Rayyan

Rayyan
29. MP



Pasangan pengantin itu sudah di dalam kamar, jam sudah menunjukan pukul setengah satu dini hari.


" Abang mau mandi duluan atau Sye dulu." Tanya Syera.


" Mandi bareng aja gimana?." goda Rayyan.


Syera langsung membulatkan matanya menatap tajam suaminya itu.


" Hahaha..., nggak usah lihatin Abang gitu Abang mandi duluan. Kamu kan harus bersihin make up kamu dulu kan."


Cup


Sebelum masuk ke dalam kamar mandi Rayyan mencuri satu ciuman di bibir Syera.


" Tapi kalau kamu mau Abang dengan senang hati." Bisik Rayyan sambil berlari masuk kamar mandi.


" Abang mesum.." Teriak Syera sebal.


Sedangkan Rayyan di dalam kamar mandi tertawa karena berhasil menggoda istrinya.


Syera yang sebal di goda suaminya pun langsung menuju meja rias dan membersihkan make up yang menempel di wajahnya.


Ceklek


Rayyan keluar dari kamar mandi hanya menggunakan handuk yang dililitkan di pinggang berjalan mendekati istrinya. Dia memeluk Syera dari Belakang dan menghirup wangi Syera yang sudah menjadi candunya. Walaupun saat ini istrinya belum mandi entah kenapa istrinya masih wangi.


" Abang sudah siapin air hangat, kamu mandi dulu gih sana." Bisik Rayyan lalu melepas pelukannya.


" I...iya baju Abang udah Sye siapin." Syera masuk ke dalam kamar mandi.


Syera hanya memerlukan waktu sepuluh menit untuk mandi. Dia memang sengaja mandi cepat karena dia sudah ngantuk.


Keluar kamar mandi suaminya sudah merebahkan tubuhnya di ranjang. Dan Syera yang melihat itu pun segera naik ke ranjang dan ikut bergabung dengan suaminya.


Saat Syera sudah merebahkan tubuhnya, Tiba-tiba suaminya berbalik menghadapnya.


Rayyan memandangi istri sambil tangan membelai pipi mulus Syera. Setelah puas memandangi wajah cantik istrinya, Rayyan mendekati wajahnya ke wajah Syera. Rayyan mencium lembut bibir Syera, Syera yang dicium oleh suaminya hanya diam saja tanpa ingin membalasnya.


Sedangkan Rayyan kesal karena istrinya tak membalas ciumannya. Rayyan pun mengigit bibir Syera agar Syera membuka mulutnya. Dan berhasil Rayyan pun langsung mengeksplor mulut Syera. Lama kelamaan akhirnya Syera pun membalas ciuman suaminya.


" Napas sayang." bisik Rayyan saat istrinya kehabisan napas.


Rayyan yang sudah tidak bisa menahan gejolak di dalam dirinya pun meminta izin ke Syera untuk melakukannya yang lebih.


" Sayang Abang boleh minta hak Abang malam ini. Abang janji nggak akan bikin kamu sampai hamil sebelum kamu lulus sekolah." tutur Rayyan penuh harap.


Apa yang Syera takutkan pun terjadi, Syera sungguh takut kalau suaminya meminta haknya. Bukan Syera tak ingin memberikan haknya tapi dia takut hamil. Syera ingin menyelesaikan sekolahnya dulu.


Tapi melihat sorot mata suaminya yang begitu menginginkannya. Syera pun tak tega bagaimana pun itu adalah kewajibannya sebagai istri. Syera pun mengangguk sebagai jawaban kalau dia mengizinkan suaminya untuk berbuat lebih.


Rayyan yang mendapat izin dari istrinya pun langsung bangun dari tubuh istrinya. Syera kebingungan saat melihat suaminya sudah di beri izin tapi justru menjauhi dirinya.


" kita shalat sunah dulu sayang." Ucap Rayyan yang masuk ke kamar mandi untuk mengambil wudhu.


Syera sungguh malu, Tapi dia pergi mengikuti suaminya ke kamar mandi.


Pasangan itu pun melaksanakan shalat sunah dua rakaat. Setelah selesai Rayyan pun menggendong istrinya ke tempat tidur. Dan dia letakkan Syera perlahan setelah itu Rayyan kembali mencumbu istrinya.


Entah terlalu menikmati sentuhan - sentuhan yang di berikan oleh suaminya tanpa mereka sadari. Tubuh mereka sudah sama-sama polos.


" Abang masukin sekarang ya, kalau sakit kamu tahan ya!. Jangan suruh Abang berhenti karena itu tidak akan mungkin.' Rayyan meminta izin.


Syera mengangguk.


" Abang...sakit." teriak Syera saat ada sesuatu di bawah sana yang mencoba menerobos.


" Sakit banget yang sayang." tanya Rayyan yang tak tega istrinya kesakitan.


Syera mengangguk.


" Kita sudahi aja ya Abang nggak tega.' Ucap Rayyan.


Syera menggeleng.


" Abang terusin aja, Syera nggak apa-apa sekarang atau nanti sama aja " Lirih Syera.


Setelah istrinya meyakinkan dirinya untuk tetap melakukan hak nya. Rayyan pun kembali melakukan aksinya.


Akhirnya Rayyan pun dapat membobol pertahanan istrinya. Rayyan benar-benar bahagia menjadi yang pertama.