
Aura yang begitu kuat terpancar dari tubuh Eviel. Dia berdiri dengan santainya dengan api berkobar menyala - nyala di tangan kanannya.
"Explosion."
Dia kemudian menarik lengannya ke belakang dengan posisi seperti sedang bersiap untuk memukul. Otot - otot yang kuat terlihat menjalar di sepanjang lengannya. Kemudian dia mendorong tangannya dengan kuat ke arah Alice.
Dia melemparkan bola api sebesar bola basket ke arah Alice. Bola api itu melesat dengan begitu cepat ke arah Alice.
Leo yang melihat bola api tersebut dengan sigap berlari untuk melindungi Alice.
"Shield!"
Setelah Leo berteriak, sebuah perisai berwarna keemasan muncul di tangannya. Perisai itu berwarna emas di sekitar tepinya dan berwarna hitam di bagian tengahnya. Terdapat beberapa motif corak di perisainya dan sebuah batu permata yang terletak tepat ditengah perisainya.
Bummmmm
Bola api tersebut menabrak perisai Leo dengan begitu keras. Membuat Leo terdorong sejauh 5 meter kebelakang.
?!
"Mustahil! Leo yang seorang hunter tipe tank rank S terdorong sejauh itu hanya karena serangan sekecil itu?!" Ucap Hyuga yang kaget melihat Leo yang terdorong setelah menahan serangan bola api Eviel.
"Sudah kukatakan, orang itu sangat kuat. Kita harus berhati - hati dan tidak boleh meremehkannya." Ucap Alice menanggapi keterkejutan Hyuga.
"Hemm, orang yang mengalahkan Alicia. Sepertinya layak untuk dijadikan objek untuk mengukur kekuatanku." Ucap Erza yang tersenyum tipis melihat Eviel.
"Hem? Hei nak, aura membunuhmu pekat sekali. Tidak sopan lho menunjukkan aura membunuh sebesar itu pada orang yang lebih tua." Ucap Eviel dengan santainya setelah merasakan aura membunuh yang terpancar dari Erza.
Bztztztztztztzt
Secara tiba - tiba aura listrik keluar dari tubuh Erza. Aura listrik berwarna kuning keemasan keluar dan menyambar - nyambar sekitarnya. Kemudian aura listrik itu menyelimuti kedua pergelangan tangan Erza dan membentuk menyerupai cakar yang besar.
"Tipe petarung ya. Menarik, aku akan menemani kalian sebentar supaya tidak bosan. Setelah mengalahkan kalian, akan kubawa keturunan keluarga Valentine." Ucap Eviel dengan aura api yang keluar dari tubuhnya dan terus menyala membakar segala yang ada di sekitarnya.
Erza melompat kearah Eviel dan mengayunkan cakar keemasan ditangannya ke arah Eviel. Eviel yang sudah bersiap menghadapi serangan Erza melompat dan mengayunkan tinju dari tangannya yang diselimuti api yang membara.
Semua orang yang ada di dalam mall melihat pertarungan kedua orang berkekuatan super itu. Yang satu adalah salah satu hunter rank SS di kota paris. Yang lainnya adalah seorang kriminal yang dikenal menyebabkan kekacauan besar di kota Paris dalam beberapa waktu ini.
"Semuanya, kami akan melawan orang itu. Kalian tolong segera pergi dari tempat ini lewat pintu belakang mall!" Ucap Alice menghimbau semua orang untuk segera menjauh dari pertempuran.
Semua orang mendengarkan himbauan dan mulai menjauh untuk keluar dari mall. Dalam beberapa saat sekarang hanya ada 7 orang di area itu. Eviel dan Erza yang sedang bertarung, Alice, Hyuga, Leo, Shinobu, dan Silvia.
"Semuanya, kita harus membantu Erza. Meskipun Erza kuat, dia tidak akan sanggup melawan orang itu seorang diri." Ucap alice kepada teman - temannya.
Memang benar Erza tidak sanggup untuk melawan Eviel seorang diri. Meskipun pertarungan keduanya terlihat seimbang, tapi bisa dilihat Erza yang bertarung dengan mengerahkan seluruh kekuatannya sedangkan Eviel masih terlihat bertarung dengan cukup santai.
"Fire ball !"
Hyuga merentangkan kedua tangannya kedepan tepat kearah Eviel. Kobaran api perlahan muncul dari kedua tangannya dan membentuk sebuah bola api sebesar bola basket. Bola api itu melesat dengan cepat ke arah Eviel.
Teknik yang digunakan Hyuga terlihat sama dengan Eviel. Namun jika dilihat dengan jelas perbedan intensitas keduanya sangatlah besar. Serangan Hyuga sangatlah kuat tapi tidak sebanding dengan dengan milik Eviel.
Eviel yang melihat bola api yang menuju kearahnya mengayunkan tangan kirinya dan menangkis bola api tersebut dengan mudahnya. Bola api tersebut dihempaskan Eviel dan meledak di belakangnya dan menghancurkan dinding mall dibelakangnya.
"Bagaimana mungkin?! Dia menahan seranganku dengan begitu mudahnya?!" Ucap Hyuga yang terkejut serangannya ditangkis dengan mudah oleh Eviel.
Disisi lain Erza dan Eviel terus bertarung dan saling beradu serangan. Erza dengan cakar listriknya dan Eviel dengan tinju apinya. Erza yang sedikit demi sedikit terdesak menjadi semakin marah pada dirinya.
"Kekuatan macam apa ini?! Kekuatannya mampu mendesakku?! Aku yang seorang hunter rank SS?! Aku tidak bisa membiarkan ini! Terimalah ini sihir ekstrim, Dragon thunder claw!!!"
Cakar listrik ditangan Erza terlihat berkontraksi setelah Erza meneriakkan nama sihir ekstrimnya. Intensitas sihir petir keemasan di tangannya semakin bertambah hingga di titik puncak. Mata Erza berubah menjadi kuning menyala mengikuti warna aura listrik yang menutupi kedua lengannya.
Erza membuat kuda - kuda sihir ekstrimnya. Dia membuka kedua tangannya kesamping selebar mungkin. Dengan sekuat tenaga dia mendorong tangannya mencakar kedepan tepat ke arah Eviel dihadapannya.
Serangan Erza membentuk dua buah gelombang cakar yang bahkan mampu merobek udara dan seluruh benda yang dilewatinya. Intensitas serangan yang dihasilkan dari sihir Erza bahkan jauh lebih besar dari sihir ekstrim Alice yang sama - sama berada di rank SS.
"Uhhh, kekuatan yang luar biasa." Ucap Leo melihat sihir ekstrim yang dikeluarkan Erza.
Gelombang cakar keemasan itu melesat dengan sangat cepat dan kuat kearah Eviel dan....
Blarrrrr
Serangan tersebut mendarat pada Eviel dan menghancurkan semua area di sekitar Eviel serta melemparkan Eviel keluar dari area dalam mall.
Kerusakan yang dihasilkan serangan Erza benar - benar luar biasa karena mampu meratakan seluruh area di sekitarnya dan bahkan mampu membuat Eviel terpental hingga keluar gedung mall.
"L-luar biasa! Aku tahu Erza sangatlah kuat. Tapi aku tidak pernah membayangkan bisa sampai sekuat ini." Ucap Shinobu yang mengamati pertarungan Erza.
"Luar biasa. Bahkan orang itu yang mampu menahan sihir fire ball milikku dengan mudahnya bisa terpental sejauh itu." Ucap Hyuga.
"Jika dia memang sekuat itu, mungkin ada kesempatan untuk kita menang melawannya. Ayo kita bantu dia." Ucap Leo yang kemudian mengajak yang lainnya untuk membantu Erza bertarung secara langsung.
Sekarang ke enam orang itu maju secara bersamaam membentuk sebuah formasi yang terdiri dari seorang tank, seorang warrior, 2 orang mage yang bisa bertindak senagai warrior, seorang mage rank SS, juga seorang healer yang bisa menggunakan sihir support.
Dihadapan mereka Eviel berdiri seorang diri. Bahkan setelah terkena serangan berintensitas tinggi milik Erza dia terlihat berdiri tanpa luka dan hanya jubah yang dikenakannya yang robek akibat serangan Erza.
"Menarik. Bisa mendorongku sejauh ini. Sepertinya aku akan mulai serius sekarang."
Ucap Eviel dengan aura membunuh nyata yang terpancar jelas dari tubuhnya. Mata merah menyala memancarkan tekanan yang luar biasa ke arah Erza dan yang lainnya.