
"Sekarang coba terimalah seranganku ini." Ucap Eviel dengan mengarahkan tangannya yang menggenggam sebuah bola api dengan konsentrasi energi yang sangat tinggi.
Kemudian setelah bola api itu menembakkan serangan laser berwarna kemerahan yang sangat panas. Terlihat jelas dari bekas yang ditinggalkan laser tersebut setelah melintasi jalanam yang terbuat dari aspal. Aspal tersebut terlihat leleh dan membekas setelah laser tersebut melintasinya.
Melihat laser yang mengandung konsentrasi energi yang begitu tinggi, Leo dengan sigap melompat ke depan teman - temannya. Dia mengarahkan perisainya yang berwarna keemasan ke depan tepat kearah laser tersebut mengarah padanya.
"Semuanya berlindung ke belakangku!!" Teriak Leo memberitahu yang lain agar berlindung di belakangnya.
Menyadari tidak ada seorangpun diantara mereka yang bisa menahan laser dengan intensitas energi tinggi tersebut, mereka menuruti kata - kata Leo dan segera berlindung dibelakang Leo. Sebenarnya mereka juga ragu Leo bisa menahan serangan tersebut. Tetapi mereka tidak bisa memikirkan untuk mengambil langkah lain untuk bisa menghindari laser tersebut.
Mereka tidak bisa menghindar karena posisi mereka sekarang berada diantara banyak gedung yang menjulang tinggi sehingga tidak memungkinkan mereka untuk bergerak bebas menghindari laser tersebut. Jadi bertahan adalah satu - satunya pilihan yang bisa mereka ambil.
Tzinggggg
Laser dengan intensitas energi yang luar biasa tersebut membentur perisai Leo dengan sangat kuat dan membuat Leo terdorong mundur sedikit demi sedikit.
Laser tersebut terus mendorong perisai Leo dengan sangat kuat. Bisa dilihat berapa besar konsentrasi energi yang terkandung dalam laser tersebut dari banyaknya laser yang bercabang ke berbagai arah setelah membentur perisai Leo.
"Uggghhh, Sial. Bagaimana bisa seorang manusia memiliki kekuatan sebesar ini." Ucap Leo sambil berusaha untuk terus menahan laser tersebut dengan seluruh tenaga yang dimilikinya.
"Hebat juga bisa menahan serangan dragon breath milikku. Tapi bagaimana jika kutambah sedikit intensitasnya." Ucap Eviel yang melihat Leo bisa menahan serangannya dengan susah payah.
Kemudian api kembali berkobar dari tubuh Eviel. Kali ini api tersebut lebih besar dari sebelumnya. Api tersebut mengalir kearah bola api di telapak tangannya dengan perlahan. Aliran api yang terbentuk terlihat bagai seutas tali yang terulur tanpa henti.
Semakin lama api tersebut mengalir ke arah bola api tersebut. Semakin nyata perbedaan kekuatan laser tersebut. Intensitas dari laser tersebut meningkat secara perlahan. Peningkatan intensitas energi tersebut berjalan sedikit demi sedikit seolah ingin melihat seberapa jauh Leo bisa menahan serangannya.
"Leo bertahanlah!" Ucap Alice yang melihat Leo semakin kewalahan.
"Bertahanlah, aku akan meningkatkan pertahananmu. Area on effect, General raising!!" Ucap Silvia.
Kemudian sebuah lingkaran sihir keluar dibawah mereka. Lingkaran sihir berwarna kehijauan dengan berbagai pola rumit yang tergambar jelas di permukaannya. Lingkaran sihir yang menjadi salah satu skill Silvia sebagai hunter tipe support. Sihir general raising meningkatkan setiap status yang dimiliki Silvia dan teman - temannya yang berada dalam lingkaran sihir tersebut. Status yang ditingkatkan meliputi kekuatan, pertahanan, dan kecepatan. Pertahanan Leo yang sangat tinggi juga meningkat setelah lingkaran sihir tersebut muncul.
"Trimakasih Silvia. Tapi sepertinya itu tidak terlalu membantu. Karena serangan orang gila itu benar - benar kuat." Ucap Leo sambil berusaha menahan laser tersebut dengan sekuat tenaga.
Crackk.
?!
Semua orang terkejut melihat perisai yang sangat kokoh dan sudah teruji dalam puluhan pertempuran retak karena terus menahan laser yang terus menyerang dengan sangat kuat.
"Ugghhh, aku tidak kuat lagi." Ucap Leo yang merasa sudah berada pada batasnya.
"Ughh, tidak ada pilihan lagi. Semuanya keluarkan sihir ekstrim kalian!!" Ucap Alice
"Apa?! Apa kau gila?! Jika kita semua mengeluarkan sihir ekstrim kita, kita tidak akan punya kekuatan yang cukup untuk melawannya!" Ucap Erza yang menolak permintaan Alice.
Dari sudut pandang Erza keputusan Alice tidaklah tepat untuk meminta semua orang yang masih bisa menggunakan sihir ekstrim agar menggunakan sihir ekstrim mereka. Setelah menggunakan sihir ekstrim, mana dari semua orang akan berkurang lebih dari setengah kapasitas mana mereka. Mustahil melawan Eviel yang memiliki kekuatan layaknya iblis tingkat tinggi dengan sisa mana yang sedikit.
Shinobu dan Hyuga yang merupakan hunter spesialisasi menyerang setuju dengan pendapat Alice untuk mencoba mengeluarkan sihir ekstrim mereka secara serentak. Jika di total bersama sihir Erza ada 4 orang yang bisa mengeluarkan sihir ekstrimnya. Silvia dan Leo tidak dihitung karena sihir ekstrim mereka tidak digunakan untuk menyerang.
Tapi pertaruhan yang mereka lakukan ini hanya berlaku untuk sekali coba. Setelah melakukan sihir ekstrim Erza yang menjadi orang terkuat dalam tim mereka akan kehabisan mana karena sebelumnya dia telah mengeluarkan sihir ekstrimnya. Alice, Hyuga, dan Shinobu juga akan kehilangan mana dalam jumlah besar. Jika pada saat itu Eviel tidak terluka, peluang mereka untuk bisa selamat sangatlah rendah. Karena itulah Erza tidak menyetujui rencana Alice karena memiliko resiko yang sangat besar. Tapi karena Alice bersikeras untuk menggunakan sihir ekstrim Erza menyerah dan memutuskan untuk mengikuti rencana Alice.
"Baiklah, terserah kau. Aku akan mengikuti rencanamu. Jika rencana ini gagal kita semua akan berakhir disini." Ucap Erza
"Baiklah, karena semuanya setuju ayo kita coba. Selain itu Silvia memberi kita buff dari skillnya yang menambah kekuatan kita. Jika dia bukan monster seharusnya sihir ekstrim gabungan kita mampu melukainya." Ucap Alice mencoba meyakinkan seluruh anggota timnya.
"Sihir ekstrim, Chain dragon lighning!!!"
Alice membuat kuda - kuda sihir ekstrimnya. Kedua tangannya dia letakkan di samping pinggangnya dengan kuat.
Bztztztztztzt
Aliran listrik mulai menyambar - nyambar di kedua tangannya membentuk seutas tali yang saling mengikat satu sama lain. Intensitas energi yang keluar dari sihir ekstrimnya sangatlah kuat mengingat Alice adalah seorang hunter rank SS.
"Sihir ekstrim, dragon thunder claw!!"
Erza sekali lagi mengeluarkan sihir ekstrimnya. Dia mulai membuat kuda - kuda sihir ekstrimnya dengan tangan dia tarik kepingganggnya dan dada yang mengembang.
Bztztztztztztzt
Cakar yang terbuat dari listrik berwarna kuning menyambar - nyambar dari kedua tangan Erza. Garis - garis sambaran listrik tersebut saling mengikat satu sama lain. Dengan sisa mana yang dia miliki, dia mencoba mengerahkan segalanya untuk menyelesaikan Eviel dengan satu serangan terakhirnya.
"Sihir ekstrim, Flame Explosion burst!!"
Hyuga juga mengeluarkan sihir ekstrimnya sesuai perkataan Alice. Dia meregangkan kedua tangannya dan menariknya kebawah tepat berada sejajar dengan pinggul. Terlihat api yang menyembur dengan sangat kuat dari kedua tangannya layaknya semburan roket.
"Sihir ekstrim, Wind tornado vortex!!"
Shinobu menyusul yang lainnya dan mulai mengeluarkan sihir ekstrimnya. Dia merentangkan tangannya kesamping dengan kuat. Kemudian pusaran angin mulai berkumpul dikedua tangannya dan berputar dengan sangat kuat. Pusaran angin itu berputar dan semakin membesar seperti sebuah tornado dengan posisi vertikal.
Keempat orang tersebut kemudian melepaskan sihir ekstrim mereka secara serentak kearah Eviel. Erza dengan cakar petir kuningnya, Alice dengan naga kembar petirnya, Hyuga dengan gelombang apinya, juga Shinobu dengan gelombang angin tornadonya. Keempat serangan tersebut adalah serangan terkuat yang bisa mereka berempat keluarkan.
Serangan terkuat dari dua hunter rank S dan dua hunter rank SS tersebut menjadi serangan dengan kekuatan yang luar biasa. Serangan yang bahkan bisa membuat seorang hunter rank SSS waspada karena kengerian dari energi yang terkandung di dalamnya.
Kemudian keempat serangan tersebut bergabung menjadi satu dan berubah menjadi sosok naga raksasa berwarna putih yang berkilauan terang. Listrik yang menyambar - nyambar terlihat jelas keluar dari serangan tersebut.
Eviel yang melihat serangan itu matanya membelalak melihat serangan dengan intensitas energi yang begitu luar biasa sedang menuju kearahnya. Dia merasakan sensasi aneh yang keluar dari tubuhnya.
"Perasaan ini. Ini sama seperti rasa takut yang kurasakan ketika aku melawan bocah sialan itu. Menarik, bocah - bocah ini bisa membuat serangan sekuat itu. Mari lihat apakah serangan itu bisa melukaiku." Ucap Eviel yang kemudian bersiap menerima serangan gabungan tersebut.
Eviel menerima serangan tersebut bukan tanpa alasan. Tapi karena serangan gabungan tersebut mengeluarkan rasa takut yang sudah lama dia pendam. Rasa takut ketika dia berhadapan dengan orang yang dia rasa tidak akan pernah bisa dia kalahkan. Dia menerima serangan tersebut dengan harapan rasa takut yang muncul setelah pertarungannya beberapa waktu yang lalu bisa hilang. Jika dia bisa menahan serangan yang bisa membuatnya merasa takut, dia pikir dia akan bisa melenyapkan rasa takut dari hatinya sepenuhnya. Karena itulah dia mencoba menerima serangan tersebut.
"Hahahaha serangan gabungan yang menarik! Datanglah dan mari kita lihat apakah serangan gabungan kalian bisa melukaiku!!" Teriaknya sambil mempersiapkan kuda - kuda bertahannya untuk menahan serangan dengan intensitas energi yang luar biasa dihadapannya.