Rayyan

Rayyan
26. Pesantren



Rayyan, Syera dan kedua keponakannya Sakha dan Shanum masuk ke rumah kakek dan nenek.


" Assalamualaikum..."


" Walaikum salam." jawab orang rumah yang ternyata sedang bersantai di ruang tv.


Rayyan dan Syera mencium tangan Nenek, kakek, Tante Zafra dan juga om Alif.


" Kok malam banget Ray nganternya? Keponakan kamu tuh dari tadi mondar-mandir nanyain kamu." Ujar nenek.


" Oh itu nungguin tas sama sepatunya nek, soalnya kemarin pas ke rumah tas sama sepatu pesanan Mommy buat mereka belum datang. Oh iya ini titipan dari Mommy." Rayyan memberikan kantong titipan Mommy nya buat orang tuanya.


" Terima kasih bilang ke Mommy mu."


" Oh iya Ray jadi bulan besok mau resepsi." Tanya kakek.


" Jadi kek terkadang Ray suka pusing banyak wanita yang ngedeketin Ray belum lagi para klien yang mencoba menjodohkan anaknya untuk Rayyan." jawab Rayyan.


" Iya kasihan Syera takut nantinya ada berita yang nggak baik nanti malah jadi salah paham." Ucap Tante Zafra.


" Terus nenek bantu apa?." tanya nenek.


" Nenek nggak usah bantu apa-apa bantu doa aja buat rumah tangga Ray. Kalau buat Tante Zafra jangan lupa amplopnya isinya harus tebal." Ucap Rayyan.


" Hiiish... CEO masih aja ngarepin amplop uang Tante sama kamu banyakan kamu Ray." kata Tante Zafra.


" Masa sih dokter Zafra, dokter anak yang nama nya sangat terkenal nggak punya uang banyak."


" Iya nanti Tante kasih amplop yang banyak aja, nanti Tante minta om Alif ambil dari supermarket." ucap Tante Zafra.


" Sudah...sudah, Ray Sama Syera sudah makan." Tanya nenek.


" Sudah tadi mampir makan dulu."


" Abang Syera mau ke asrama dulu mau taruh barang-barang Syera dulu." Bisik Syera.


" Kek..nek .. Ray nganterin Syera dulu ke asrama. sekalian Ray mau ke rumah kak Dania dulu." pamit Rayyan.


" Oh ya udah tapi nanti ke sini lagi kan nggak langsung pulang." Tanya nenek.


" Nggak nek nanti Ray ke sini lagi." ucap Rayyan.


" Nenek ...kakek Syera ke asrama dulu ya." Pamit Syera.


" Iya nanti sering-sering kesini kalau nggak ada kegiatan." Ucap nenek.


" Iya nek."


" Bocil ayo." Panggil Rayyan ke kedua keponakannya.


Sakha dan Shanum pun bangun dan mengikuti uncle dan aunty nya dan pamit ke kakek dan nenek buyutnya.


Rayyan pun mengantar Syera sampai di depan pintu asrama putri.


" Nggak apa-apa Abang antar sampai sini aja." Tanya Rayyan.


" Nggak apa-apa kok bang." Jawab Syera.


" Syera... Rayyan...." Panggil seseorang yang ternyata itu ustadzah Jasmine neneknya Syera.


" Nenek..." Seru Rayyan dan Syera bersamaan.


" Baru sampai " Tanya nenek Jasmine.


" Nggak apa-apa? Memang dari tadi kami lumayan sibuk. Nenek juga tadi tanya ke Ilmi kata Ilmi Syera datangnya malam makanya nenek nunggu dulu." ujar nenek Jasmine.


Tak lama kakeknya Soleh datang menghampiri mereka. Rayyan dan Syera pun mencium tangan kakek Soleh.


" Baru sampai." tanya kakek Soleh.


" Iya kek." Jawab Rayyan.


" Oh ini kamu mau langsung pulang Ray." tanya kakek Soleh


" Nggak kakek, uncle Ray mau ke rumah sha dulu." Bukan Rayyan yang jawab tapi Shanum.


" Oh sha kangen ya sama uncle." Tanya kakek Soleh ke Shanum.


" Yuk kita pulang sudah malam kita sudah dari pagi. Syera juga sudah datang." Ajak kakek Soleh yang mengajak nenek Jasmine pulang.


" Ya udah nenek sama kakek pamit ya." Ucap nenek.


" Kakek dan nenek tunggu dulu ada titipan dari Mommy. Ray ambil dulu di mobil." ucap Rayyan.


" Ya udah dek Abang ke tempat kak Dania dulu kamu masuk aja. Nanti kalau mau pulang Abang telpon." Ucap Rayyan.


" Iya janji loh kalau mau pulang bilang Syera dulu." Rayyan mengangguk.


Kakek dan nenek pun tersenyum melihat kedekatan Rayyan dan Syera. Mereka berpikir hubungan keduanya akan canggung.


" Kakek sama nenek Syera masuk dulu ya." pamit Syera ke kedua kakek dan neneknya.


"Iya."


Rayyan pun mengambil titipan Mommy nya di mobil lalu memberikan ke kakek dan nenek istrinya. Setelah itu baru dia pergi ke rumah kakak Dania.


Rayyan mengobrol banyak dengan kakaknya itu.


*


*


Syera menarik koper dan mengendong tas ransel serta paper bag berisi makan. Syera berjalan menuju ke kamarnya.


" Assalamualaikum..." Syera mengucapkan salam begitu membuka pintu kamar.


" Walaikum salam." Jawab mereka yang ada di dalam.


" Syera... Aku kangen banget." teriak Ilmi yang langsung memeluk Syera.


" Sama aku juga, Udah ah awas aku mau naruh barang-barang aku dulu." Ucap Syera melepas pelukan Ilmi.


" Kok malam banget Sye."


" Nggak dari tadi cuma ke Ndalem dulu. oh iya aku bawa donat sama brownies mau makan sekarang atau buat sarapan besok." ucap Syera.


" kak Syera tahu aja kesukaan Icha." ucap Icha santriwati termuda yang satu kamar dengan Syera.


" Emang buat kamu aja Cha, Kita makan itu besok aja. Kan kita mau makan empek-empek yang aku bawa." Ucap Nike.


" Iya kalau donat Sama brownies bisa buat besok kalau empek-empek kan nggak bisa." Timpal Raisa.


Akhirnya mereka pun memakan makanan yang di bawa oleh Nike.