
Sore hari Rayyan dan Syera sudah rapih.
" Kalian mau kemana?." Tanya Mommy khayra.
" Mau jalan-jalan Mom, Ayo sayang cepetan." Ajak Rayyan yang sudah tidak sabaran.
Setelah pamitan di antar oleh supir ke daerah asakusa,ebih tepatnya ke Nakamise street.
Sampai di Nakamise street Rayyan langsung berburu jajanan. Sedangkan Syera hanya mengikuti suaminya dari toko satu ke toko lainnya.
Satu jam mereka di sana tapi Rayyan tak kunjung menyudahi berburu jajanan. Syera yang sudah lelah berjalan hanya bisa menahan kesal. Mungkin kalau bukan di Jepang Syera sudah memilih untuk pulang sendiri.
Waktu sudah menunjukkan pukul tujuh malam barulah Rayyan mengajak Syera pulang. Sampai rumah bertepatan dengan jam makan malam. Karena mereka sudah makan, mereka berdua langsung masuk ke kamar mereka.
Syera yang sudah lelah selesai membersihkan diri dia memutuskan untuk tidur lebih awal.
Keesokan harinya Syera masih setia memejamkan mata. Sampai dia mendengar suara orang sedang muntah-muntah. Syera pun membuka matanya, Lalu mempertajam pendengarannya. Dan benar ada yang muntah-muntah di kamar mandi. Syera yang tidak melihat keberadaan suaminya jadi Syera sudah bisa memastikan bahwa yang muntah-muntah itu suaminya.
Syera turun dari ranjang dan berjalan menuju ke kamar mandi. Syera memijat tengkuk leher suaminya.
" Masih mual." Tanya Syera.
" Sudah mendingan sayang."
Syera pun memapah suaminya ke tempat tidur.
" Sye bikinin teh hangat ya." Ucap Syera.
Rayyan pun mengangguk.
Syera keluar dari kamar lalu turun menuju ke dapur untuk membuat teh panas.
" Nih bang tehnya."
" Terima kasih." Rayyan meminum teh yang istrinya buat.
Sedangkan Syera dia menunaikan shalat subuh dulu.
****
" Pagi semua." Sapa Syera.
" Pagi juga, Ray mana?." Tanya Mommy khayra.
" Abang muntah-muntah dari subuh tadi." Jawab Syera.
" Astaghfirullahaladzim pasti kebanyakan makan pasti, ya sudah kamu sarapan dulu. Mommy buatin bubur buat Ray." Ucap Mommy Rayyan.
Syera pun sarapan terlebih dahulu sambil menunggu Mommy mertuanya membuat bubur.
Setelah buburnya matang Syera pun kembali ke kamar. Begitu masuk kedalam kamar ternyata suaminya sedang tidur.
" Abang bangun yuk sarapan dulu." Syera membangunkan Rayyan sambil mengelus pipinya.
Rayyan pun membuka matanya.
" Kita sarapan dulu yuk." ajak Syera.
Rayyan pun bangun lalu duduk bersandar pada headboard tempat tidur. Syera pun langsung menyuapi suaminya. Tapi baru dua sendok Rayyan merasakan perutnya kembali. Rayyan pun segera berlari masuk ke dalam kamar mandi dan segera memuntahkan isi dalam perutnya.
Setelah merasa sudah mengeluarkan seluruh isi dalam perutnya. Rayyan pun di papah kembali ke tempat tidur.
" Di minum dulu bang." Syera memberikan gelas yang berisikan teh hangat.
" Mau lanjut makan lagi nggak bang." Ucap Syera.
Rayyan menggeleng
Akhirnya Syera membawa kembali mangkuk dan gelas makan Rayyan.
" Nggak Mom baru dua suap sudah di muntahi lagi." jawab Syera.
" Anak itu sebenarnya kenapa sih! Salah makan atau apa ya?." ucap Mommy khayra heran.
" Coba nanti kakak telpon dokter Naomi Kai." Ucap Tante Gita ke Mommy khayra.
Sejam kemudian dokter Naomi pun datang, dan langsung memeriksa Rayyan.
" Gimana naomi?." Tanya Mommy khayra.
" Semuanya sehat nggak ada yang harus di khawatirkan kok kak." Jawab Naomi.
" Tapi Ray lemes banget loh aunty." Ucap Rayyan.
" Mulai muntah-muntah dari kapan?." Tanya Naomi.
" Tadi pagi, cuma dari kemarin pas datang makan jajanan doang. Hampir setiap jajanan yang dia temui di jalan di beli. Kamu tahu sendiri kan dari kecil Ray kaya Gimana?." Jelas Mommy Ray.
" Kak ini istrinya Ray." Tanya Naomi.
" Iya ini istri Ray aunty." ucap Rayyan lemas.
" Syera aunty." Syera memperkenalkan diri.
" Hai Syera, Akhirnya bisa ketemu dengan kamu. Oh iya aunty boleh tanya terakhir kamu datang bulan kapan?."
" Lupa Aunty, Tapi kayanya sebelum ujian deh." jawab Syera nggak yakin.
" Ray terakhir kamu puasa lama kapan?." Tanya Naomi.
" Aunty kan tahu Ray ketemunya cuma weekend." Jawab Rayyan.
" Coba nanti periksa ke dokter! Apa aunty buatin janji dengan dokter obgyn." Ucap Naomi.
" Boleh Naomi." Ucap Mommy khayra.
Sore hari Rayyan dan Syera pergi ke rumah sakit di temani oleh Mommy Khayra.
Sampai di rumah sakit Mereka sudah di tunggu oleh Aunty Naomi. Lalu mereka langsung di antar oleh aunty Naomi ke ruangan dokter obgyn.
Syera pun langsung di periksa oleh dokter obgyn.
" Selamat karena memang positif hamil dan usia kandungan sudah sebelas Minggu." Jelas dokter obgyn.
Mommy Khayra dan aunty Naomi kaget, terutama Mommy khayra bagaimana dia tidak menyadari kalau menantunya sedang hamil.
" Astaghfirullahaladzim, untung nggak apa-apa Naomi."
" Mungkin baby nya mau di ketahui saat mamanya sudah selesai sekolah dan papanya juga sudah santai jadi bisa ngerasain namanya ngidam." Ucap Naomi.
Rayyan yang mendengar istrinya hamil matanya langsung berkaca-kaca. Penantian selama ini akhirnya terwujud, Allah SWT memberikan kepercayaan untuk istrinya mengandung. Sedangkan Syera hanya bengong saja karena tidak mengerti apa yang mereka bicarakan soalnya mereka pakai bahasa Jepang.
" Abang ada apa sih?." Tanya Syera yang melihat suaminya mengeluarkan air mata.
" Terima kasih sayang kita bakal jadi orang tua sayang." Ucap Rayyan sambil menciumi seluruh wajah Syera.
" Ma..maksud Abang Sye hamil." Rayyan mengangguk.
" Iya sayang di dalam sini ada baby kita." Rayyan mengelus perut sang istri.
Syera tak bisa berkata-kata lagi, dia sangat-sangat bahagia.
Sampai rumah seluruh keluarga mengucapkan selamat ke Syera atas kehamilannya. Dan mereka juga tak menyangka kalau kehamilan Syera mau memasuki bulan ke empat. Bagaimana bisa mereka semua tak menyadari kehamilan Syera!. Apa karena Syera hanya ada di rumah di akhir pekan saja jadi mereka tidak begitu menyadari perubahan tubuh Syera.
Tapi kenapa saat sudah mengetahui kalau Syera hamil mereka baru sadar kalau Syera agak lebih gemuk sedikit.