
Saat ini aku berada di depan gedung biro penanganan dungeon. Tapi ya tuhan apa-apaan dengan orang-orang ini. Kenapa bisa ada ratusan reporter disini ?!
"Hahh, aku tidak suka situasi ini."
Aku memutuskan untuk menerobos para reporter ini, tapi hal yang buruk terjadi. Aku malah menarik perhatian para reporter. Benar-benar sial !
"Ahh, anda tuan Azel. Apakah anda akan melakukan verifikasi ulang ?"
"Bagaimana perasaan anda saat akan melakukan verifikasi untuk mendapat lisensi hunter rank S ?"
Pertanyaan-pertanyaan bertubi-tubi dilontarkan padaku.
Jika aku tahu akan jadi seperti ini, aku akan menyelinap tanpa mereka ketahui. Aku sama sekali tidak menyangka berita tentangku tersebar secepat ini.
"Ini merepotkan." gumamku.
"Semuanya, tolong minggir."
Seorang pria paruh baya meminta para reporter untuk minggir. Para reporter melihat kearah pria paruh baya itu dan mereka segera memberi jalan padanya.
Dia adalah direktur biro penanganan dungeon Edward Cleric. Dia keturunan jerman yang menetap di Indonesia. Rambutnya putih karena usianya yang sudah 60 tahunan. Namun badannya terlihat sangat kuat dan dia memiliki badan yang cukup besar.
Sebagai direktur biro penanganan dungeon dia adalah salah satu dengan peringkat tertinggi di Indonesia. Dia adalah salah satu dari 11 hunter rank S di indonesia.
Aura yang kurasakan darinya sangat kuat. Yahh, itu wajar karena dia salah satu hunter rank S.
"Tuan, Azel. Selamat datang di biro penanganan dungeon. Silahkan masuk."
Dia mengajakku masuk kedalam gedung. Kupikir ini lebih baik daripada dikerumuni ratusan reporter diluar.
?!
Aku merasakan aura kekuatan yang cukup besar.
"Ada apa, tuan Azel ?"
"Ahh, tidak. Aku hanya merasakan aura yang cukup besar disini."
"Ahh, anda tidak perlu khawatir. Itu mungkin aura yang dikeluarkan dari hunter rank S"
"Hunter rank S ada disini ?"
Begitu. Jadi tekanan ini berasal dari rank S yang lain.
Kemudian aku masuk kesebuah ruangan. Disana berkumpul beberapa orang. Diantara mereka ada beberapa orang yang kukenal.
Mereka adalah kekuatan tempur utama negara ini. 11 hunter rank S berkumpul dalam 1 ruangan untuk melihat kemampuanku.
Selain itu, aku melihat orb yang jauh lebih besar dari yang kulihat di akademi. Jadi ini orb yang bisa mengukur kekuatan seorang hunter rank S
"Baiklah, tuan Azel. Sekarang kita akan memulai verifikasinya."
"Baiklah."
Aku berjalan menuju sebuah mesin. Di layar tergambar sebuah telapak tangan. Aku cukup familiar dengan ini. Aku meletakkan tanganku pada gambar telapak tangan itu.
"BLARRRR"
Sama seperti saat di akademi. Tekanan yang kukeluarkan sangat kuat. Tapi tekanan yang ku keluarkan tidak terlalu sulit untuk ditangani seorang hunter rank S.
"Cukup !"
Direktur Edward memintaku untuk berhenti. Aku segera berhenti mengeluarkan kekuatanku.
"Tuan, Azel. Tidak diragukan lagi. Anda adalah hunter rank S kedua belas di negara ini. Bisakah saya mengkonfirmasi kemampuan anda untuk bisa menentukan tipe kelas anda ?"
Seorang hunter terbagi menjadi beberapa kelas. Warrior, tank, assasin, archer, mage, dan healer. Sistem kelas ini dibuat untuk mendukung satu sama lain untuk meningkatkan peluang keselamatan seorang hunter saat menyelesaikan dungeon.
"Baiklah."
Aku berniat mengeluarkan skill Shadow ruler. Tapi sebelum sempat mengeluarkannya, tiba-tiba seluruh gedung bergetar.
"Ada apa ini ?!"
Edward terlihat panik. Getaran seperti ini hanya terjadi saat dungeon diatas rank A terbuka. Firasatku mengatakan hal buruk akan terjadi.
'Dungeon break telah terbuka. Dungeon rank S terbuka di dekat anda'.
To be continue