
Ustad Soleh, ustadzah Jasmine, Mommy khayra, Deddy Gibran, kakek Azzam dan nenek Khadijah. Mereka menatap Keluarga kyai Awaludin cukup berang melihat keluarga mereka yang sama sekali tak menunjukkan rasa malu nya
" Sebenarnya saya mau ke rumah ustad Soleh, tapi karena ustad soleh berada di sini. Dan cucu ustad soleh juga ada di sini jadi kami langsung datang ke sini." Ucap kyai Awaludin.
Kakak, nenek, Mommy, Deddy, ustad soleh dan ustadzah Jasmine hanya diam saja mendengarkan apa yang ingin di sampaikan oleh mereka.
Sedangkan di pesantren entah kebetulan apa sekolah ada rapat jadi para santri pulang lebih awal. Mereka pun kembali ke asrama tapi saat mau masuk ke asrama putri Syera di cegat.
" Ning syera tadi Gus Rayyan pesan kalau Ning syera sudah pulang sekolah suruh langsung ke Ndalem tapi lewat pintu belakang.
" Abang kemari tumben." gumam Syera pelan.
" Iya mbak makasih ya."
Syera pun pamit sama teman-temannya dan langsung bergegas ke Ndalem.
Rayyan yang melihat kedatangan istrinya Langsung memberi isyarat menempelkan jari telunjuknya di mulut. Syera yang melihat suaminya aneh tapi dia mengikuti permintaan suaminya.
Syera pun menghampiri suaminya tanpa bersuara, mencium tangan suaminya lalu duduk di sebelah suaminya.
Deg...
Syera kaget saat mendengar siapa orang yang sedang bertamu di rumah kakek suaminya itu.
" Abang itu." Ucap Syera gemetar
Rayyan yang melihat istrinya gemetaran langsung memeluknya.
" Jangan takut ada Abang?." Rayyan memenangkan istrinya.
Di ruang tamu suasana cukup tegang.
Mendengar omongan kyai Awaludin, ustad soleh dan ustadzah Jasmine tersulut emosinya. Beruntung ustad soleh yang berada di sebelah kakek di tahan oleh kakek. Begitu juga dengan Ustadzah Jasmine yang di coba di tenangkan oleh Mommy Khayra.
" Maaf kyai Awaludin bukannya dari yang saya dengar Gus Iksan sudah menikahi wanita itu." Tanya kakek.
" Iya betul kyai Azzam, Dan kami sudah sepakat dengannya kalau Iksan boleh menikahi Syera. Tapi tenang aja walaupun perempuan itu lebih dulu menikah dengan Iksan tapi dia akan menjadi yang kedua dan Syera tetap yang pertama." jelas kyai Awaludin yang benar-benar tak punya malu.
Di ruangan lain Rayyan mengepalkan tangannya menahan emosinya. Tapi dia harus tahan karena ada istrinya yang sedang ketakutan.
*
" Bicaralah yang baik dan tunjuk kalau kamu bukan orang yang bisa di injak-injak harga dirinya." Bisik kakek.
Ustad Soleh yang mengerti maksud kyai Azzam pun mulai mengatur emosinya supaya tenang.
" Maaf kyai Awaludin kemarin memang saya tersanjung karena cucu kami akan di pinang oleh Gus Iksan. Kami yang hanya orang bisa sangat senang dan bangga. Maaf pak kyai kami memang orang kecil orang biasa. Tapi bukan berarti pak kyai dan keluarga bisa seenaknya saja melempar kotoran ke wajah kami." Ustad Soleh mengatur napasnya.
" Pak kyai tahu apa yang kami rasakan, pak kyai tahu apa yang kami hadapi saat itu. Semua orang membicarakan kami dan kalian tahu betapa hancurnya hatinya dan malunya cucu kami saat itu. Pak kyai kan punya anak gadis semoga saja apa yang menimpah cucu saya tak menimpah anak pak kyai." Ucap ustad Soleh yang suaranya sudah meninggi.
" Ustad Soleh jangan emosi dulu justru kedatangan kami ke sini itu mau memberitahukan ke semua orang kalau Syera tetap akan menikah dengan Iksan." ucap kyai Awaludin yang masih tak merasa kalau dia telah berbuat salah.
" Tapi sayang nya kami tak butuh itu, Kalau pun saat ini cucu saya belum menikah. Saya juga tak akan Sudi memberikan cucu saya untuk di nikahi oleh laki-laki seperti anak anda." Ucap ustadzah Jasmine dingin sambil menatap tajam keluarga Awaludin.
" Maksudnya Syera sudah menikah kok bisa, Nggak bisa begitu dong." Ucap kyai Awaludin tak terima.
" Pokoknya saya tidak mau tahu ustad Soleh harus membuat Syera menceraikan suaminya dan menikah dengan anak saya. kalau tidak." ancam kyai Awaludin.
" Kalau tidak kenapa? " Semua orang langsung menatap ke asal suara itu.