
Seperti biasanya Syera akan terbangun jam tiga pagi, Tapi saat membuka mata Syera merasakan sesuatu yang berat menimpah perutnya. Syera pun tersenyum karena tahu suatu yang berat menimpah perutnya adalah tangan suaminya. Syera pun mengangkat pelan tangan suaminya dia ingin pergi ke kamar mandi. Tapi sayang usahanya sia-sia karena Rayyan justru memeluk erat Syera dan tak membiarkan istrinya beranjak.
" Abang Sye mau ke kamar mandi."
Rayyan seolah tak peduli.
" Abang ih...Sye mau shalat tahajud bang." rengek Syera.
Rayyan masih juga tak peduli tangannya masih bertengger di pinggang Syera.
Karena kesal akhirnya Syera pun mencubit Rayyan.
" Auwh...yang sakit." Rayyan mengaduh karena lengannya pedas di cubit sang istri.
" Minggir." Syera pun langsung menuju ke kamar mandi.
Selesai mengambil air wudhu Syera pun segera memakai mukena dan menggelar sajadah.
" Abang mau shalat berjamaah nggak." Ajak Syera.
Karena tak ada jawaban Syera pun sholat sendiri, tapi tiba-tiba...
" Tungguin Abang." Ucap Rayyan yang turun dari ranjang dan berjalan ke kamar mandi.
Syera pun menunggu suaminya mengambil wudhu. Tak lama Rayyan pun keluar dari kamar mandi lalu memakai sarung dan baju Koko yang sudah Syera siapkan.
Selesai shalat dan Syera baru membuka mukenanya tiba-tiba tubuhnya melayang diangkat oleh Rayyan di bawa ke ranjang.
Setelah itu Rayyan mengungkung Syera.
" Yang boleh ya?." Ucap Rayyan meminta persetujuan.
Syera mengeryitkan dahinya tak mengerti apa yang di maksud suaminya
" Ya yang, Semalam Abang udah di tinggal tidur padahal Abang udah nahan dua Minggu."
" Abang lama Sye ngantuk ya Sye tinggal tidur lah." Jawab Syera enteng.
" Salahi Deddy tuh yang lama banget nggak tahu apa anaknya tersiksa. Seminggu aja Abang rasanya udah hampir gila ini dua Minggu. Walaupun bisa main sendiri tapi kan beda " Seru Rayyan sebal
" Abang ngomong apa sih?."
" Ya Allah sayang, Abang tuh dari tadi ngomongin sudah dua Minggu Abang nggak garap sawah kamu." Kesal Rayyan yang ternyata istrinya nggak ngerti
" Astaga Abang, bilang dong jangan muter-muter Sye kan jadi pusing."
" Boleh ya."
" Silahkan abang ku sayang." Ucap Syera tersenyum ke sang suami.
Syera langsung mengizinkan suaminya untuk menjamah dirinya . Syera sangat mengerti ada kebutuhan suaminya yang harus Syera penuhi sebagai istri.
Mendapatkan izin Rayyan pun langsung ******* bibir Syera. Ciuman mereka kian panas saat Syera membalas ciuman Rayyan.
Kedua bibir mereka saling menyesap dan saling membelit menyalurkan hasrat Mereka.
Puas dengan bibir sang istri Rayyan pun berpindah ke leher jenjang sang istri. Rayyan pun meninggalkan tanda kepemilikannya di sana. Sibuk mencumbui istrinya tangan Rayyan yang lainnya mencoba membuka kancing piyama yang Syera pakai.
Setelah berhasil membuka satu persatu kancing piyama Syera. Tangan Rayyan pun mulai bermain di gundukan kenyal dada istrinya. Rayyan sangat suka kebiasaan sang istri yang selalu melepas bra nya kalau tidur. Dengan begitu Rayyan tak usah bekerja keras hanya cukup membuka kancing baju istrinya saja.
Keduanya pun terhanyut dalam suasana panas di waktu dini hari.
Suara adzan subuh baru menghentikan pasangan yang sedang memadu kasih setelah dua Minggu tak bertemu.
Mereka pun memutuskan untuk mandi bersama hanya mandi tanpa ada sesuatu yang terjadi.
Setelah masing-masing sudah membersihkan diri, mereka pun shalat berjamaah di dalam kamar. Biasanya para pria di rumah ini kalau subuh akan melaksanakan shalat berjamaah di masjid. Sedangkan yang perempuan akan shalat berjamaah di mushola yang ada di rumah.
Selesai shalat subuh Syera meminta izin untuk pergi ke dapur membantu Mommy mertuanya. Tapi Rayyan tak mengizinkannya karena dia ingin mengulang kembali kegiatan panas mereka tadi.
*
*
*
Seluruh keluarga sedang menikmati sarapan mereka minus pasangan yang sedang melepas rindu. Beruntung semuanya mengerti dan memaklumi pasangan tersebut.
Syera pun membuka matanya saat perutnya merasa lapar. Dan betapa kagetnya Syera saat melihat jam dinding sudah menunjukan pukul sepuluh pagi.
Rayyan pun segera bangun karena kaget mendengar istrinya teriak.
" Ada apa dek ada yang sakit." Tanya Rayyan.
" Abang liat itu..." Tunjuk Syera ke arah jam dinding.
" Abang... lihat itu." Syera memaksa suaminya untuk menengok ke arah jam dinding karena Syera melihat Rayyan hanya bengong saja.
" Apa sih yang?."
" Abang yang apaan malah bengong." Kesal Syera.
" Abang nggak bengong yang, Cuma kamu mau menggoda abang."
" Siapa sih yang menggoda Abang?." Ucap Syera makin kesal
" Itu..." Tunjuk Rayyan.
Syera pun mengikuti arah tangan Rayyan, Sontak Syera kaget dia lupa kalau tubuhnya polos dan dia lupa menutup kedua asetnya. Syera pun langsung menaikkan selimut untuk menutupinya.
" kenapa di tutup sih yang!."
" Abang mesum...." Rayyan tertawa melihat Syera yang menutupi wajahnya dengan kedua tangannya.
" Kenapa malu sih yang Abang juga sudah lihat semuanya malah sudah hapal."
" Abang bisa diam nggak sih jangan ngomongin itu lagi." Ucap Syera yang memasang wajah cemberut.
" Iya...iya maaf "
" Abang kita gimana ini?."
" Gimana apanya!."
" Sudah jam sepuluh Abang, Kita kesiangan mau di taruh dimana muka Syera bang. Masa menantunya baru bangun jam segini." Keluh Syera.
" Nggak apa-apa mereka pasti mengerti, Kita mandi yuk perut Abang sudah lapar." Ajak Rayyan untuk mandi bersama.
Selesai mandi Rayyan mengajak istrinya turun ke bawah menuju ke meja makan. Awalnya Syera nggak mau karena malu tapi suaminya memaksanya untuk ikut turun.
Sampai lantai bawah ternyata sepi tidak ada orang. Mereka pun melanjutkan pergi ke meja makan.
" Bi tolong siapkan makanan nya " Pinta Rayyan.
" Iya mas Rayyan di tunggu sebentar."
Tak lama bibi pun menghidangkan makanan di meja makan.
" Oh iya bi kok sepi." tanya Syera.
" Oh iya mas, mbak bibi hampir lupa tadi ibu bilang suruh menyusul ke rumah pak Iqbal." Ucap bibi.
" Astaghfirullahaladzim kenapa aku bisa lupa ya." ucap Rayyan menepuk keningnya.
" Kenapa bang ?." Tanya Syera.
" Abang lupa kita di undang ke rumah om Iqbal, Anak bungsunya almer ulang tahun." Ucap Rayyan.
" Oh iya bi mereka perginya sudah lama." tanya Rayyan.
" Belum kok setengah jam yang lalu."
" Makasih bi."
" Memang acaranya jam berapa bang?." Tanya Syera.
" Acaranya habis ashar manggil anak yatim piatu. Tapi biasanya keluarga kumpul lebih awal " Jawab Rayyan.
" Ya sudah selesai makan kita langsung pergi." Ucap Syera.
" Iya, Tapi nanti kita mampir dulu cari kado ya . Soalnya Abang lupa nyiapin kadonya padahal Almer minta hadiah sepatu ke Abang." Ujar Rayyan.
" Ya udah kan nggak enak juga datang tidak bawa kado, Walaupun masih saudara malu bang."
Mereka pun menyelesaikan makannya setelah itu bersiap untuk pergi.