Rayyan

Rayyan
36. makan malam



Sepulang kerja Rayyan menjemput istrinya dan juga kakek dan neneknya Syera. Setelah itu mereka diajak Rayyan untuk makan di restoran milik Mommy nya.


" Kita mau kemana sih nak Ray, Nenek tanya dari tadi sama Syera jawabnya ada aja gitu." Tanya nenek Jasmine.


" Oh Rayyan mau ajak nenek sama kakek makan malam, Rayyan kan belum pernah makan bersama dengan kakek dan nenek." Jawab Rayyan.


" Ya Allah nak, pakai repot-repot segala ngajak kami makan malam . Padahal kalau mau nenek bisa masakin loh." Ujar nenek Jasmine.


' Nggak apa-apa nek, Ray sengaja biar nenek nggak capek."


Akhirnya mereka pun sampai di restoran, manajer restoran menyambut mereka. Dan mengantarkan mereka ke ruangan VIP yang di minta oleh Rayyan.


" Mas Ray makanannya mau di keluarin sekarang atau nanti?.' Tanya manajer restoran.


" Nanti aja deh pak soalnya sudah mau magrib di keluarkan saja minum sama appetizers aja dulu." Jawab Rayyan.


" Baik mas saya permisi dulu." manager restoran pun pamit.


Mereka pun melaksanakan shalat magrib berjamaah dahulu di mushola yang ada di restoran. Setelah sudah melaksanakan kewajibannya bersimpuh di hadapan yang maha pencipta.


Barulah mereka makan malam bersama untuk pertama kalinya. Rayyan bisa melihat bagaimana bahagianya terpancar di wajah sang istri.


Setelah makan malam baru kejutan untuk nenek Jasmine datang. Pelayan datang membawakan kue ulang tahun dan juga satu bucket bunga.


" Selamat ulang tahun nenek, semoga sehat selalu." Syera langsung memeluk nenek sambil memberikan selamat ulang tahun.


Nenek Jasmine tak bisa berkata-kata hanya air mata kebahagiaan yang mengalir di pipinya.


" Selamat ulang tahun nek, semoga panjang umur dan semoga Allah selalu memberikan rezeki yang melimpah untuk nenek dan kakek. Dan terima kasih buat nenek yang sudah menjaga dan merawat jodoh Rayyan. Sehingga Rayyan bisa memiliki bidadari surga Rayyan." Giliran rayyan yang memberikan ucapan selamat.


" Terima kasih nak, nenek bahagia sekali karena bisa menitipkan cucu nenek yang satu-satunya harta paling berharga buat nenek ke orang yang tepat. " Nenek Jasmine mengucapkan terimakasih ke cucu menantu.


" Oh iya nek Sye punya hadiah buat nenek." ucap Syera sambil memberikan paper bag ke sang nenek.


" Apa ini?." Tanya nenek sambil menerima kado dari cucunya.


" Buka aja, nenek pasti suka." ujar Syera.


Nenek Jasmine membuka kado dari cucunya.


" Ya Allah sayang ini bagus banget, makasih ya sayang." Nenek memeluk Syera setelah melihat kado yang berisikan sebuah gamis yang sangat indah.


" Sama-sama nek."


" Ini kado dari Ray nek." Rayyan menyodorkan kado darinya.


" Ya Allah pakai ngasih kado segala, nenek di ajak makan saja sudah bahagia."


Nenek Jasmine kembali menangis haru saat melihat kado dari cucu mantunya itu. Sampai dia tak bisa berkata-kata lagi, Sungguh luar biasa Allah memberikan nikmat kepadanya.


Rayyan sendiri sangat bahagia bisa membahagiakan keluarga sang istri. Terutama kakek dan neneknya mereka Keluarga yang Syera punya. Syera yang sudah yatim piatu dari kecil hanya di urus oleh kakek dan neneknya.


Terkadang Rayyan tak bisa membayangkan kalau mereka sudah tidak ada. Bagaimana hancurnya perasaan istrinya?.


" Oh iya nek, Ray juga besok mengirim nasi box untuk para santri di pesantren. Syukuran agar mereka juga mendoakan nenek agar panjang umur bisa melihat cicit nenek nanti." Ujar Rayyan.


" Alhamdulillah sudah kok nek, nenek jangan khawatir. Tapi untuk memberikan Cicit untuk nenek secepatnya mohon maaf belum bisa karena Ray nggak mau mengganggu sekolah Sye. Nanti setelah lulus baru kami progam punya anak nek."


" Syukurlah Alhamdulillah kalau begitu." Ucap nenek Jasmine lega.


Setelah makan malam dan memberi kejutan, akhirnya mereka pun pulang. Rayyan melajukan mobilnya menuju rumah kakek dan nenek Syera.


" Abang kok malah lurus terus sih aturan antar Sye dulu ke pondok." Protes Syera yang ternyata suaminya tidak membelokkan mobilnya ke pesantren.


" Memang sengaja Abang mau nginap di rumah kakek dan nenek. Sudah berlama kita nikah tapi Abang belum ke rumah kakek dan nenek apa kata orang masa nggak mau ngunjungi keluarga istrinya " Jelas Rayyan.


" Abang mau nginap di rumah kakek dan nenek." Tanya Syera ke suaminya yang tak menyangka suaminya mau menginap di rumah kakek dan neneknya.


" Kenapa! menang nggak boleh."


" Bukan nggak boleh cuma kamar Sye di rumah kakek dan nenek itu kecil bang nggak kaya kamar Abang." ucap Syera.


" Kamu lupa Abang dulu juga suka tidur di pondok waktu sekolah. Walaupun memang Abang lebih banyak tinggal di rumah kakek. Tapi suka sekali - sekali tidur di pondok tanya aja kakek Soleh." ucap Rayyan.


Sedangkan kakek Soleh dan nenek Jasmine hanya diam memperhatikan suami istri di depannya yang sedang berdebat.


" Nggak apa-apa sayang kalau suami kamu mau menginap?." Ucap Kakek yang menengahi perdebatan suami istri tersebut.


Akhirnya Syera pun pasrah, dia bukan nggak mau suaminya menginap di rumah kakek dan neneknya. Cuma dia nggak mau kalau nanti suaminya kurang nyaman.


Mobil yang di kendarai oleh Rayyan sampai di depan rumah kakek dan neneknya Syera. Syera, kakek dan neneknya keluar dari mobil membuka pagar agar mobil Rayyan bisa masuk ke garasi.


Setelah memarkirkan mobilnya Rayyan pun masuk ke dalam rumah dan tak lupa dia membawa tas yang berisikan pakaiannya masuk ke dalam.


Rayyan pun mengikuti istrinya masuk ke kamarnya.


" Kecil kan kamar Sye." ujar Syera begitu Rayyan masuk ke dalam kamar istrinya.


" Nggak apa-apa kecil, Jadi bisa mepet kamu terus." Goda Rayyan.


" Itu mah maunya Abang, Abang kalau mau mandi Sye masakin air hangat dulu."


" Nggak usah sayang pakai air biasa aja." tolak Rayyan.


" Tapi nanti Abang kedinginan loh." ucap Rayyan.


" Nggak apa-apa kan ada kamu nanti yang nganggetin Abang." goda Rayyan lagi.


" Sudah gih Abang mandi dulu gih sana." Ucap Rayyan sambil memberikan handuk ke suaminya.


" Mandi bareng yang." Ajak Rayyan.


" Nggak mau Abang duluan aja kalau mandi bareng bakal lama. Sye belum shalat isya." tolak Rayyan.


" Abang juga belum shalat isya, Makanya ayo mandi bareng biar cepat. Ayo dong yang tega banget sih sama suami, mana cuma bisa dekat dan sayang-sayangan sama kamu seminggu sekali nasib- nasib ." Ucap Rayyan memasang wajah memelas.


Akhirnya Syera pun tak tega dengan suaminya jadi mau tak mau Syera pun menuruti keinginan suaminya untuk mandi bareng. Sedangkan Rayyan tersenyum dengan penuh kemenangan.