
Syera sudah kembali ke pondok setelah acara resepsi dan Syera juga sudah disibukkan dengan kegiatan belajar. Maklum sebentar lagi dia akan lulus dan dia ingin meraih nilai yang bagus agar tidak memalukan suaminya. Walaupun sebenarnya Syera adalah anak yang berprestasi dan selalu mendapat peringkat satu. Tapi tak menyurutkan Syera untuk tetap belajar.
Suasana pesantren Al hikmah sangat tenang dan tentram. Para santri dan santriwati menjalani kegiatan mereka seperti biasa.
Tiba-tiba dua buah mobil datang ke pesantren Al hikmah. Mobil pertama di isi oleh tiga laki-laki dan satu perempuan. Dan mobil kedua berisikan laki-laki semua ada delapan orang.
Kakek Azzam ( kakeknya Rayyan) kebetulan baru saja keluar dari rumah dan akan pergi menuju ke pondok. Wajah kakek azam mengeras dan menahan amarah saat melihat siapa yang datang.
" Mau apa mereka ke sini!." gumam kakek Azzam kesal.
" Assalamualaikum kyai Azzam." Orang itu mengucapkan salam ke kakek Azzam yang kebetulan belum beranjak dari tempatnya.
" Walaikum salam."
" Apa kabar kyai Azzam." tanya orang tersebut.
" Alhamdulillah baik anda sendiri." Tanya kakek Azzam balik.
" Kami juga baik."
" Ayo silahkan masuk-masuk." Walaupun kesal tapi kakek Azzam berusaha untuk bersikap baik bagaimanapun mereka itu adalah tamu.
Tamu yang masuk ke dalam rumah hanya empat orang tiga laki-laki dan satu perempuan.
" Kyai Azzam maaf kalau kami mengganggu anda ke datangan kami kesini sebenarnya ingin bertemu dengan ustadz Soleh."
" Mau ngapain lagi sih ini orang mencari ustad Sholeh." gumam kakek Azzam.
" Oh ada perlu dengan ustad Soleh."
" Iya ada yang mau kami luruskan." ucap orang tersebut yang tak lain adalah kyai Awaludin.
" Oh saya suruh santri dulu panggilkan ustad soleh dulu." ucap Kakek Azzam yang bangun dari duduknya dan masuk ke dalam untuk menyuruh santri memanggil ustad Soleh sekalian meminta santri membuatkan minum untuk tamu.
" Bi ngapain mereka ke sini." Tanya nenek Khadijah.
" Katanya mau ketemu dengan Soleh." jawab kakek Azzam.
" Sudah sekarang kamu telpon Jasmine suruh dia dan Soleh ke sini. Terus bilang kalau ada kyai Awaludin yang mau ketemu mereka. Dan jangan lupa tolong buatkan minum."
Saat kakek Azzam masuk ke dalam untuk memberitahu ke istrinya untuk meminta ustad soleh dan ustadzah Jasmine datang.
Ternyata di luar ke datang tamu lagi, entah sebuah kebetulan atau memang sudah di atur sama yang maha kuasa. Rayyan dan kedua orang tuanya datang ke rumah kakeknya.
" Assalamualaikum." Rayyan dan ke dua orang tuanya mengucapkan salam saat mau masuk.
" Walaikum salam." jawab mereka yang berada di sana.
Deg...
Wajah ketiganya langsung mengeras mengetahui siapa yang menjadi tamu kakeknya.
" Mau ngapain mereka mau menyakiti menantu aku lagi." Gumam Mommy khayra dalam hati.
" Ya Allah ada apa ini kenapa mereka ada di sini." Deddy Gibran juga bicara dalam hati.
Sedangkan Rayyan mengepalkan tangannya dan mencoba untuk mengatur emosinya untuk tidak memukul laki-laki bajingan itu.
Ketiganya menyapa tamu walaupun hanya sekedar basa-basi.
" Umi ngapain mereka ada di sini." Tanya Mommy khayra yang membuat kedua orang tuanya kaget.
" Astaghfirullahaladzim nak kamu ngagetin umi aja." Omel nenek Khadijah ke anaknya karena sudah membuat dirinya kaget.
" Kita nggak tahu mau ngapain yang jelas mereka ingin menemui ustad soleh." Ucap Kakek Azzam.
Tak lama ustad Soleh dan ustadzah Jasmine datang, Ustad Soleh yang sudah di selimuti amarah hampir saja mengamuk di sana. Tapi kakek dan nenek mencoba untuk memberi kode untuk tetap tenang.
Kini mereka sudah berkumpul di ruang tamu hanya Rayyan saja yang tidak ikut nimbrung.
Rayyan melihat jam dan sebentar lagi istrinya akan pulang sekolah. Rayyan pun menuju ke asrama putri lewat pintu belakang. Rayyan hanya berpesan ke penjaga asrama putri. Kalau Syera sudah pulang sekolah dia meminta istrinya untuk menemuinya di rumah kakek dan suruh lewat belakang.