Rebirth With Fragment Of God

Rebirth With Fragment Of God
Seaon 2 Chapter 9



"Kerja bagus, Tristan."


Ucap Alicia sambil menepuk pundakku. Aku melaporkan kejadian perkelahian yang terjadi di gedung olahraga hari ini pada Alicia.


Hyuga yang melakukan pelanggaran sudah dibawa oleh anggota OSIS yang lain untuk diamankan. Shinobu yang terlibat perkelahian juga diamankan untuk dimintai keterangan.


Saat ini di ruang OSIS hanya ada Alicia, Leona dan aku. Daniel selalu pergi menghindar tiap kali aku ke ruang OSIS.


Padahal aku sama sekali tidak menyimpan dendam padanya. Tapi dia dengan sendirinya takut dan selalu menghindar dariku.


"Ahh, Tristan. Ngomong - ngomong apa kau mau berpartisipasi dalam sebuah raid dungeon ?" Ucap Alicia tiba - tiba padaku.


"Aku ? Kenapa kau ingin aku ikut raid di dungeon ? Menurut aturan di akademi, rank D sepertiku belum diijinkan untuk berpartisipasi dalam dungeon resmi."


Aku berusaha menolak tawaran Alicia secara halus dengan memanfaatkan aturan yang ada di akademi.


"Normalnya memang begitu. Pada kenyataannya kau memiliki kemampuan. Dan kebetulan dungeon ini adalah salah satu dungeon break rank S yang sudah muncul sejak setahun yang lalu dan belum bisa ditutup." Ucap Alicia.


"Setahun yang lalu ?!"


Ucapku yang sedikit kaget. Ya, setahun yang lalu tiba - tiba bermunculan banyak dungeon break di berbagai negara. Negara asalku Indonesia menjadi salah satu tempat munculnya dungeon break.


Tapi dengan kerjasama dari beberapa negara, dungeon break di seluruh dunia ditutup setelah negara - negara besar mengerahkan hunter rank tinggi mereka untuk membantu negara kecil yang tidak mampu mengatasi dungeon break di negara mereka.


"Tapi...kenapa aku ? Bukankah ada orang lain di OSIS yang bisa melakukannya. Mungkin Daniel, Leona, atau kamu sendiri." Ucapku mencoba untuk mencar cara untuk menghindari tugas yang diberikan.


"Ahh, maaf. Aku sedang sibuk untuk beberapa hari ini." Ucap Leona menghindari perkataanku.


"Hei, kau berniat memerintahku yang seorang ketua ?" Ucapnya sambil mengernyitkan dahinya.


'Ya tuhan. Perempuan - perempuan ini benar - benar egois. Bagaimana bisa mereka menduduki jabatan ketua dan wakil pertama dengan sifatnya itu.' Pikirku.


"Hahh, Tristan. Aku memintamu dan bukan yang lain karena ada alasan tertentu." Ucap Alicia padaku.


"Alasan tertentu ? Apa alasannya ?"


"Semenjak dungeon break itu muncul, negara - negara besar sudah mengerahkan beberapa hunter rank S mereka untuk membantu negara itu menutup dungeon mereka. Tapi beberapa hunter menghilang tanpa jejak yang menyebabkan menurunnya kekuatan tempur mereka sehingga seluruh hunter yang tersisa terbunuh di dungeon."


"Banyak dungeon rank S yang menghilang ?!"


"Ya, dan itu terjadi berkali - kali selama setahun."


"Di negara mana dungeon break itu muncul ?" Tanyaku yang penasaran pada Alicia.


"Di Palestina." Ucap Alicia


?!


Alicia mengatakan dungeon itu muncul di Palestina. Dipikiran ku ada satu kemungkinan. Amerika melakukan sabotase diam - diam agar dungeon itu tidak tertutup.


Amerika selalu memiliki hubungan yang buruk dengan Palestina. Itu karena Palestina yang tengah berkonflik dengan sekutunya Israel.


Melihat situasinya, tidak heran Amerika melakukan sabotase disana. Itu jelas untuk mengurangi kekuatan tempur Palestina sebanyak mungkin.


"Apakah Amerika yang melakukannya." Tanyaku dengan serius.


"Ada kemungkinan itu terjadi. Tapi ada kemungkinan lain yang lebih buruk." Ucap Alicia


'Kemungkinan lebih buruk dari sabotase Amerika ? Apa itu ?" Pikirku


"Algorhytm." Ucapnya melanjutkan kata - katanya.


Benar. Algorhytm adalah organisasi misterius yang baru - baru ini muncul. Melihat kemamluan pria bertopeng yang menjadi salah satu anggotanya, jelas organisasi ini sangat berbahaya.


"Dan aku mendapat berita buruk tentang organisasi ini."


"Berita buruk ? Apa itu ?" Tanyaku yang penasaran pada perkataan Alicia.


"Kemarin saat tengah malam, terjadi penyerangan di penjara hunter tempat pria bertopeng itu ditahan."


?!


"Penyerangan ?! Di Penjara hunter ?!"


Aku terkejut mendengar ucapan Alicia. Penjara hunter adalah penjara yang dikhususkan untuk tahanan hunter kriminal.


Karena semua tahanan di penjara ini adalah hunter dengan kekuatan diatas kemampuan manusia, penjara ini memiliki sistem keamanan yang sangat ketat.


Dan dia baru saja bilang terjadi penyerangan di penjara itu. Siapa orang gila yang nekat menyerang penjara dengan sistem keamanan tingkat militer disana.


"Penyerangan penjara itu menyebabkan sekitar 450 penjaga yang ada dipenjara itu tewas. Dan lebih parahnya lagi, pria bertopeng itu hilang dari sana. Kemungkinan, di kabur." Ucap Alice.


"Tristan, pria bertopeng itu adalah orang yang sangat berbahaya yang bahkan ketua tidak bisa melawannya. Kemungkinan dia kembali ke organisasinya. Jika apa yang kami duga benar, tim raid yang kali ini dikerahkan untuk membantu palestina akan dalam bahaya." Ucap Leona menambahkan.


Aku pasrah pada keputusan kedua perempuan ini. Aku merasa percuma berdebat dengan mereka.


"Bagus. Sekolah ini akan mengirimkan 1 tim penyerang yang terdiri dari 6 orang. Kau akan menjadi anggota OSIS yang menjaga tim penyerang dari akademi. Anggotamu adalah...."


------------------


"Ya tuhan. Apa kepala akademi ini sudah gila ?! Mereka menempatkan 2 orang yang saling berselisih dalam satu tim." Ucapku yang menggerutu melihat anggota timku.


Hyuga


Salah satu murid berbakat dari akademi ini. Saat ini dia adalah hunter rank S dengan spesialisasi sihir api. Meskipun dia seorang hunter tipe sihir, tapi kemampuan bertarungnya juga lumayan tangguh.


Shinobu


Salah salah satu hunter rank S akademi. Dia adalah seorang hunter tipe Assassin yang sangat hebat dalam menggunakan rapier. Sejenis pedang longsword namun dengan ukuran yang lebih ramping.


Leo


Hunter rank S tipe tank yang ada di akademi. Dilihat dari sifatnya yang bijaksana, dia bisa dipercaya dalam tim ini. Dia seorang pria besar dengan rambut coklat dan bermata hitam. Penampilannya seperti orang tua berumur 40.an. Aku tidak menyangka usianya masih 20 tahun.


Alice.


Salah satu dari 3 rank SS yang ada di akademi. Adik dari Alicia. Dia adalah hunter tipe sihir dengan spesialisasi dalam sihir penyerang. Aku mengakui kekuatan sihirnya yang luar biasa itu.


Silvia


Seorang healer rank S di akademi. Dikatakan dia adalah salah satu dari healer terbaik di perancis. Dia seorang gadis dengan rambut coklat terang. Matanya yang berwarna coklat terang terlihat selaras dengan warna kulitnya yang putih.


Erza


Salah satu dari 3 rank SS yang ada di akademi. Dia yang paling misterius. Alicia pernah memaksanya untuk bergabung menjadi anggota OSIS, namun dia menolaknya. Alicia memaksanya karena dia adalah salah satu siswa terkuat di akademi. Merekapun akhirnya bertarung dan dia berhasil mengalahkan Alicia sekali, dan sampai sekarang mereka tidak pernah sekalipun bertarung. Penampilannya seorang pria pirang dengan mata biru yang berkilauan. Wajahnya terlihat tampan, namun dia terlihat sangat dingin.


Tim penyerang dari akademi S.A ini terdiri dari 7 orang. Yahh, itu karena aku yang seorang rank D dipaksa ikut. Jadi pemerintah mengharuskan menambahkan seorang hunter lagi untuk menutupi posisiku.


"Hei-hei, kau hunter rank D kan ? Aku penasaran bagaimana kau bisa menjadi OSIS ?" Tanya Silvia yang membuka percakapan.


"A-ah..meski kau bilang begitu, aku tidak tau alasannya." Ucapku yang bingung memberikan jawaban yang tepat.


"Hemmm, begitu ya. Aku jadi penasaran." Ucapnya sambil menatap keatas seolah dia sedang memikirkan sesuat.


Itu normal dia bertanya seperti itu. Anggota OSIS adalah mereka yang berada diperingkat kekuatan 1% di akademi. Dari 3000 orang di akademi hanya mereka yang diperingkat 1 - 30 yang bisa menjadi anggota OSIS. Pengecualian terhadap Erza yang merupakan peringkat 2.


Menurut Alicia, Erza lebih kuat darinya. Tapi karena faktor pengaruh Alicia yang lebih kuat, Alicia yang menempati peringkat pertama dan Erza ada di peringkat kedua.


Kami melakukan perjalanan selama 4 hari untuk tiba di Palestina. Banyak sekali militer yang berjaga di berbagai tempat.


Itu tidak aneh, mengingat situasi di Palestina yang saat ini sedang berkonflik dengan Israel.


Di depan kami, terlihat sebuah dungeon berukuran raksasa yang terletak sekitar 5 Km dari tempat kami.


Disekitar itu terlihat banyak sekali iblis, orc dan berbagai monster lainnya yang bisa dilihat dari teropong. Mereka mengasai area seluas 5 Km itu dan membentuk pertahanan yang kuat dengan portal dungeon itu sebagai pusat komando.


"Ya tuhan. Aku tidak pernah melihat monster sebanyak itu dari dalam dungeon." Ucap Alice yang melihat jumlah monster disekeliling dungeon itu.


Itu wajar karena dia belum pernah masuk kedalam dungeon rank S. Rank A adalah dungeon tingkat tertinggi yang pernah diselesaikannya.


Saat ini, kami menunggu tim penyerang dari akademi lain. Rencananya akan ada 3 tim dari akademi berbeda yang akan melakukan raid hari ini. Jadi kami menunggu mereka di sebuah kamp yang telah disediakan.


-----------------


"Tuan Lucifer. Sebuah portal portal yang kita buka di bumi sebentar lagi cukup untuk membuat kita keluar."


Ucap seorang iblis dengan mata merah menyala dan kedua tanduk di kepalanya. Iblis itu adalah salah satu iblis tingkat tinggi yang bisa menyapu umat manusia dengan mudahnya.


Namun saat ini dia sedang bicara sambil menunduk pada makhluk yang memiliki tingkatan jauh diatasnya.


Salah satu dari 7 raja iblis agung. Iblis dengan kasta tertinggi yang mengatur seluruh dunia iblis dan para monster. Raja iblis Lucifer.


"Hemm, katakan pada Asmodeus untuk lebih dulu keluar dan membersihkan semua yang menghalangi jalan." Ucap Lucifer.


Suaranya menggema menimbulkan kengerian yang mendalam bagi seluruh makhluk yang mendengarnya.


Iblis yang dihadapannya adalah seorang iblis tingkat tinggi. Seorang bangsawan tingkat 1 yang merupakan kasta tertinggi di bawah raja iblis.


Tapi saat ini, hanya dengan mendengar suara tuannya, Seluruh tubuhnya gemetar ketakutan. Dia begitu ketakutan, namun dia tidak ingin menunjukkannya. Tidak, dia bukan tidak ingin menunjukkannya, tapi dia tidak berani menunjukkannya.


Dihadapan sang raja iblis agung, sebuah gerakan yang tidak diperintahkan bisa membuat siapapun kehilangan nyawa mereka dalam seketika. Tak terkecuali dirinya yang seorang bangsawan iblis ditingkat demon duke.


"Saya undur diri." Ucap iblis itu sambil menunduk dengan sopan sebelum akhirnya pergi meninggalkan tempat itu.


"Hemm, sebentar lagi. Aku akan besabar untuk sebentar lagi." Gumam Lucifer yang hanya terlihat siluetnya dengan mata merah menyala dan pupil matanya yang runcing seperti mata iblis sejati.