Rayyan

Rayyan
13. Menikah.



Para sahabat Rayyan kaget begitu mendengar pengumuman bahwa Syera akan menikah dengan Gus Rayyan.


" Kalian dengar nggak?." tanya Leo.


" Iya ini nggak salah." Ucap Basri.


" Kenapa jadi Syera sama Gus Rayyan, kok aku jadi bingung." ucap Asep.


" Sal ini beneran Gus Rayyan yang mau nikah." Ucap Basri yang meminta penjelasan ke Faisal.


" Aku nggak tahu coba aku masuk dulu dan tanya ke dalam." Faisal pun beranjak dari duduknya dan masuk ke dalam rumah kakeknya Rayyan.


Setelah bertanya keberadaan Rayyan, Faisal pun di beritahu kalau Rayyan ada di kamar orang tuanya.


Tok...tok...


Faisal mengetuk pintu terlebih dahulu walaupun pintunya sudah terbuka. Dan di sana ternyata ada mas Sakti.


" Masuk sal, kalian ngobrol lah mas Sakti tinggal dulu." Sakti pun pergi meninggalkan dua orang yang bersahabat itu.


" Aku tahu apa yang mau kamu tanyain aku akan jelasin." Ucap Rayyan saat Faisal menatapnya.


" Kamu pasti sudah dengar kan sal kalau pihak laki-laki yang bisa datang karena harus menikahi wanita lain."


Faisal mengangguk.


" Yang membuat aku mengambil keputusan ini memang aku kasihan melihat Syera, ustad Soleh dan ustadzah Yasmine. Mungkin kalau bukan pas hari H, mungkin tidak begitu masalah. Tapi ini sal mereka dengan gampangnya mengutus santrinya ke sini terus bilang kalau belum bisa ke sini karena Gus salim nya harus menikahi wanita lain. Gimana perasaan kamu sal?."


" Nggak usah di tanya marah pastinya."


" Kami sudah menghubungi kyai Awaludin sendiri tapi tidak bisa. Akhirnya meminta tolong kepada santri di sana dan santri itu bilang belum bisa ngomong langsung ke kyai Awaludin. Saat kita di sini bertanya tentang pembatalan ini. Mereka dengan enteng nya bilang tidak di batalkan Gus Salim tetap akan menikahi Syera setelah pernikahan Gus Salim dengan wanita itu. Ada otaknya nggak, Keluarga ustad Soleh dan juga Syera sudah malu dengan kejadian ini. Dan seenaknya mereka menjadikan Syera yang kedua. Ya walaupun bukan dari kyai Awaludin sendiri yang bicara tapi nggak mungkin santrinya berbohong. Makanya aku mengambil keputusan ini setelah bicara ke kedua orang tuaku." jelas Rayyan.


" Aku setuju dan aku dukung kamu, Setidaknya metal Syera aman karena sudah pasti tidak ada yang berani mengejeknya. Ya udah aku keluar dulu anak-anak soalnya kebingungan saat dengan kamu yang akan menikahi Syera."


Faisal pun pergi


Tak lama Rayyan pun di minta untuk segera ke masjid pesantren. Karena acara ijab qobul akan segera di mulai.


Rayyan pun berjalan bersama dengan Deddy yang di apit sama opa serta kakeknya.


Rayyan pun sudah duduk di meja ijab qobul dan acara pun di mulai. Rangkaian demi rangkaian berjalan dengan baik sampai lah untuk mempelai laki-laki ijab qobul.


Rayyan Sudah menjabat tangan ustad Soleh sebagai wali dari Syera.


" Bismillahirrahmanirrahim, saya nikah kan dan saya kawin kan Ananda Muhammad Rayyan shaqeed al-Fatir bin Muhammad Gibran al-Fatir dengan cucu saya yang bernama Syera Noor saferina binti Alm. Andi Yudistira dengan mas kawin satu set perhiasan emas 25gr dan uang tunai 50 juta di bayar tunai.'


" Saya terima nikah dan kawainnya Syera Noor saferina binti Alm. Andi Yudistira dengan mas kawin tersebut di bayar tunai." Ucap Rayyan lantang dengan satu tarikan napas.


" Bagaimana para saksi." Tanya penghulu.


" Sah."


" Sah."


" Sah." Teriak yang ada di sana.


Tak lama Syera pun di bimbing keluar di dampingi kedua sahabatnya.


Setelah Syera sudah berada di hadapan Rayyan mereka di minta untuk saling memasangkan cincin.


Saat Rayyan meminta tangan kanan Syera untuk di pasangkan cincin terlihat tangan Syera gemetar. Apalagi saat Rayyan akan memegang tangannya, refleks Syera langsung menarik tangannya.


Maklum Syera belum pernah bersentuhan dengan lawan jenis. Tak berapa lama akhirnya Rayyan dapat memasangkan cincin di jari manis Syera begitu pun sebaliknya. Rayyan juga tak lupa membacakan doa .