Rebirth With Fragment Of God

Rebirth With Fragment Of God
Chapter 18 " Dungeon break "



"Hosh-hosh"


Semua hunter terlihat sudah kelelahan. Itu terlihat jelas dari nafas mereka yang tersengal-sengal.


" Ini buruk. Kami semua sudah mulai kelelahan, tapi para monster masih sangat banyak. Bahkan tidak sampai setengah dari mereka yang bisa kami bunuh." gumam Edward sambil melihat rekan - rekannya disekitar.


"Kalian semua, pergilah dari tempat ini. Kota ini tidak akan bisa bertahan lagi. Aku akan pergilah selagi aku menahan para monster ini."


Kalimat itu datang dari mulut ketua biro penanganan dungeon.


Semua orang terkejut mendengar kalimat itu. Edward cleric seorang.


"Apa anda berniat berniat melawan mereka seorang diri ?!" Tanya Neil terkejut.


Itu wajar bahwa semua hunter disana terkejut mendengar perintah Edward. Dengan 11 orang hunter rank S yang merupakan hunter terkuat di negara ini saja bahkan tidak bisa mengurangi setengah jumlah mereka.


Tindakan Edward adalah tindakan bunuh diri karena dipenuhi keputusasaan.


Jika seluruh hunter rank S musnah dalam dungeon ini, sistem hunter negara ini akan runtuh.


Dengan musnahnya seluruh hunter rank S di Indonesia. Indonesia tidak akan mampu mengatasi dungeon rank tinggi yang terbukta sewaktu-waktu. Dalam keadaan seperti itu Indonesia hanya bisa meminta bantuan dari negara lain untuk meminjamkan hunter rank s mereka untuk menutup dungeon rank tinggi yang terbuka.


Negara lain pasti akan memanfaatkan situasi itu untuk mengikat negara ini secara perlahan dan menjadikan negara ini bergantung pada mereka. Itu adalah situasi dimana tidak ada bedanya dengan masa penjajahan.


Edward yang adalah ketua badan yang menanganani munculnya dungeon di Indonesia sangat memahami hal itu.


Dengan usaha terakhirnya, dengan seluruh kekuatan yang tersisa dia ingin mengorbankan dirinya untuk keutuhan negara ini.


'Peringatan ! Bos dungeon datang !


Bos dungeon. Monster terkuat dalam sebuah dungeon. Bosnya datang juga situasi ini akan sangat buruk untuk semua orang disini. Terutama Esward yang sudah kehilangan harapan.


Ditengah keputusasaan semua orang. Sebuah suara tawa yang menggema terdengar begitu keras hingga memekakan telinga.


"HAHAHAHAHAHA"


Suara itu begitu keras hingga membuat semua orang menutup telinga mereka. Gelombang yang dihasilkan suara itu bahkan mampu memecahkan kaca gedung - gedung disekitar.


Semua orang melihat ke atas. Melihat ke portal raksasa yang masih terbuka lebar diatas mereka.


Dari portal itu terlihat sesosok makhluk yang menyerupai manusia. Namun dengan telinga panjang yang menyerupai elf di dalam cerita dongeng.


Seorang pria dengan rambut putih yang ditumbuhi tanduk di kepalanya. Matanya merah menyala dengan mengenakan armor hitam dengan hiasan kepala iblis di ke dua bahunya.


Aura yang dirasakan darinya bahkan lebih besar dari bangsawan iblis kelas baron yang kulawan dulu.


Tidak hanya sendirian, dibelakangnya dia juga ditemani 3 orang iblis bangsawan dibelakangnya. Wujud mereka mirip dengan elf pria. Namun tubuh mereka ditutupi armor besar dengan sepasang tanduk berbagai bentuk menumbuhi kepala mereka.


Ke 3 iblis yang itu tidak diragukan lagi adalah bangsawan iblis kelas baron. Karena aku pernah melawan salah satunya, aku tau persis ukuran kekuatannya.


Sebagai bangsawan iblis mereka bertiga sangatlah kuat. Tapi, iblis di depan mereka terasa lebih kuat dari pada tiga iblis tingkat baron itu. Mereka turun perlahan dari gerbang dungon raksasa itu.


Saat mereka menginjakkan kaki di tanah, ribuan iblis dibawah bersujud memberi hormat padanya.


"A-apa ini ? Bagaimana bisa mereka muncul disituasi seperti ini ?" gumam kristal seorang hunter rank S dengan kelas assasin.


Semua orang dihadapkan pada situasi dimana mereka bisa musnah dalam sekejap. Situasi dimana rasa keputusasaan semua orang memuncak hingga mereka tidak bisa berkata-kata.