Rayyan

Rayyan
47. ke rumah kakek dan nenek



Pintu ruangan Rayyan terbuka lalu masuklah seorang wanita yang sudah sejak tadi dia tunggu. Syera yang tidak tahu kalau suaminya sedang kesal. Syera pun langsung menghampiri suaminya dengan Senyum merekah yang menghiasi


wajah nya.


" Dari mana aja kenapa baru sampai." Ucap Rayyan dingin.


Syera hanya bisa tersenyum dalam hati melihat suaminya kesal.


" Oh tadi ketemu dulu sama tiga cowok ganteng." Jawab Syera yang sengaja menggoda suaminya.


Rayyan langsung melotot kan matanya saat mendengar istrinya menemui tiga cowok ganteng.


" Kamu tuh ya bisa-bisanya menemui laki-laki lain padahal suami kamu di sini khawatir menunggu kamu yang tak kunjung muncul. Memangnya seganteng apa sih pria itu, Memangnya suami kamu kurang ganteng apa?." omel Rayyan.


Syera hanya melongo suaminya ngomel-ngomel.


" Abang cemburu?." Tanya Syera.


" Nggak kata siapa Abang cemburu." Elak Rayyan.


" Nggak cemburu tapi marah-marah."


" Abang nggak marah-marah, Abang cuma kesel karena nunggu lama."


" Baiklah Sye percaya Abang nggak marah, ya sudah Sye jelasin tiga cowok ganteng itu adalah Bagas, Zafran dan Deddy. Kalau Abang mau protes silahkan ke Mommy karena Sye cuma ngejalanin amanat Mommy untuk nganter makan siang buat mereka." jelas Rayyan.


" Gimana nggak marah kamu nggak bilang dulu, nggak enak


tahu nungguin orang yang nggak datang-datang." ucap Rayyan kesal.


" Maaf deh, kita makan aja yuk bang Sye udah lapar, Sye pengen


makan berdua dengan abang." Rayu Syera supaya suaminya tidak kesal lagi


Syera pun langsung membuka kotak makan yang dia bawa


" Abang ngapain diam di situ sini duduk bang." Ucap Syera sambil menepuk bangku di sebelahnya. " Sye pengen disuapin sama abang." ucap Syera yang melihat


Suaminya masih berdiri di sana.


Rayyan pun menghampiri istrinya dan duduk di sebelahnya. Dia pun langsung mengambil kotak makan yang Syera bawa. Lalu mulai menyuapi sang istri.


" Abang juga makan jangan nyuapin Sye aja." ucap Syera karena suaminya tak kunjung menyuapkan nasi kedalam mulutnya.


" Kamu dulu aja yang nanti baru Abang yang makan." Jawab Rayyan.


Cup...


Rayyan langsung mencium pipi Syera.


Syera hanya bisa pasrah karena setiap kali suaminya menyuapinya. Pasti akan menunggu Syera kenyang dulu baru dia makan.


Terkadang sikap Rayyan yang lebih mendahulukan Syera di bandingkan dirinya sendiri. Membuat Syera lagi-lagi merasa amat bersyukur di pertemukan dengan laki-laki seperti Rayyan.


" Aduh so sweet nya! Laki siapa sih?."


" Laki-laki milik gadis cerewet yang ada di depan Abang." ucap Rayyan.


" Maaf ralat, bukan gadis tapi mantan gadis, Mantan yang sudah diambil kegadisannya oleh laki-laki dingin dan kaku." Ucap Syera yang langsung mendapatkan plototan dari suaminya.


Sedang Syera hanya cengengesan saat mendapat plototan dari sang suami.


" Bang Sye sudah kenyang." ucap Rayyan sambil memegang perutnya.


Setelah istrinya bilang kenyang kini gilirannya yang makan.


Selesai makan Rayyan pun kembali ke kursi kebesarannya untuk kembali mengerjakan pekerjaannya. Sedangkan menunggu suaminya di sofa sambil bermain ponsel.


Pukul dua siang Rayyan sudah menyelesaikan pekerjaannya. Rayyan pun langsung membereskan meja kerjanya. Setelah beres dia pun beranjak dari kursinya lalu mengambil ponsel dan kunci mobilnya.


" Ayo yang." Ajak Rayyan.


" Abang sudah selesai kerjanya."


" Sudah."


Mereka pun keluar dari ruangan Rayyan menuju lift yang akan membawa mereka turun ke parkiran dimana mobil Rayyan terparkir. Dari keluar ruangan Rayyan selalu menggenggam tangan Syera.


Rayyan membukakan pintu mobil untuk istrinya. Setelah istrinya sudah duduk manis di kursi penumpang. Rayyan pun berjalan memutar masuk ke dalam kursi pengemudi.


Mobil Rayyan pun meninggalkan gedung al-Fatir corp.


" Yang kita nggak beli apa dulu gitu buat kakek dan nenek." ucap Rayyan.


" Nggak usah kata nenek di rumah banyak makanan jadi nggak usah."


" Baiklah."


Mereka pun sampai di rumah kakek Soleh dan nenek Jasmine. Rayyan pun langsung memarkirkan mobilnya di garasi.


" Assalamualaikum..."


" Walaikum salam." Jawab nenek Jasmine yang langsung menyambut mereka.


" Akhirnya sampai juga." Ucap nenek Jasmine.


" Kakek kemana nek?." Tanya Rayyan karena tak melihat kakek Soleh.


" Kakek kamu sedang pergi membantu tetangga yang meninggal, baru aja berangkat." jawab nenek Jasmine.


" Innalilahi wa innailaihi rojiun."


" Siapa yang meninggal nek?." tanya Syera.


" Pak Yono yang meninggal."


" Sakit apa nek?." Tanya Syera lagi.


" Nggak sakit katanya habis shalat Dzuhur dia rebahan sambil nunggu istri nyiapin makan siang. Tapi saat di bangunin buat makan siang sudah nggak bangun-bangun."


" Kalian sudah makan." Tanya nenek.


" Sudah nenek."


" Ya sudah nenek mau ke tempat yang meninggal mau bantu-bantu. Kalian istirahat saja, kalau mau ngemil nenek buat bolu juga buat bubur ketan hitam kesukaan nak Rayyan."


" Makasih nek."


Nenek Jasmine pun pergi dan tinggal mereka berdua.


" Abang mau makan bubur ketan hitamnya sekarang?." tanya Syera.


" Abang maunya makan kamu."


" Abang mesum."


" Abang serius loh yang mumpung rumah sepi jadi bebas. Ayolah yang menyenangkan suami pahalanya besar loh." ucap Rayyan.


" Tapi bang..."


Rayyan pun langsung mengendong Syera masuk ke dalam kamar. Syera pun hanya bisa pasrah.


*


*


" Assalamualaikum..." Kakek dan nenek Jasmine pulang.


Syera yang mendengar kakek dan neneknya pulang langsung keluar kamar. Untungnya mereka sudah selesai ***-*** kalau belum Syera bisa malu dengan kakek dan neneknya.


" Walaikum salam." Syera pun menghampiri kakeknya lalu mencium tangannya.


" Suami kamu mana? " Tanya kakek Soleh.


" Abang lagi mandi kek." Jawab Syera.


" Ya udah kakek juga mau bersih-bersih soalnya baru dari makam." Ucap kakek yang langsung masuk kamarnya.


Syera dan Rayyan makan malam bersama dengan kakek dan nenek sebelum mereka pamit pulang.


" Kalian besok jalan jam berapa?." tanya kakek Soleh.


" Kami berangkat besok malam, kalau Zafran berangkat malam ini bareng om lqbal, terus Oma dan Opa berangkat besok siang." Jawab Rayyan.


" Hati-hati di jalan semoga semuanya selamat sampai tujuan." ucap kakek Soleh.


" Kalian juga jaga kesehatan di sana karena cuacanya pasti beda sama di sini." ucap nenek Jasmine.


" Iya nenek. Kami pamit pulang ya nek. Maaf nggak bisa nginap soalnya Ray besok masih masuk kerja." Ucap Rayyan yang pamit dengan kakek dan nenek istrinya.


" Iya nggak apa-apa."


" Kakek..nenek Sye pamit ya."


" Iya, Kamu ingat jangan nyusahin suami kamu. Ini kan pertama kalinya kamu pergi keluar negeri. Jangan suka pergi sendirian dan nurut sama suami." Ucap kakek.


" Iya kek." jawab Syera.


" Kami pamit ya, assalamualaikum."


" Walaikum salam."


Rayyan dan Syera masuk ke dalam mobil lalu mobil mereka pun pergi meninggalkan rumah kakek dan nenek.