu anggota yang bernama Erza menderita luka parah dan sedang menjalani perawatan.
?!
Melihat berita di surat kabar, Alicia menunjukkan rasa keterkejutan. Namun untuk sesaat dia bisa mengendalikan dirinya.
"Hahh, bahkan si Erza sampai terluka parah ya. Kalau begitu, sudah jelas "Dia" lah pahlawan sesungguhnya dalam raid kali ini." Ucap Alicia yang tersenyum memikirkan orang yang mampu menyelesaikan dungeon tersebut.
"Terimakasih, Tristan." Gumam Alicia dengan suara samar.
--------------------
Di salah satu kota Palestina, tepatnya di kota Yerusalem yang menjadi ibu kota dari negara Palestina ini aku, Leo, Hyuga, Shinobu, Silvia, dan Alice tengah menjalani perawatan di rumah sakit khusus hunter untuk memulihkan tenaga kami. Meskipun aku mengatakan pada mereka bahwa aku baik - baik saja, tetap saja tidak ada yang percaya pada apa yang ku katakan.
Dengan berbagai alasan mereka memaksaku untuk ikut menjalani perawatan. Berbagai alasan dilontarkan oleh mereka agar aku mengikuti perawatan. Terkadang aku merasa mereka menjengkelkan, tapi aku tidak terlalu membenci sifat mereka.
Jujur saja, menurutku mereka memiliki kerja sama yang solid. Leo yang berani berkorban untuk melindungi anggota timnya layaknya seorang tank, Silvia yang menyembuhkan anggota timnya tanpa mempedulikan jumlah mana yang digunakannya yang membuat seluruh tim tidak menderita luka yang terlalu parah. Hyuga dan Shinobu yang meski sering berselisih dalam masalah kecil, tapi mereka bisa menahan ego mereka masing - masing dan bekerja sama untuk bisa berguna dalam tim. Alice yang mempunyai daya serang sihir terbesar dalam tim mampu memberi perlindungan pada anggota yang berada di garis depan. Dan Erza dia adalah ujung tombak tim ini jika seandainya aku tidak ada. Jika dia tidak terkena pukulan Agares dan seandainya Agares tidak ada dalam dungeon ini, aku yakin dia menjadi satu - satunya anggota yang tidak mendapat luka sama sekali di raid kali ini. Kemampuan yang luar biasa, penggunaan teknik yang tepat, pemikiran yang tenang, serta intuisi yang tajam sudah dia miliki. Di masa depan, dia mungkin akan menjadi salah satu hunter terkuat di dunia.
Pada akhirnya, raid kami kali ini berjalan dengan lancar. Meskipun ada yang terluka, tapi lukanya tidak terlalu fatal berkat penanganan dari healer kami. Dan lagi, aku mendapat banyak exp karena membunuh seluruh iblis di dalam dungeon. Aku juga mendapat tambahan prajurit bayangan setelah mengekstrak mereka menjadi prajurit bayangan.
"Hahhh, jika saja segalanya selalu berjalan lancar seperi ini, mungkin semua orang bisa hidup dengan bahagia." Ucapku sambil memandang langit - langit kamarku.