
Syera, Ilmi, Raisa, Nike dan Icha pun semangat untuk menikmati empek-empek.
" Sye dua Minggu ini tinggal di rumah Gus Rayyan gimana?." Tanya Raisa.
" Gimana maksudnya?." Tanya balik Syera.
" Iya gimana keluarganya Gus Rayyan secara kan mereka konglomerat." Ucap Raisa.
" Semuanya baik Mommy, Deddy, Oma , opa, Bagas, Zafira, Zafran, keluarga Tante Gita dan juga saudara-saudara yang ada di sini semuanya sangat baik. Cuma aku nggak tahu gimana dengan saudara-saudaranya yang ada di luar negeri!." ucap Syera.
" Memang keluarga Gus Rayyan ada yang di luar negeri." Tanya Icha.
" Kata Abang ada nanti akhir tahun mau di kenalin gitu." Jelas Syera.
" Semoga aja mereka dapat menerima kamu dengan tangan terbuka.' Doa Ilmi untuk Syera.
" Amin... " Jawab mereka semua.
Tak lama ponsel Syera berdering
husband calling....
Melihat layar ponselnya ternyata suaminya yang menelpon.
" Siapa sye?." Tanya Ilmi.
" Bang Rayyan, aku angkat dulu ya."
Syera pun menggeser tombol hijau.
" *Assalamualaikum..."
" ...................... "
" Iya Syera ke sana bang."
" ........................ "
" Walaikum salam*."
" Aku tinggal dulu ya soalnya Abang Rayyan sudah mau pulang." ucap Syera yang pamit sama teman-temannya untuk menemui suaminya.
" Ya udah sana, mau di temani nggak."
" Nggak usah."
Syera pun pergi meninggalkan kamarnya, dan berjalan menuju gerbang Asrama putri.
Dan di sana suaminya sudah menunggu, beruntung suaminya cucu dari kyai. Karena kalau tidak sudah di pastikan pihak keamanan asrama tidak akan membukakan gerbangnya.
" Kita ke mobil dulu yuk." Ajak Rayyan.
Syera pun mengikuti suaminya masuk ke dalam mobilnya.
" Kamu ngusir Abang."
" Ya Allah bang mana berani, kalau boleh jujur Syera lebih milih selalu dekat Abang. Syera cuma khawatir kalau Abang pulang ke malaman.
" Iya-iya, Abang cuma mau peluk istri Abang doang sebelum pulang." Rayyan pun menarik Syera untuk masuk ke dalam pelukannya.
Cukup lama mereka berpelukan.
" Sudah gih sana masuk." Rayyan melepas pelukannya.
" Ya udah Syera masuk dulu ya bang, Abang hati-hati kalau sudah sampai rumah telpon atau chat Syera biar Syera nggak khawatir." Syera mencium tangan Rayyan dan Rayyan pun mencium kening Syera.
Syera pun keluar dari mobil dan berjalan masuk ke dalam gerbang. Rayyan sendiri memastikan istrinya sudah masuk barulah dia pergi meninggalkan pesantren.
Syera yang sudah kembali ke dalam kamar dan ternyata teman-temannya sudah selesai makan.
" Sudah sye! Itu kita tinggali empek-empeknya buat kamu." ucap Raisa sambil menunjuk mangkuk di atas meja belajarnya.
" Terima kasih ya pakai di tinggalin segala." Syera pun mengambil mangkuk yang berisikan empek-empek dan memakannya.
Selesai makan ternyata suaminya mengirim pesan.
dek Abang sudah sampai rumah dengan selamat. Sekarang kamu tidur ya ❤️
Syera pun tersenyum membacanya dan dia pun langsung membalasnya.
Abang tahu aja Syera belum tidur nungguin chat Abang, Abang juga tidur ya jangan lupa mimpiin Syera ya.
Selesai membalas pesan suaminya Syera pun bergegas untuk tidur.
*
*
Syera sudah kembali ke aktivitas semula sebagai santriwati dan juga seorang pelajar.
Hari ini seperti biasa Syera akan bangun pukul setengah empat pagi. Biasanya Syera akan melakukan shalat malam terlebih dahulu di kamarnya di lanjut dengan mengaji sambil menunggu adzan subuh. Syera tidak sendiri semua penghuni di kamarnya selalu bersama melakukan shalat malam lanjut mengaji baru nanti mereka akan bersama pergi ke masjid.
" Kakak-kakak yang cantik nanti Icha yang imut ini mandi duluan ya. Soalnya adik yang imut ini akan sibuk mengurusi murid baru di sekolah." Ucap Icha yang sok manja.
Sontak semuanya memutar bola mata malas.
" Sekarep mu lah Cha." balas Nike.
" Iya adik ku yang imut silahkan saja soalnya kakakmu yang cantiknya tiada Tara ini sudah mandi." Seru Syera.
" Sudah-sudah mendingan kita ke masjid sudah adzan tuh nanti telat kita di hukum loh." Ucap Ilmi yang langsung keluar dari kamar dan di ikuti oleh yang lain.
Sepanjang perjalanan menuju masjid sampai pulang dari masjid bahkan di sekolah. Semua menyapanya dengan sebut Ning, Syera sungguh sangat risih tapi mau gimana lagi dirinya menikah dengan cucu kyai pemilik pesantren.