Rayyan

Rayyan
46. uring-uringan



Syera pun mulai menyiapkan bahan-bahan yang diperlukan


Setelah itu baru dia mulai mengesekusinya.


" Buat apa sayang?." Tanya Mommy yang tiba-tiba datang ke dapur.


" Bikin makan siang buat abang Mom." Jawab Syera.


" Kalau gitu Mommy Nitip makan siang juga buat Deddy, Zafran


dan bagas Sayang." Ucap Mommy.


" Boleh kok Mom." Jawab Syera yang tak mungkin menolak permintaan Mommy mertuanya.


" Ya sudah, ayo kita mulai Eksekusi bahan-bahannya." Ucap Mommy.


Mereka berdua akhirnya menyelesaikan acara masaknya. Setelah itu hasil masakan mereka pun di tempatkan ke tempat makan masing-masing dan di masukkan ke dalam paper bag.


Setelah semuanya siap Syera pun bergegas untuk kembali ke kamarnya untuk bersiap-siap. Setelah rapi Syera pun turun ke bawah mencari Mommy Khayra untuk berpamitan. Setelah berpamitan Syera pun keluar dari rumah dan sudah di tunggu oleh supir yang akan membawanya ke kantor sang suami.


Memakan waktu kurang lebih tiga puluh menit Syera pun Sampai di Gedung al-Fathir Corp. Mobil


yang di tumpangi oleh syera berhenti di depan lobby, Satpam yang mengenal kalau itu mobil


dari atasannya. Satpam pun langsung membuka


kan pintu mobil lalu Syera pun langsung turun.


Tapi sebelum turun Syera terlebih dahulu bicara dengan supir keluarga.


" Terima kasih mang, mamang langsung pulang aja soalnya Sye


nanti pulangnya sama abang." Ucap Syera.


" Baik non."


" Terima kasih pak." Ucap syera saat satpam tersebut membukakan untuk mobil.


" Sama-sama bu."


Syera pun masuk ke dalam Gedung al Fathir Corp dan langsung menuju lift khusus petinggi perusahaan sambil membawa berapa bapar bag.


Sebelum menuju ruangan suaminya Syera mampir terlebih dahulu ke adik iparnya dan juga mertuanya.


" Permisi mbat pak bagas nya ada." Tanya Syera ke seketarisnya bagas begitu Syera sudah sampai di depan ruangan Bagas.


" Ada bu Syera." Sekertaris Bagas pun beranjak dari duduknya dan mengetuk pintu ruangan Bagas.


Tok...tok....


" Masuk."


Ceklek


" Maaf pak Bagas ada Bu Syera."


"hai gas sorry ganggu mau nganterin makan siang dari


Mommy," Ucap Syera yang berjalan ke meja bagas lalu meletakan paper bag yang dia bawa di atas meja.


" Makasih kakak jadi ngerepotin kakak." Ujar bagas.


" Nggak ngerepotin kok! lagi sekalian nganterin makan siang ke abang juga." ucap syera.


" Ya subah ya gas aku lanjut mau nganterin makan siang juga buat Zafran dan Deddy." ucap Syera.


" Iya kak sekali lagi terima kasih."


" Sama-sama, Assalamualaikum."


" Walaikum salam."


Syera pun keluar dari ruangan bagas. Saat mau menuju


keruangan Zafran ternyata Syera melihat Zafran entah dari mana.


" Zafran." panggil Syera.


Zafran yang namanya di panggil pun berhenti lalu ber balik, ternyata kakak iparnya yang


mạnggilnya.


" Ada apa kak? mau Cari mas Rayyan." Tanya Zafran.


" Nggak, nggak cari Abang tapi cari kamu." Ucap Syera.


" Aduh kak jangan macam-macam aku nggak mau ya muka aku yang ganteng ini bonyok." Ucap Zafran ngeri kalau kakaknya itu sudah marah.


" Hahaha, santai aja aku cari kamu cuma mau kasih makan siang dari Mommy." Ucap Syera sambil memberikan paper bag ke Zafran.


" Makasih ya kak" ucap Zafran


" Udah ya aku duluan mau ke ruangan Deddy dulu baru ke tempat Abang takut keburu singa ngamuk." Ucap Syera yang pergi meninggalkan Zafran.


" Iya kak nanti kulkas dua pintunya sudah dingin makin dingin. "ucap Zafran.


Selanjut nya Syera pun pergi menuju ruangan mertuanya.


" Ada mbak tapi pak Gibran lagi ada tamu."


" Ya sudah Saya titip ini ke mbak aja"


" Masuk aja mbak kasih langsung."


Tapi mbak apa nggak mengganggu deddy." ucap Syera yang merasa tak enak.


Mereka bukan sedang membicarakan bisnis kok mbak."


Tok... tok ...


" Maaf pak ada mbak syera."


Syera pun masuk ke ruangan deddy mertuanya.


" Assalammualaikum dad." ucap syera yang menghampiri daddy Gibran lalu mencium tangannya.


"Walaikum Salam."


" Siapa bran?" tanya tamu deddy Gibran.


" Oh ini Syera istrinya Rayyan." Ucap Deddy Gibran memperkenalkan Syera.


" Dan Syera kenalin ini teman Deddy Namanya Alexander."


" Wah Istrinya Rayyan toh baru aku mau jodohin sama Alea. hallo syera saya Alexander teman kuliah mertua kamu." ucap


Alexander


" Salam kenal om." Jawab Syera Sopan.


"kamu kesini ada perlu apa nak " tanya deddy Gibran.


" Oh iya Sye Sampai lupa, Sye mau nganterin makan siang buat Deddy dari Mommy ." ucap syera


Sambil meletakkan paper bag di atas meja.


" Terima kasih nak."


" Sama-sama Ded. Sye pamit ya ded soalnya abang pasti Sudah Nungguin." Pamit Syera.


" Ya Sudah jangan sampai kulkas dua pintu merajuk lagi." ucap deddy.


" Mari Alexander ."


Keluar dari ruangan mertuanya perasaan Syera sudah lega karena dia sudah mengantar semua amanah dari Mommy nya.


" Istrinya Rayyan masih muda banget kayanya." Ucap Alexander.


" Maksud kamu anak aku Rayyan sudah tua gitu."


" Bukan begitu cuma aku tebak umurnya beda jauh kan." Tebak Alexander.


" Iya, Syera baru saja lulus SMA."


" Mereka accident duluan."


Bugh...


Deddy Gibran melempar Bantal kursi ke temannya itu.


" Biasa aja kali bran."


" Anak aku nggak sebejat itu kali, Sebenarnya Syera akan menikah dengan orang lain tapi pas hari H mendapat kabar kalau mempelai prianya harus menikahi wanita lain hari itu juga. Karena Rayyan yang kasihan dengan Syera pun meminta biar dia yang menikahi Syera. Awalnya memang karena faktor kasihan tapi mungkin ini semua sudah skenario Allah memberikan jodohnya Rayyan. Dari awalnya kasihan lama-lama malah Rayyan nya yang bucin." cerita Deddy Gibran.


" Astaga kalau itu menimpah sama Alea sudah aku cincang tuh cowok." Ucap Alexander yang kesal mendengar cerita Deddy Gibran.


*


*


Di Sebuah ruangan ada yang Sedang uring-uringan


Karena istrinya tak kunjung sampai ke ruangannya.


Sedangkan dia sudah tahu istrinya sudah sampai berapa saat yang lalu.


Ceklek


Pintu ruangan Rayyan terbuka lalu masuklah seorang wanita yang sudah sejak tadi dia tunggu. Syera yang tidak tahu kalau suaminya sedang kesal. Syera pun langsung menghampiri suaminya dengan Senyum merekah yang menghiasi


wajah nya.


" Dari mana aja kenapa baru sampai." Ucap Rayyan dingin.


Syera hanya bisa tersenyum dalam hati melihat suaminya kesal.


" Oh tadi ketemu dulu sama tiga cowok ganteng." Jawab Syera yang sengaja menggoda suaminya.


Rayyan langsung melotot kan matanya saat mendengar istrinya menemui tiga cowok ganteng.


" Kamu tuh ya bisa-bisanya menemui laki-laki lain padahal suami kamu di sini khawatir menunggu kamu yang tak kunjung muncul. Memangnya seganteng apa sih pria itu, Memangnya suami kamu kurang ganteng apa?." omel Rayyan.


Syera hanya melongo suaminya ngomel-ngomel.