Rayyan

Rayyan
52. hilang



Keluarga al-Fatir semua bersiap akan pergi ke universal studio. Hanya Oma dan Opa nya saja yang tidak ikut karena akan pergi ke rumah sahabat mereka jaman kuliah dulu.


Mereka semua sudah masuk kedalam bus yang akan membawa mereka ke universal studio Jepang. Semua orang yang berada di dalam bus sangat bahagia. Hanya satu orang saja yang terlihat manyun dan tak bersemangat.


Calon ayah itu ngambek karena dia inginnya pergi ke aquarium Osaka kaiyukan. Tapi semua keluarganya ingin pergi ke universal studio dan baru besok mereka ke aquarium Osaka kaiyukan.


Lagi-lagi Syera hanya di buat melongo karena perubahan sikap suaminya. Dari jaman dia masih mondok di pesantren, siapa yang tidak mengenal suaminya itu!. Karena menurut para santriwati suaminya itu adalah cucu paling tampan. Walaupun suaminya itu sangat dingin dan jarang tersenyum. Kalau dulu Syera melihat Rayyan takut karena jutek dan kaku.Tidak seperti teman-temannya yang sangat mengidolakan suaminya itu.


Tapi kini melihat suaminya ngambek dia sungguh sangat lucu.


" Ya Allah nak, kenapa sih kamu senang banget ngerjain ayah kamu sih! Lihat tuh sampai manyun gitu!. Bunda lebih suka lihat ayah kamu yang dingin dan kaku. Please sayang jangan ngerjain ayah lagi ya." ucap Syera dalam hati berbicara dengan buah hatinya sambil mengelus perutnya.


Mereka pun sampai di universal studio, Semua langsung turun dari bus dan langsung menuju ke pintu masuk.


Syera bisa bernafas lega saat suaminya sudah kembali biasa lagi. Sepertinya buah hatinya mau mendengarkan bundanya.


Mereka semua langsung menikmati berbagai permainan. Rayyan yang awalnya ngambek karena nggak mau ke universal studio. Justru dialah yang paling menikmati berbagai wahana.


Keesokan harinya baru mereka mengunjungi aquarium Osaka kaiyukan. Kali ini dari berangkat Rayyan sudah sangat antusias.


Sampai di Aquarium Osaka kaiyukan mereka pun masuk. Begitu masuk senyum Rayyan menghiasi wajahnya.Dia sangat menikmati melihat ikan-ikan yang berenang bebas.


" Sepertinya dia melupakan istrinya." Celetuk kak Dania yang berjalan di samping Syera.


" Iya kak, Kalau saat ini istrinya kita bawa kabur nyariin nggak ya mas Ray." Timpal Zafira.


" Kita jalan melambat aja, biar sedikit jauh dari si Ray. Sampai nanti keluar dia ingat nggak sama Syera." Ucap kak Maura.


Akhirnya mereka pun berjalan sedikit melambat agar jaraknya dengan Rayyan sedikit jauh.


Dan benar saja ikan-ikan di dalam aquarium itu mengalihkan Rayyan dari Syera. Begitu keluar dari aquarium Osaka kaiyukan Rayyan mencari keberadaan istrinya.


" Eh.. Sye mana?." Rayyan celingukan mencari keberadaan sang istri.


" Mom lihat istri Ray nggak." Tanya Rayyan ke Mommy khayra.


" Nggak lah, Memang nggak sama kamu tadi." Mommy Khayra malah tanya balik ke anaknya.


Rayyan yang mendapat pertanyaan dari Mommy nya hanya bisa garuk-garuk kepala. Bagaimana bisa dia melupakan istrinya! Karena dia begitu senang melihat ikan yang berenang bebas.


" Kamu mau kemana Ray?." Tanya Mommy khayra saat melihat putranya ingin beranjak pergi.


" Mau mencari istri Ray Mom, Sye hilang." Ucap Rayyan.


" Makanya di jaga hilang kan, mungkin ketemu cowok Jepang yang ganteng " goda Deddy Gibran.


Rayyan memutar bola mata malas karena di goda oleh Deddy nya. Saat berbalik dan akan mencari istrinya, Rayyan melihat istrinya sedang berjalan dengan kak Dania kearahnya.


" Istri sih di lupain kalah menarik sama ikan. Makanya punya istri tuh di gandeng jangan di tinggalin." Ucap kak Dania sambil bergelayut manja di lengan suaminya.


" Kaya kakak dong walaupun sudah sudah punya anak dua mana pernah kalau jalan nggak di gandeng." Ucap kak Dania lagi.


" Kak Dania, Ray nggak ngelupain ya cuma Ray tadi fokus sama ikan aja." Ucap Rayyan yang kesal sama kakak perempuannya itu.


" Kak Syera tadi dapat nggak nomor telepon cowok yang ganteng tadi. Kalau tadi Fira nggak sedang gendong anak udah Fira gebet tuh." Ucap Zafira memanas-manasi kakaknya.


Rayyan langsung melotot ke istrinya.


" Yang kamu jangan macam-macam ya, Emang Abang kurang ganteng apa?."


" Percuma ganteng kalau istrinya di tinggalin." seru Syera yang membuat seluruh keluarga tertawa.


Rayyan langsung memeluk istrinya.


" Abang nggak ninggalin sayang cuma tadi tuh lupa. Sekarang nggak lagi." masih memeluk Syera.


" Yuk sudah sore kita lanjut ke Dotonburi." Ajak om Radit.


" Abang Sye gimana jalannya kalau Abang peluk begini nanti yang ada Sye jatuh. Ingat Lo bang di dalam sini ada anak kita." Ucap Syera karena Rayyan terus saja memeluknya sedangkan yang lainnya sudah berjalan ke bus.


" Tapi matanya awas kalau matanya ngelihatin cowok Jepang." ucap Rayyan.


Syera hanya terkekeh saja.


Perjalanan berlanjut ke dotonburi kali ini Rayyan menggenggam erat tangan Syera. Dia takut istrinya menghilang seperti tadi pagi.


" Abang Sye pengen es krim juga." pinta Syera yang melihat keponakannya membeli eskrim.


" Mau rasa apa sayang."


" Rasa coklat."


" Kak dania, Istri Ray mau rasa coklat." Teriak Rayyan ke kakak perempuannya yang sedang membeli es krim untuk anaknya.


' Abang nggak sopan nyuruh kak Dania."


" Nggak apa-apa sayang, Abang takut kalau Abang lepas tangan Abang nanti kamu hilang."


" Astaga Abang nggak gitu juga kali."


" Udah tuh kak Dania sudah beliin esnya." Ucap Rayyan yang menerima es dari kakaknya tadi.


Selama mereka di dotonburi Rayyan benar-benar menggenggam tangan istrinya.