Rayyan

Rayyan
18. hari pertama



Keesokan harinya seperti biasa nya Syera pasti akan terbangun pukul tiga dini hari untuk menjalankan shalat malam.


Syera bangun dan turun dari ranjang perlahan karena takut suaminya terbangun. Syera pun masuk ke dalam kamar mandi untuk mengambil wudhu.


Keluar dari kamar mandi Syera berlonjak kaget saat melihat suaminya sudah berada di depan pintu kamar mandi.


" hish...Abang ngagetin aja." Gerutu Syera sambil memegang dadanya.


" Kamu mau shalat tahajud." Tanya Rayyan.


" Iya bang."


" Ya udah tungguin Abang kita berjamaah, Abang ambil wudhu dulu." Ucap Rayyan.


Rayyan pun masuk ke dalam kamar mandi. Sedangkan Syera dia menggelar sajadah untuk dia dan suaminya. Syera juga menyiapkan baju Koko dan sarung untuk suaminya.


" Bang baju Koko dan sarungnya sudah Syera siapin." ucap Syera begitu Rayyan keluar dari kamar mandi.


" Terima kasih." Jawab Rayyan yang langsung memakai baju Koko dan sarung yang sudah di siapkan oleh istrinya.


Setelah itu mereka pun shalat berjamaah.


Selesai shalat Syera memilih untuk mengaji menunggu subuh. sedangkan Rayyan memilih untuk tidur lagi.


Saat shalat subuh Syera baru tahu kalau biasanya keluarga suaminya yang perempuan akan shalat subuh berjamaah di musholla yang ada di rumah.


Sedangkan yang laki-laki mereka akan pergi ke masjid.


Selesai shalat subuh Syera membantu Mommy mertuanya membuat sarapan. Tapi sebelumnya Syera lebih dulu kembali ke kamarnya. Syera menyiapkan pakaian kerja untuk suaminya walaupun dia tidak tahu seperti apa selera suaminya.


Sampai di dapur Syera benar-benar menatap kagum dengan Mommy mertuanya. Mommy mertuanya memasak sarapannya sendiri. Padahal mereka punya chef yang di pekerjakan untuk memasak. Tapi kalau Mommy mertuanya ada di rumah pasti Mommy mertuanya yang akan memasak.


" Mom ada yang bisa Syera bantu." Tanya Syera.


" Boleh sayang kebetulan hari ini Mommy mau buat nasi uduk lengkap kamu bisa iris tempe untuk buat tempe orek." Jawab Mommy.


Syera cukup senang bisa membantu Mommy mertuanya.


Setelah selesai membantu Mommy mertuanya, Syera pun kembali ke kamarnya.


Ceklek


Syera masuk ke kamar dan melihat suaminya sudah rapi.


" Abang sudah rapi." Tanya Syera.


" Oh iya ada yang mau Abang omongin ayo sini duduk ." Rayyan meminta Syera untuk duduk di sampingnya.


Syera pun langsung berjalan ke ranjang mengikuti suaminya yang menyuruh untuk duduk di samping sang suami.


Syera melihat Rayyan membuka dompetnya, Lalu Rayyan memberikan dua buah kartu ke Syera.


" Ini buat kamu." sambil menyodorkan dua kartu.


" Buat apa bang." Tanya Syera yang belum paham.


" Ini kartu credit kamu bisa pakai buat membeli keperluan kita. Walaupun kita masih tinggal sama Mommy dan Deddy tapi kan kita juga mempunyai keperluan pribadi. Karena sekarang kamu ada istri Abang jadi sekarang kamu yang mengelola keuangan kita. Dan yang ini debit di dalamnya ada 100jt nanti setiap bulanya Abang transfer ke sana. Debit ini kamu gunakan untuk keperluan kita terutama nanti pas kamu sudah kembali ke pondok. kamu bisa ambil uang dari sana untuk kebutuhan kamu di pondok karena Abang jarang bawa uang cash." Jelas Rayyan.


" Tapi bang."


" Nggak ada tapi-tapian Abang percaya kamu bisa menggunakannya dengan baik. Untuk PINnya itu tanggal pernikahan kita." ucap Rayyan.


" Itu sudah seharusnya karena kamu istri Abang. Udah yuk kita turun untuk sarapan."


Mereka berdua pun keluar kamar dan langsung turun menuju meja makan.


Ternyata semuanya sudah ada di meja makan, Rayyan pun langsung menarik kursi dan menyuruh Syera duduk baru dia duduk di samping Syera.


Syera pun langsung mengambilkan Rayyan makanan.


" Oh iya mas Rayyan nanti Fira sama Mommy mau ngajak mbak Syera ke mall boleh kan mas." Ucap Zafira meminta izin untuk mengajak Syera ke kakaknya.


" Boleh biar Syera bisa dekat sama Mommy dan kamu." Jawab Rayyan.


" Asik tapi jangan lupa mas kasih mbak Syera credit card." ucap Zafira.


" Sudah kok sudah mas Rayyan kasih."


Selesai sarapan Syera mengantar Rayyan sampai ke mobil.


" Abang berangkat dulu ya, nanti kalau kamu pergi sama Mommy dan Fira pakai aja kartu yang Abang kasih. Beli aja apa yang kamu mau beli jangan merasa nggak enak. Karena Abang nyari duit buat kamu jadi nggak usah sungkan." ucap Rayyan.


" Iya bang."


" Ya udah Abang pergi dulu ya, assalamualaikum."


" Walaikum salam."


Setelah mobil suaminya sudah tak terlihat Syera pun masuk ke dalam rumah.


Tapi Syera bingung mau ngapain kan dia nggak enak kalau harus kembali ke kamar. Namun dia juga belum tahu seluk beluk rumah ini yang menurut Syera seperti istana.


" Mbak Syera kamu ngapain." Tanya Zafira yang baru keluar dari lift melihat Syera bengong.


" Astaghfirullahaladzim kamu ngagetin aja." Ucap Syera yang kaget.


" Habis kamu bengong aja berdiri di situ."


" Aku bingung Fira mau ngapain." Jawab Syera.


" Ya udah yuk ikut aku kita ke halaman belakang di sana ada Oma, opa dan Mommy yang sedang berjemur.' Ajak Zafira.


Syera pun mengikuti Zafira menuju halaman belakang. Dan benar saja di sana ada Mommy, Oma dan opa yang sedang duduk di bangku taman sambil berjemur.


" Ayo sayang sini duduk dekat Mommy." Syera pun duduk di samping Mommy mertuanya.


" Kamu jangan sungkan ya Syera, Sekarang ini juga rumah kamu juga." Ucap opa.


" Iya sayang kalau pagi kami biasanya berjemur di sini. Baru nanti setelah berjemur biasanya Oma akan berkebun." Ucap Oma.


" Oma berkebun." Tanya Syera yang bingung di mana Oma nya akan berkebun.


" Bingung ya Oma berkebun dimana?." Tanya Oma.


Syera mengangguk.


" Itu di sebelah sana kebun Oma, Oma menanam sayuran, buah-buahan, bunga, tanaman herbal dan tanaman hias. Nanti akan Oma kasih unjuk." Ucap Oma sambil menunjuk ke arah kebunnya berada.


" Iya Oma, Syera jadi penasaran." Ucap Syera.


Mereka pun mengobrol sambil berjemur matahari pagi yang memang bagus untuk tubuh.